“Hukum Menikah Muda Menurut Islam”

“Hukum Menikah Muda Menurut Islam”

Menikah adalah kebutuhan setiap orang dalam hidup. Bagaimanapun, manusia membutuhkan jalinan kasih sayang, ikatan konsekwensi dan kasih sayang untuk bisa menolong satu sama lain menjalankan kehidupan. Tentu saja dalam islam, menikah adalah hal yang diridhoi dan diberkahi Allah jika menjalankannya dalam kerangka beribadah.
.
Di dalam islam, pernikahan bukan sekedar persoalan cinta dan kasih sayang semata. Lebih dari itu, islam mengajarkan agar dalam pernikahan tercipta keluarga sakinah mawaddah warohmah serta terbentuknya generasi yang lebih baik dari masa ke masa lewat keluarga.
.
Di dalam islam, tidak ada batasan seseorang menikah kapan. Tentunya, setelah orang tersebut baligh, mampu bekerja, dan berkecukupan bisa untuk menjalankan pernikahan atau melaksanakan keluarga. Untuk itu, menikah muda dalam islam hukumnya halal atau boleh selagi dalam rukun pernikahan yang syah dan sesuai dengan syarat-syaratnya.
.
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”(QS. an-Nur: 32).
.
Menikah muda menjadi solusi bagi beberapa kalangan agar anak-anak muda tidak terjebak pada perzinahan dan pergaulan bebas. Akan tetapi, di sisi lain tentu menuai konsekuensi mengingat angka perceraian keluarga pada usia 20 tahun (pernikahan muda) juga tinggi. Untuk itu, sebelum memutuskan menikah pada usia muda hendaknya masing-masing orang dan keluarga memikirkan lebih dalam bagaimana dampaknya dan efeknya yang terjadi setelah menikah.
.
Berikut kami rangkum hal hal yang harus dipertimbangkan sebelum menikah muda:
1. Memastikan niat
Niat adalah hal yang paling penting untuk menjalankan sesuatu. Begitupun ketika akan menjalankan pernikahan, meluruskan dan memastikan niat kita untuk ibadah adalah hal yang harus dilakukan. Niat yang kuat maka akan menghasilkan usaha yang kuat, niat yang buruk menghasilkan usaha yang buruk, begitupun niat kebaikan akan menghasilkan kebaikan pula.
2. Ilmu dan pengetahuan tentang keluarga
Sebelum memasuki pernikahan hendaknya masing-masing pasangan juga mengerti dan memahami ilmu tentang keluarga. Pembelajaran ini tentu tidak hanya dilakukan saat sebelum menikah saja, melainkan sesudah menikah dan ketika menjalankan pernikahan itu sendiri. Tidak akan ada yang berhasil sebuah keluarga jika di dalamnya tidak didasari oleh ilmu dan pengetahuan yang benar. Untuk itu, selagi belum menikah galilah ilmu tersebut agar menjadi berkah ketika melaksanakannya.
3. Kesiapan karir
Karir adalah hal yang penting. Manusia di muka bumi diciptakan untuk menjadi khalifah fil ard yaitu yang bertugas membangun bumi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk mencapai tujuan hidup. Untuk itu, dibutuhkan karir dari masing-masing orang.
4. Kematangan diri dan kedewasaan
Kematangan diri dan kedewasaan adalah hal yang paling penting untuk dimiliki sebelum melaksanakan pernikahan. Kematangan diri dan kedewasaan tentu bukan sesuatu yang instant untuk didapatkan. Kedewasaan dan kematangan ini membutuhkan proses dan pembelajaran yang terus menerus dan istiqomah.
.
Untuk itu, minimal sebelum menikah karakter, kematangan diri, kemantapan diri, pengalaman memecahkan masalah, dan kesabaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan bisa dihadapi. Bukan berarti ketika menikah kebahagiaan pasti akan terus didapatkan, justru akan selalu ada ujian dan tantangan yang akan didapatkan.
.
Sebelum menikah, hendaknya masing-masing pasangan juga mengenal satu sama lain. Untuk itu, dibutuhkan masa taaruf atau perkenalan agar masing-masing bisa mengenal dan meamhami karakter. Masa ini sangat penting dan tentunya harus berjalan secara alamiah, bukan penuh kekakuan dan mencitrakan yang baik-baik saja. Semuanya harus dipahami bersama dan dimaknai bersama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan ketika sudah menikah.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

Amalan Agar Cepat Bertemu Jodoh

Ingin cepat bertemu jodoh?
coba lakukan amalan-amalan berikut :
1. Usahakan untuk sering Sholat tahjud di waktu sepertiga malam, amalan ini akan membuat kita terasa dekat sama Allah, sehingga memudahkan do’a kita untuk dikabulkan.
2. Laksanakan sholat hajat, sebab sholat ini bertujuan agar Allah mengabulkan keinginan Kita
3. Menjaga wudhu, mungkin kamu berpikir tidak nyambung tapi manfaat wudhu itu banyak loh, salah satunya membuat wajah kita tetap bersih berseri serta enak dipandang.
4. Perbaiki sholat 5 waktu, buat kamu yang masih suka bolong-bolong sholat wajibnya. Mulai saat ini sebaiknya perbaiki deh.
5. Perbaiki diri terhadap sesama dan banyak silaturrahim, perbaiki sikap terhadap orang lain dan banyak silaturrahim merupakan salah satu kuncir agar do’a yang kita panjatkan untuk mendapatkan jodoh yang kita inginkan tercapai.
6. Perbanyaklah beristighfar, dengan memperbanyak memohon ampun kepada Allah insyaa Allah urusan kita akan dimudahkan.
7. Berserah diri dan tetap tawakal. semua usaha dan do’a sudah kita panjatkan namun jodoh tak kunjung datang? maka saatnya disini kamu harus bertawakal dan menyerahkan semuanya pada Allah, yakinlah dengan ketetapannya karena mungkin Allah punya rencana terbaik buat kita.
 
Adapun do’a yang bisa kamu panjatkan adalah sebagai berikut:
Do’a Agar Cepat Mendapatkan Jodoh Untuk Laki-Laki
Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.
 
Artinya: Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.
 
Amalan Do’a Agar Cepat Dapat Jodoh Untuk Perempuan
Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuuna shoohiban, lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.
Artinya: Ya Robb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.
 
Do’a Mencari Jodoh Dalam Al-Qur’an
Robbi laa tadzarni fardan, wa anta khoirul waaritsin.
Artinya : Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan aku hidup sendirian, dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
 
Nah itulah beberapa cara dan do’a agar cepat dapat jodoh yang diinginkan. Semoga apa yang kamu usahakan bisa membuahkan hasil. Dan yang terpenting tetap jaga kualitas sholat 5 waktumu agar hidup yang kita lakukan tidak sia-sia.
 
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : https://rislah.com
“Dia Bukan Jodoh Kamu”

“Dia Bukan Jodoh Kamu”

Jodoh merupakan ketentuan dan telah menjadi rahasia Allah SWT. Jodoh diidentikan dengan pasangan yang menikah kemudian terpisah karena maut yang memisahkan. Perihal perkara jodoh ini dengan jelas Allah SWT telah menjelaskan dalam firmanNya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
.
Perlu diketahui bahwa tidak setiap pasangan yang memiliki hubungan serius berakhir di kursi pelaminan. Banyak dari mereka yang telah bertahun tahun dekat namun, kemudian berpisah. Dan banyak juga yang bertemu sebentar dan langsung menikah. Artinya bahwa Allah SWT telah mentakdirkan jodoh yang ideal bagi kita. Sebagai manusia kita tidak boleh mengabaikan setiap tanda darinya dalam upaya menikah . Karenanya, kami rangkum tanda dia bukan jodoh kita menurut islam:
.
1. Menyembunyikan kami dari keluarga dan sahabatnya
Salah satu hal yang meyakinkan bagi anda untuk menganggap bahwa si dia bukan jodoh yang tepat adalah, dapat kami liat dari keseriusannya untuk mengenalkan kamu pada orang-orang terdekatnya. Jika ia malah terkesan menyembunyikan kamu dari orang terdekat maka kamu harus mulai bertanya tanya ada yang ditutupi olehnya. Biasanya seorang yang serius berkomitmen tidak akan segan dan akan langsung mengajak kamu untuk dikenalkan kepeda orang tua dan teman-temanya. Jika telah diajak bertemu orang tua maka sudah pasti ia tidak akan berani bermain-main dan siap melanjutnkan ke jenjang yang lebih serius. Namun, jika terkesan sembunyi-sembunyi, mungkin ia hanya ingin bermain-main dan tidak memiliki niatan serius.
2. Meminta Persyaratan yang mustahil kamu turuti
Cinta adalah berusaha menerima segala kekurangan dan mengabaikan segala keburukan. Dalam hal ini cinta sebagai pasangan ialah yang mampu menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Apalagi jika ada komitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius tentu setiap pasangan tidak akan mensyaratkan hal yang tidak mungkin dipenuhi oleh pasangannya. Jika ia mensyratkan hal yang bahkan tidak dapat kamu sanggupi maka bisa jadi ia bukanlah jodoh yang tepat.
3. Tidak Banyak komunikasi yang dijalani antara satu sama lain
Komunikasi merupakan hal dasar dalam sebuah hubungan. Tanpa komunikasi yang intens maka sebuah hubungan tidak akan berjalan dengan baik. Banyak yang mengatakan jika seseorang berjodoh dengan kita maka kita akan mudah dalam berkomunikasi dengannya. Sebaliknya jika kamu jarang berkomunikasi, dan malah terkesan ogah-ogahan ya mungkin itu bisa menjadi sebuah tanda bahwa ia bukanlah pilihan yang tepat. Maka segeralah lepaskan, sebelum segala sesuatunya lebih mengarah ke arah yang serius.
4. Tidak adanya rasa saling percaya
Kepercayaan merupakan salah satu modal utama dalam melanjutkan sebuah hubungan. Jika tidak ada rasa saling percaya maka hubungan yang dibina akan dipenuhi rasa kecurigaan. Sehingga tentunya akan jauh dari kata harmonis. Bagaimana hubungan yang demikian akan di lanjutkan ke jejang pernikahan. Karena jika ia adalah jodoh yang di takdirkan kepada kita maka dalam hati keduanya akan saling percaya meskipun terpisah oleh jarak yang jauh.
5. Tidak ada komitment untuk masa depan
Hubungan yang baik akan selalu dilandasi oleh komitmen yang kuat. Baik kamu ataupun si dia harus memiliki komitmen untuk bisa melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius . Banyak pasangan yang memiliki komitmen kuat namun, pada akhirnya tidak berjodoh. Nah, bagaimana yang komitmennya saja sudah tidak ada. Apakah layak disebut jodoh.
6. Sidia tidak disukai keluargamu
Pernikahan bukan hanya menyatukan kamu dan calon pasangan, namun juga menyatukan dua keluarga besar. Artinya bahwa siapapun jodoh kamu tentunya akan bisa diterima oleh pihak keluarga satu sama lain. Namun, jika keluarga kamu terutama kedua orang tua tidak menyukai pasngan kamu. Maka segera pikirkan kembali, apakah dia jodoh terbaik untuk kamu. Karena bisa jadi devinisi jodoh disini adalah bukan hanya baik dimata kamu tapi juga di mata keluarga dan Allah SWT.
7. Tidak ada sikap terbuka dan terasa terkesan banyak rahasia yang disembunyikan
Setiap orang pasti memiliki rahasia dalam kehidupannya. Namun, bagi mereka yang berjodoh pasti akan saling terbuka terhadap rahasia masing-masing yang dimiliki. Apalagi jika hubungan telah mengatah ke jenjang pernikahan tentu, sikap saling terbuka sangat penting. Dari pada mendengarnya dari orang lain, lebih baik mendengarnya langsung dari kita. Namun, jika pasangan kamu terkesan menutup diri dan menyimpan banyak rahasia, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa ia bukanlah jodoh yang tepat bagi kamu.
8. Tidak menemukan ketenangan jiwa dan hati dalam hubungan
Allah SWT berfirman: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqon:74).
Jodoh merupakan seseorang yang bisa memberikan ketenangan baik secara lahir dan batin. Ikatan emosional pada pasangan yang beejodoh akan lebih besar ketimbang dengqn yang tidak. Mereka yang berjodoh akan merasa aman, nyaman, tenang, dan bahagia saat bersama pasangan. Namun, jika kondisi sebaliknya yang dirasakan maka kemungkinan besar pasangan kamu saat ini bukanlah jodoh yang tepat bagi kamu.
9. Tidak bisa menerima masalalu kamu
Setiap orang memiliki masa lalu yang menjadi bagian dari cerita hidupnya. Ada yang suram, kelam dan bahkan penuh dengan aib. Namun, tahukah kamu bahwa jodoh kamu adalah ia yang bisa menerima segala kekurangan dan masa lalu kamu seburuk apapun. Karena jodoh adalah mereka yang akan membimbing kita ke jalan yang lebih baik. Sebaliknya jika kamu bertemu dengan sosok yang tidak bisa mentoleransi masa lalu kamu, maka berfikirlah kembali untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Karena hal tersebut menjadi pertanda bahwa ia bukanlah jodoh kamu.
10. Dipersulit dalam segala hal
Allah SWT telah mengatur setiap jodoh umatnya. Artinya bahwa ketika dipertemukan maka segala urusan akan selalu di mudahkan. Karena jodoh tersebut telah di restui oleh Allah SWT maka tidak akan dipersulit segala urusannya. Namun, sebaliknya jika semua urusan terasa sulit, dipersulit dan selalu timbul masalah didalamnya. Maka hal tersebut merupakan pertanda bahwa Allah SWT memberi tahu kamu melalui setiap kejadian bahawa ia bukanlah orang yang tepat untuk mendampingi kamu.
11. Petunjuk berdasarkan sholat Istikharah yang dilakukan
Dalam Islam sendiri Allah SWT menganjurkan kita untuk melaksanakan sholat istikharah ketika mengalami kebimbangan. Begitupula dalam hal jodoh, jika kamu merasa ragu, maka segera lakukan shalat istikharah. Insyaallah Allah SWT akan memberikan petunjuk bagi kamu, apakah ia merupakan jodoh kamu atau bukan. Agar tidak kecewa, maka pasrahkanlah segalanya kepadaNya. Karena Allah SWT tidak akan pernah mengabaikan umatnya. Allah berfirman: “Dan jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya, dan mereka akan kembali pada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 4)
.
Itulah tadi tanda dia bukan jodoh kita. Dalam fiqih tentunya hal tersebut dapat menjadi panduan bagi kamu untuk bisa menentukan apakah ia merupakan pilihan yang tepat. Karena sebaik-baiknya jodoh ialah dia yang merupakan takdir dari Allah SWT disertai dengan usaha. Sehingga jangan pernah mengabaikan tanda-tanda dariNya. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari atas jodoh yang telah kamu pilih sendiri. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com
“Bolehkah Menolak Perjodohan Menurut Islam?”

“Bolehkah Menolak Perjodohan Menurut Islam?”

Perjodohan mungkin terdengar sebagai sesuatu yang kuno dan jauh dari kesan modern. Padahal perjodohan adalah satu satu langkah untuk menjajaki sebuah hubungan menuju pernikahan. Allah ta’ala mensyariatkan nikah dalam firmanNya, Maka nikahilah perempuan-perempuan yang kalian sukai.” (QS. An-Nisa : 3).
.
Sebagaimana juga hukum pernikahan dalam suatu hadist Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu adalah sunnahku, maka siapa yang meninggalkan sunnahku maka bukan umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Dengan adanya dua ketentuan ini maka, menikah merupakan sebuah sunnah bagi semua umat muslim dalam dan yang menjadi tujuan pernikahan adalah dapat mencapai kesempurnaan iman. Dan untuk mencapai hal tersebut tentu diperlukan sebuah usaha. Sebagaimana firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].
.
Zaman sekarang perjodohan ibarat sebuah tembok, padahal jika dimaknai lebih dalam, jodoh yang dipilih orang tua cenderung sudah pasti memiliki bibit, bebet, dan bobotnya. Masalah perjodohan merupakan salah satu cara untuk menghindarkan diri dari perbuatan maksiat.
.
Meskipun terkandung nilai kebaikan dan cinta didalamnya, namun tentunya menolak sebuah perjodohan juga ada hukumnya. Dalam hal ini, akan dibahas secara lengkap dalam poin berikut hukum menolak perjodohan dalam islam yang wajib diketahui.
.
Mencari jodoh bukanlah diibaratkan seperti “Membeli kucing dalam karung”. Islam juga telah memberikan aturan yang jelas, dalam mengatur cara dan syarat pernikahan. Salah satunya adalah adanya keridhaan dari masing-masing calon mempelai. Karenanya dalam masalah perjodohan jika ada unsur paksaan terhadap salah satu pihak, maka status pernikahan yang akan dilakukan di kemudian hari tidaklah sah. Karenanya bagi kedua belah pihak harus ditanya terlebih dahulu kesediaannya. Sebagaimana Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan dengannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya? Beliau menjawab, Dengan ia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 1419)
.
Zaman dahulu sebelum islam masuk, seorang wanita tidak dapat menolak atau memilih lamaran yang diajukan dan dijodohkan oleh walinya. Namun, setelah syiar Islam masuk, Allah SWT memuliakan wanita untuk memiliki hak penuh dalam memilih atau menolak lamaran yang datang atau telah dijodohkan padanya.
.
Imam Bukhari berkata, dari ‘Abdurrahman bin Al-Qasim dari ayahnya dari ‘Abdurrahman dan Mujammi’, dua putra Yazid bin Jariyah, dari Khansa’ bin Khidam Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha, “Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138).
.
Larangan memaksa ini bukan berarti para wali tidak memiliki andil dalam memilih calon suami atau istri bagi pihak yang mereka walikan. Justru dalam hal ini saran yang baik wajib diberikan oleh wali dan kemudian menanyakan persetujuan bagi pihak yang bersngkutan.
.
Dalam mendapatkan izin dari yang bersangkutan atas persetujuaanya adalah ditunjukkan dengan, apabilah ia seorang janda maka ia mengucapkannya, dan apabila ia seorang perawan adalah diamnya. Sebagaimana dijelaskan dalilnya di dalam hadits berikut. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seorang gadis yang akan dinikahkan oleh keluarganya, apakah perlu dimintai pertimbangannya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Ya, dimintai pertimbangannya.” Lalu ‘Aisyah berkata, maka aku katakan kepada beliau, “Dia malu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Demikianlah pengizinannya, jika ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
.
Selain syarat sahnya pernikahan yang harus dipenuhi. Dalam hal perjodohan ini juga, kedua belah pihak harus memiliki rasa ketertarikan atau rasa suka atau cinta antara keduanya. Karena jika tidak ada keterikatan, maka bisa dipastikan bahwa kehidupan pernikahan kelak tidak akan harmonis dan bahagia.
.
Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah bahwa hukum menolak perjodohan dalam islam yang wajib diketahui ialah diperbolehkan. Karena untuk menggapai hubungan pernikahan yang sakinah, mawa’adah dan warohmah haruslah dilandasi dengan kerelaan, cinta dan tanpa adanya paksaan dari berbagai pihak. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

“Wahai para Suami.. Romantis itu Sunnah”

Romantis itu sangat dibutuhkan dalam pernikahan. Sebab keromantisan mampu menciptakan pernikahan bahagia dan tahan lama. Semua pasangan pasti ingin selalu romantis bersama pasangannya.
.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi SAW.” (HR. Bukhori)
“Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haid, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR. Muslim)
“Dahulu beliau shallahu ‘alaihi wasallam bersandar dipangkuanku sedang aku dalam kondisi haid, lalu beliau membaca Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Hilangkanlah rasa jijik didalam rumah tangga dan mulailah membangun suasana romantis dari hal hal yang dianggap sepele sekalipun. Contohilah teladan kita semua, sosok yang mulia, sang pecinta sejati dan romantis dalam lingkungan rumah tangganya, yakni Rasulullah SAW.
.
Kebanyakan pernikahan, hanya terasa “manis” di awalnya saja. Tatkala isteri telah melahirkan, tubuhnyapun tak seindah dulu lagi, tanggungan nafkah pun bertambah, dan biasanya cinta dalam rumah tangga akan mulai memudar pada fase ini. Akhirnya, hubungan rumah tangga semakin tidak harmonis, cek-cok dan pertengkaranpun mulai sering terjadi, tak sedikit yang malah memilih berpisah setelahnya.
.
Selain karena hal-hal tadi, ini juga biasa disebabkan karena tidak adanya suasana romantis yang senantiasa dibangun dalam rumah tangga, meskipun itu hanya hal-hal kecil atau sepele sekalipun.
.
Wahai para suami, ingatlah bahwa hal-hal yang mungkin sepele dimata kita, bisa jadi sangat berkesan dan romantis bagi sang istri. Sebagaimana beberapa contoh sederhana yang dilakukan Rasulullah SAW. Diantaranya adalah, saling memberi hadiah, minum di gelas yang sama, makan sepiring berdua, banyak menghabiskan waktu berdua, atau minimal mencium kening istri sebelum berangkat kerja. Ini semua adalah sunnah yang telah Rasulullah ajarkan.
.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak keluar, beliau mencium istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”
(HR. Ahmad). Kemudian keponakannya bertanya, wahai bibiku, apakah istri yang engkau maksud adalah dirimu? Wajah Aisyah pun memerah, mengingat masa-masa indah bersama Rasulullah SAW.
.
Sejatinya, bosan atau jenuh, adalah tabiat yang manusiawi. Tak bisa dihilangkan, dan bukanlah suatu aib. Menjadi masalah ketika rasa bosan itu tidak dikelola secara benar, hingga berimplikasi pada dampak yang negatif bagi kelangsungan rumahtangga.
.
Untuk menghindari rasa jenuh pada istri, Berikut cara suami romantis untuk membahagiakan istri:
1. Suami tahu kalau istri sangat suka kue terang bulan. Sesekali, saat pulang kerja, cuaca hujan, mampirlah ke penjual kue itu, belilah untuk istri meski tanpa diminta.
2. Jangan segan untuk sesekali membantu cuci piring dan peralatan dapur, mencuci baju, rapi-rapi dan bersih-bersih rumah.
3. Sesekali buatkan untuk istri segelas susu hangat dan semangkuk mie instant di malam hari saat anak-anak sudah tidur, sambil ngobrol-ngobrol ringan.
4. Rutinkan sholat malam bersama. Entah seminggu 2 atau 3 kali. Selesai sholat, peluklah istri dan kecuplah keningnya. Katakan bahwa Anda mencintainya dan bersyukur bisa hidup bersamanya.
5. Sesekali ajaklah istri jalan-jalan, menikmati tempat wisata. Yang dekat-dekat saja. Yang penting bisa menikmati kebersamaan dengannya.
6. Jangan segan untuk mengucapkan 3 kata: cinta, terimakasih, dan maaf. Tentunya pada sikon yang tepat dan dibutuhkan.
.
Dan untuk menghindari rasa jenuh pada suami, Berikut cara istri romantis untuk membahagiakan suami:
1. Sesekali masaklah yang lebih istimewa dari biasanya dengan menu favorit suami. Konseplah berupa surprise dinner yang menarik.
2. Saat suami terlihat lelah, jangan segan untuk menawarkan diri memijit suami. Lakukan itu dengan tulus dan cinta.
3. Jangan berhenti untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian diri maupun lingkungan tempat tinggal.
4. Jangan ragu untuk sekali waktu membangunkan suami dengan kecupan mesra.
5. Saat suami sedang kurang sehat, jangan malas untuk merawat suami serta menyiapkan apa yang dibutuhkan olehnya.
6. Sesekali, tak ada salahnya melepas kepergian suami untuk beraktivitas dengan dekapan hangat dan doa yang baik.
7. Jangan segan untuk mengucapkan 3 kata: cinta, terimakasih, dan maaf, pada kondisi yang diperlukan.
.
Masyaa Allah mudah bukan, membuat hubungan menjadi harmonis seperti pertama menikah.. Semoga bermanfaat…
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.instagram.com

“Cara menjadi suami terbaik menurut islam”

Membangun rumah tangga dalam islam adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Untuk mencapai tujuan pernikahan tersebut tentunya harus diikuti dengan menjadi suami yang baik sesuai kriteria calon suami menurut islam.
.
Berikut ini adalah cara menjadi suami terbaik menurut Islam:
1. Beriman dan bertakwa
Kriteria suami terbaik dalam Islam adalah suami yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. Hal ini sangat diperlukan karena suami adalah pemimpin bagi keluarganya sehingga ia harus menjadi contoh yang baik bagi anak dan istrinya. Allah berfirman, yang artinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34).
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS al-Hujuraat: 13).
2. Pekerja keras
Cara menjadi suami terbaik menurut Islam berikutnya adalah suami yang bekerja keras untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Allah berfirman yang artinya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (QS al-Baqarah: 233).
Rasulullah bersabda, “Hendaknya dia memberi (nafkah untuk) makanan bagi istrinya sebagaimana yang dimakannya, memberi (nafkah untuk) pakaian baginya sebagaimana yang dipakainya, tidak memukul wajahnya, tidak mendokan keburukan baginya (mencelanya), dan tidak memboikotnya kecuali di dalam rumah (saja)” (HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani
3. Taat kepada orang tua
Dari Mu’awiyah bin Jahimah, sesungguhnya Jahimah berkata: “Saya datang kepada Nabi SAW untuk meminta izin kepada beliau guna pergi berjihad, namun Nabi SAW bertanya: “Apakah kamu masih punya Ibu-Bapak (yang tidak bisa mengurus dirinya)?”. Saya menjawab: “Masih”. Beliau bersabda: “Uruslah mereka, karena surga ada di bawah telapak kaki mereka.” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan (baik).
Dari Ibnu Umar RA, ujarnya: “Rasulullah SAW bersabda: “Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya kelak anak-anak kalian berbakti kepada kalian; dan periharalah kehormatan (istri-istri orang), niscaya kehormatan istri-istri kalian terpelihara.” (H.R. Thabarani, adapun ini adalah hadits Hasan).
4. Selalu mendoakan kebaikan bagi istri
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam (panutan) bagi orang-orang yang bertakwa” (QS al-Furqaan: 74).
Rasulullah juga bersabda, “…Dan tidak mendokan keburukan baginya” (HR Abu Dawud (no. 2142) dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani)
5. Selalu bersabar menghadapi istri
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bemgkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita” (HSR al-Bukhari (no. 3153) dan Muslim (no. 1468)
6. Selalu membimbing istri dan anak
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” (QS at-Tahriim:6).
Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “(Maknanya): Ajarkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri dan keluargamu”
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan istrinya, kalau istrinya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya…” (HR Abu Dawud (no. 1308) dan Ibnu Majah (no. 1336), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani)
7. Tidak kikir pada istri
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67).
8. Tidak menghukum istri berlebihan
Rasul bersabda, “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}
9. Membantu pekerjaan istri
Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi shalat” (HR Bukhari).
Urwah berkata kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”, Aisyah berkata, “Ia melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sendalnya, menjahit bajunya, dan mengangkat air di ember” (HR Ibnu Hibban).
10. Memberikan yang terbaik untuk istri
Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
13. Selalu bersikap romantis
Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).
Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
.
Nah itu tadi sedikit rangkuman cara menjadi suami terbaik menurut Islam. Karena jodoh itu cerminan diri, maka gak ada salahnya, kita sama-sama mencoba berbenah diri supaya mendapat suami seperti yang sudah kami rangkum tadi. Insyaa allah keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah akan terwujud. Aamiin…
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

“Cinta Dalam Diam”

Cinta adalah suatu perasaan yang Allah ciptakan pada manusia. Perasaan cinta ini bisa membuat seseorang yang sedang jatuh cinta ini melakukan apa saja. Membicarakan persoalan cinta, yang langsung terngiang mungkin adalah cinta kepada sesama manusia. Padahal ada cinta yang jauh lebih tinggi dari itu, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya itulah cinta yang patut diagung-agungkan.  Bukan hanya cinta kepada sesama makhluk ciptaan Allah saja. Maka dari itu, perasaan cinta ini perlu dijaga supaya tidak membawa diri kita kepada hal-hal yang tidak baik.

.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah yang merupakan seorang ulama yang mengajarkan kita bahwa cinta itu memiliki 4 kekuatan. Dan cinta merupakan sesuatu yang datang melalui 4 sebab, yaitu :
1. Islam tidak mengenal cinta buta. Karena dalam islam, kita diminta untuk berilmu telebih dahulu. Orang yang berilmu berarti orang yang yakin. Karena keyakinan datang dengan ilmu. Sehingga tahapan yakin itu ada “Ilmul Yaqin”, “Ainul Yaqin”, dan “Haqqul Yaqin”.
2. Mencintai dengan ikhlas. Setelah keyakinan dimiliki maka akan terasa ikhlas dengan sendirinya. Orang yang mencintai seseoang tanpa keikhlasan dalam mencintai maka itu sesuatu yang bohong dalam islam.
3. Ikhlas mendatangkan kejujuran. Kejujuran inilah yang akan membuahkan cinta.
4. Dari cinta ini akan menelurkan 2 hasil yang bernama Inqiyad dan Qabul. Yang dimaksud dengan dua hal ini adalah orang yang mencintai ini akan tunduk dan patuh kepada yang dicintai.
.
Berbagai perasaan cinta yang dirasakan manusia ada tingkatannya. Dan hendaknya kita memposisikan perasaan cinta ini dalam hidup kita. Rasa cinta yang muncul pada diri manusia ini memang terkadang membingungkan, terutama masalah cinta yang ada pada sesama manusia. Namun, sebaiknya kita juga membawa cinta ini menjadi ketakwaan dengan cara memposisikan perasaan cinta dalam diri kita. Seperti:
1. Cinta Kepada Allah
Rasa cinta kepada Allah harus yang paling besar dan paling banyak. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan Dzat yang tidak ada bandingannya. Bentuk kecintaan kita kepada Allah tentu adalah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.  Seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada surat Az- Zariyat ayat 56 yang artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.
Bentuk ibadah kepada Allah yang bisa kita lakukan adalah melaksanakan ibadah sholat, menjalankan puasa, melaksanakan ibadah haji, dan masih banyak ibadah lainnya yang disyariatkan oleh Agama Islam.
Hal mengenai ibadah ini juga ada di dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al- Baqarah ayat 21 yang artinya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.”
2. Cinta Kepada Rasul
Rasulullah Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam membekali umat muslim dengan Al-Qur’an dan Hadits yang diturunkan kepadanya. Sehingga, mukjizat yang ada pada Rasulullah Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam ini bisa menjadi pedoman dan petunjuk umat islam sepeninggal Beliau. Bentuk cinta kepada Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam ini adalah mengikuti sunnahnya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan wahyu kepada nabi-nabi sebelumnya dan ajaran-Nya telah disempurnakan melalui Agama Islam yang disebarkan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam. Maka hendaknya sebagai wujud cinta kepada Rasulullah Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam ini, kita mengikuti apa yang dikerjakan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam selama hidupnya.
Karena apa saja yang dikerjakan oleh Rasulullah dan ditinggalkan oleh Rasulullah adalah perintah langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Salah satunya adalah dengan menikah dan membaca Al-Qur’an. Namun, begitu ada juga pernikahan yang dilarang dalam islam yaitu pernikahan beda agama. Masih banyak juga sunnah Rasulullah yang bisa dipelajari karena sudah jelas dan diketahui manfatnya, seperti manfaat membaca Al-Qur’an dalam kehidupan. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam merupakan Suri Tauladan, karena walaupun ajaran yang dibawanya sudah ribuan tahun, namun tetap bisa diaplikasikan di zaman modern seperti sekarang.
3. Cinta kepada ciptaan Allah
Cinta yang berada pada urutan terakhir ini adalah cinta pada ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Cinta kepada ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini juga termasuk kepada cinta kepada orang tua, cinta kepada pasangan, cinta kepada anak-anak dan cinta kepada makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lainnya. Seorang wanita yang sedang jatuh cinta biasanya lebih banyak diam. Sehingga perasaan ini tertahan dalam hatinya sendiri. Apabila seorang wanita sedang merasakan jatuh cinta, alangkah baiknya melakukan hal berikut:
1. Menjaga pandangan
Ketika berpapasan dengan seseorang yang dikagumi bukan berarti kita tidak boleh melihat satu sama lain. Namun hendaknya hindari tatapan yang berlebihan yang bisa menimbulkan hawa nafsu.
2. Berdo’a dan memperbaiki diri
Doa merupakan obat dari segala urusan. Maka apabila seorang wanita atau laki-laki yang sedang jatuh cinta hendaknya lebih sering mengingat Allah dan meminta petunjuk yang terbaik. Dalam masa penantian ini pun bisa diisi dengan memperbaiki dan memantaskan diri agar mendapatkan jodoh yang terbaik. Karena pada dasarnya jodoh adalah cerminan diri. Mencari Jodoh dalam islam bisa dimulai dengan memperbaiki dan memantaskan diri. Karena wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat An- Nur ayat 36 : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).”
3. Menemui wali dan melamar
Tidak ada salahnya untuk wanita muslimah melamar terlebih dahulu pria yang ia sukai. Bahkan sebelumnya telah ada contoh dari Siti Khadijah (Istri Rasulullah) yang meminta karyawannya pada saat itu untuk mengawasi Rasulullah. Setelah mengawasinya, Siti Khadijah pun yakin bahwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam adalah orang yang tepat. Kemudian Siti Khadijah meminta bantuan sahabatnya untuk menemui Rasulullah Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam agar mau menikahinya. Hal ini merupakan salah satu bentuk ketegasan seorang muslimah ketika merasakan cinta dalam diam.
.
Demikian penjelasan terkait cinta dalam diam menurut islam. Karena pada dasarnya, cinta akan datang sendirinya sesuai kehendak sang maha cinta.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

“Ciri-ciri Jodoh Pilihan Allah”

Rezeki, maut dan jodoh memang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebelum kita dilahirkan ke dunia ini. Karena itu semuanya tak akan pernah tertukar dari masing-masing orang. Dan kita sebagai manusia tidak perlu khawatir dengan semua ketetapannya, karena janji Allah itu pasti.
.
Sebagai manusia biasa, terkadang kita selalu mengkhawatirkan masalah jodoh. Apalagi yang sudah menginjak usia yang tidak muda lagi namun belum juga dipertemukan jodohnya. Padahal seharusnya kita tidak perlu risau, karena semuanya sudah Allah tentukan. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ar-Ruum ayat 21 yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kaum yang berfikir.” (QS Ar-Ruum : 21)
.
Perihal jodoh memang merupakan rahasia Allah dan hanya Allah satu-satunya yang mengetahui tentang misteri ini. Oleh karena itu dapat dikatakan sangat sulit untuk dilihat dan ditebak, atau bahkan mungkin malah kita abaikan. Manusia manapun tidak akan pernah ada yang dapat menebak rahasia Allah tersebut. Hal yang harus kita ketahui, sesungguhnya Allah telah mempersiapkan jodoh yang setara atau sesuai dengan kualitas diri masing-masing manusia. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa “ Jodoh adalah cerminan dirimu”.
.
Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka jadikanlah diri kita sebagai orang yang baik. Allah berfirman dalam surat An-Nuur ayat 26 yang artinya: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji pula adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (QS An-Nuur : 26)
.
Dari ayat di atas, dapat kita simpulkan bahwa sudah jelas Allah telah menjanjikan wanita yang keji akan mendapatkan laki-laki yang keji pula begitu pun sebaliknya. Dan wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik pula begitu pun sebalikya.
.
Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki berbagai kriteria nya sendiri dalam hal jodoh.Apabila belum nikah terkadang keluarga itu ikut membantu kita dalam memilih pasangan.Tapi bagaimana kah jika Allah yang ikut membantu?,seperti apa pilihan Allah?
.
Berikut ini kami rangkum ciri-ciri jodoh pilihan Allah yang harus kita ketahui:
1. Membuat kita dekat dengan Allah
Dekat dengan orang yang kita sayangi merupakan hal yang terindah dalam hidup, bahkan bisa saja membuat kita terlena dengan urusan duniawi, jika dekat dengan Allah apakah kita merasa senang? Ya, jodoh pilihan Allah itu pastilah yang membuat kita dekat dengan Allah, seperti banyak berdo’a, semakin rajin sholat dan giat membaca al-qur’an. Orang yang selalu dekat dengan Allah, maka jodoh akan semakin dekat dengan kita. Seperti firman Allah yang artinya: Dan jika hambaku bertanya tentang aku,maka katakanlah aku sangat dekat aku mengabulkan orang yang berdoa,jika berdoa kepadaku(QS,Al baqarah:186)
2. Tidak mengajak kita untuk berpacaran
Jika ada seorang pria yang mendekati wanita dan mau menjadikannya pacar, maka baiknya wanita tersebut jangan menerimanya, tapi tantanglah ia untuk berta’aruf yang sesuai ajaran islam, dan kalau dia menolak tak perlu khawatir karena ada wanita yang sholeh insyaa allah dan banyak pria sholeh pula yang berminat.
3. Ada dorongan untuk memperbaiki diri
Terus berusaha untuk memperbaiki diri,pasti kita akan mempunyai pendamping hidup yang lebih baik bukan?,maka dari itu perbaikilah diri,karena pasangan kita merupakan cerminan dari diri kita! Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan wanita-wanita yang baik adalah untuk llaki-laki yang baik pula.(QS.Annur:26).
4. Merasa dipermudah dalam jenjang pernikahan
Tak kan lari jodoh dikejar, tapi jika tidak dikejar maka tidak juga kita dapatkan, seringkali mengejar orang yang kita sukai, tapi justru ia malah menjauh, ada juga yang sangat ragu. Sungguh kuasa Allah memang tidak ada yang tahu, tapi jika Allah sudah menjadikan orang yang tepat, maka sesungguhnya sesulit apapun rintangan, sebesar apapun hambatannya, pasti semua akan dimudahkan oleh Allah menuju kejenjang pernikahan.
5. Menghargai jodoh yang sudah datang
Jika jodoh sudah dating pasti akan dimudahkan, lalu apalagi yang harus kita lakukan? Kita harus menghargainya, menghargai jodoh yang dating dari Allah bukanlah hal yang mudah, karena ketika sudah diberikan jodoh, pasti akan memudahkannya lagi, dan seharusnya menghargai jodoh yang diberikan Allah itu, dengan menerima segala kekurangannya, serta mensyukuri semua yang ada, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita.
.
Kerisauan adalah sebuah hal yang manusiawi, perlu kita ketahui sebenarnya hal tersebut tidak membawa dampak apapun kecuali membuat kita semakin tertutup dengan kebaikan, dan justru mendekatkan diri dengan kesedihan. Maka dari itu dengarlah kata hati, karena sesungguhnya manusia dikaruniakan Allah indera yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya, apabila kita yakin dengan pilihan hidup kita, tanyalah sekali lagi pada Allah, adakah dia ditakdirkan untuk kita, setelah itu serahkanlah semua kepada Allah SWT.
.
Dengan adanya penjelasan ini semoga dapat menambah pengetahuan kita. Dan terus berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Allah yang menentukan jodoh, jadi jika sesuai dengan ciri-ciri jodoh pilihan Allah, maka ta,aruf dan menikahlah sesuai ajaran Islam.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: http://beritarapenpus.blogspot.com

“Masyaa Allah… Ia hanya sedang ingin berbicara mesra tentang kesyukurannya bersuamikan dirimu”

Istri yang selalu nempel saat tidur dia memeluk, saat duduk dia menggenggam, saat berjalan dia menggandeng dan saat jauh dia cepat merindu.
.
Bukan karena istrimu berlebihan pada semua situasi, bukan pula ia sedang menjelaskan kepada dunia bahwa engkau miliknya dan dia milikmu. Tapi cobalah perhatikan, saat dia memilih bahumu ketika hendak ingin tidur, bukan karena bantalnya yang kurang nyaman, tapi mungkin ia ingin merasakan bersandar diatas bahu yang telah banyak memikul amanah tentangnya.
.
Itu kesyukurannya tentang tanggung jawabmu. Coba perhatikan, saat dia memilih menggenggam dan menggandeng tanganmu ketika duduk dan berjalan, bukan karena ia tidak nyaman berada diantara yang lainnya. Tetapi dia ingin saat dia berbicara dan berjalanpun selalu berada dalam penjagaanmu.
.
Tersebab Syaitan menghiasi langkah kakinya dan ketika berbicarapun lisannya kadang tak terjaga. Itu keyakinannya, bahwa kau mampu menghindarkannya dari seburuk-buruknya fitnah.
.
Ketika dia juga terlalu cepat merindu, saat baru sebentar saja kau tidak dengannya. Bukan karena ia tak bisa jauh. Tapi dirimu menjadi satu-satunya tempat ia bercerita, menghabiskan waktu untuk meluapkan kekesalan, dan suka dukanya. Itulah cara dia menjaga aib-aibmu dan juga aibnya agar tidak tercerita kepada mereka yang tidak amanah dalam menjaga rahasia.
.
Duhai suami, sebenarnya istrimu bukan terlalu menempel, ia hanya sedang ingin berbicara mesra tentang kesyukurannya bersuamikan dirimu. Tapi terkadang ia tidak tahu bagaimana caranya. Nikmati, biarkan, karena kelak masa tua dan usia jualah yang kan menjadi pemisah antara sikapnya terhadapmu dan sikapmu terhadapnya.
.
“Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang shalihah, adalah yang tunduk dan taat (qanitat) serta mampu menjaga (hafizhat) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka.” (QS. An-Nisa’:34)
.
Kebahagiaan keluarga akan semakin lengkap bilamana seorang suami memberikan kasih sayang kepada istrinya, menghargai, tidak membentak-bentak, dan menafkahi secara ikhlas. Begitupun dengan seorang istri, ia juga harus memberikan cinta tulus kepada suami dan anak-anaknya. Serta tak lupa menjalankan perintah agama dan mengamalkan sunnah Rasulullah SAW agar kelak kehidupan rumah tangga memperoleh rahmat dari Allah SWT.
.
Salam Hangat, fayda Team
Sumber: https://www.instagram.com

“Cara Memantaskan diri untuk Mendapat Jodoh Impian”

Mempunyai pasangan yang kita idamkan merupakan suatu kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Menemukan seseorang yang bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan yang kita milki merupakan sesuatu yang harus kita syukuri. Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan pasangan yang kita harapkan? Jodoh, banyak yang bilang bahwa jodoh adalah cerminan dari diri sendiri, maka dari itu kita harus lebih memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang kita harapkan.
.
Kedewasaan seseorang tidak diukur dari berapa banyak usia kita, tetapi dari bagaimana cara kita bersikap saat menghadapi dan menyelesaikan masalah. Maka bagi anda yang masih single tidak perlu takut untuk tidak mempunyai jodoh, karena jodoh itu Allah yang mengatur, kita sebagai manusia hanya bisa yakin, mencoba untuk membuka hati dan diri kita, selalu berdoa dan berusaha untuk memantaskan diri. Bagaimana cara memantaskan diri untuk menjemput jodoh yang kita harapkan? Berikut cara memantaskan diri untuk mendapat jodoh impian:

1. Selesaikan apa yang menjadi urusan diri sendiri
Apabila kita belum menyelesaikan pendidikan kita sebaiknya tuntaskanlah terlebih dahulu. Selesaikanlah semua ambisi dan cita-citamu. Bersyukur dengan apa yang telah kamu miliki saat ini. Memaafkan diri sendiri dari kesalah-kesalahan di masa lalu. Bebaskan dari rasa penyesalan dan berdamai dengan diri sendiri. Setelah urusan dengan dirimu selesai barulah ciptakan ruang untuk orang lain.
2. Belajar mencintai diri sendiri
Bagaimana caramu mencintai diri sendiri akan menjadi patokan bagaimana orang lain akan mencintaimu. Walau terdengan sangat klise tapi kata bijak “Cintailah dirimu sendiri sebelum mencintai orang lain” itu memang benar. Kalau kamu tidak mencintai dirimu sendiri bagaimana orang lain akan lebih mencintaimu.
Jangan pernah menempatkan dirimu sebagai objek yang tersakiti, perlakukan dirimu dengan sebaik-baiknya, jadikan dirimu sebagai priorotas utama.
3. Tingkatkan kualitas diri
Ketahuilah apa yang menjadi keinginan terbesarmu, seseorang yang tau apa yang ingin ia capai akan lebih menarik dimata orang lain. Ia yang fokus untuk mengejar impiannya berarti ia sudah mengerti apa yang harus ia lakukan di masa depan. Hal ini akan menjadikan nilau plus untuk calon jodoh anda
4. Jadilah seseorang yang konsisten
Konsisten merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Konsisten merupakan usaha untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang sudah kita mulai dan memberikan kemampuan terbaik. Sama hal nya dengan memilih pasangan atau jodoh, kita harus konsisten dalam memiliih siapa yang akan kita nikahi
5. Kendalikan emosi
Emosi yang meluap-luap akan mengakibatkan sesuatu hal yang buruk, dimana akan mengakibatkan pertengkaran yang hebat. Maka dari itu, kita harus bisa mengendalikan emosi kita untuk dapat menempatkan diri dengan siapapun dan kapanpun. Buatlah agar orang disekelilingmu tidak menjauh karena emosimu yang berlebihan
6. Cobalah untuk terbuka
Keterbukaan sering disalah artikan sebegai minimnya prinsip. Keterbukaan sebenarnya kualitas yang wajib ada dalam diri kamu jika ingin memantaskan diri untuk menyambut jodoh impian. Terbuka disini maksdunya mau mendengarkan masukan dan kritikan dari orang-orang disekitar anda. Jika kamu sudah bisa melatih keterbukaanmu maka secara otomatis kamu menjadi orang yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.
7. Belajar menekan ego
Belajarlah menekan ego dari interaksi dengan keluarga dan teman-temanmu. Saat menghadapi perbedaan sudut pandang dengan mereka, maka ungkapkan pendapatmu sengan santun dan tidak menyinggung perasaan siapapun. Pahami juga bagaiamana posisi mereka untuk melihat sudut pandang lawan bicara anda.
8. Jodoh adalah cerminan diri
Jodohmu adalah cerminan dari dirimu sendiri. Kalau mau mendapatkan pasangan yang baik kamu juga harus menjadi pribadi yang baik.
.
Nah itu sedikit ulasan kami tentang cara bagaimana cara memantaskan diri untuk mendapat jodoh impian, semoga bisa bermanfaat dan mendapatkan jodoh impian yang kalian impikan. Aamiin…..
.
Salam Hangat, MyHayra Fayda Team
Sumber : https://dalamislam.com