“Wahai para Suami.. Romantis itu Sunnah”

Romantis itu sangat dibutuhkan dalam pernikahan. Sebab keromantisan mampu menciptakan pernikahan bahagia dan tahan lama. Semua pasangan pasti ingin selalu romantis bersama pasangannya.
.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Aku dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi SAW.” (HR. Bukhori)
“Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haid, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR. Muslim)
“Dahulu beliau shallahu ‘alaihi wasallam bersandar dipangkuanku sedang aku dalam kondisi haid, lalu beliau membaca Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.
Hilangkanlah rasa jijik didalam rumah tangga dan mulailah membangun suasana romantis dari hal hal yang dianggap sepele sekalipun. Contohilah teladan kita semua, sosok yang mulia, sang pecinta sejati dan romantis dalam lingkungan rumah tangganya, yakni Rasulullah SAW.
.
Kebanyakan pernikahan, hanya terasa “manis” di awalnya saja. Tatkala isteri telah melahirkan, tubuhnyapun tak seindah dulu lagi, tanggungan nafkah pun bertambah, dan biasanya cinta dalam rumah tangga akan mulai memudar pada fase ini. Akhirnya, hubungan rumah tangga semakin tidak harmonis, cek-cok dan pertengkaranpun mulai sering terjadi, tak sedikit yang malah memilih berpisah setelahnya.
.
Selain karena hal-hal tadi, ini juga biasa disebabkan karena tidak adanya suasana romantis yang senantiasa dibangun dalam rumah tangga, meskipun itu hanya hal-hal kecil atau sepele sekalipun.
.
Wahai para suami, ingatlah bahwa hal-hal yang mungkin sepele dimata kita, bisa jadi sangat berkesan dan romantis bagi sang istri. Sebagaimana beberapa contoh sederhana yang dilakukan Rasulullah SAW. Diantaranya adalah, saling memberi hadiah, minum di gelas yang sama, makan sepiring berdua, banyak menghabiskan waktu berdua, atau minimal mencium kening istri sebelum berangkat kerja. Ini semua adalah sunnah yang telah Rasulullah ajarkan.
.
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak keluar, beliau mencium istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”
(HR. Ahmad). Kemudian keponakannya bertanya, wahai bibiku, apakah istri yang engkau maksud adalah dirimu? Wajah Aisyah pun memerah, mengingat masa-masa indah bersama Rasulullah SAW.
.
Sejatinya, bosan atau jenuh, adalah tabiat yang manusiawi. Tak bisa dihilangkan, dan bukanlah suatu aib. Menjadi masalah ketika rasa bosan itu tidak dikelola secara benar, hingga berimplikasi pada dampak yang negatif bagi kelangsungan rumahtangga.
.
Untuk menghindari rasa jenuh pada istri, Berikut cara suami romantis untuk membahagiakan istri:
1. Suami tahu kalau istri sangat suka kue terang bulan. Sesekali, saat pulang kerja, cuaca hujan, mampirlah ke penjual kue itu, belilah untuk istri meski tanpa diminta.
2. Jangan segan untuk sesekali membantu cuci piring dan peralatan dapur, mencuci baju, rapi-rapi dan bersih-bersih rumah.
3. Sesekali buatkan untuk istri segelas susu hangat dan semangkuk mie instant di malam hari saat anak-anak sudah tidur, sambil ngobrol-ngobrol ringan.
4. Rutinkan sholat malam bersama. Entah seminggu 2 atau 3 kali. Selesai sholat, peluklah istri dan kecuplah keningnya. Katakan bahwa Anda mencintainya dan bersyukur bisa hidup bersamanya.
5. Sesekali ajaklah istri jalan-jalan, menikmati tempat wisata. Yang dekat-dekat saja. Yang penting bisa menikmati kebersamaan dengannya.
6. Jangan segan untuk mengucapkan 3 kata: cinta, terimakasih, dan maaf. Tentunya pada sikon yang tepat dan dibutuhkan.
.
Dan untuk menghindari rasa jenuh pada suami, Berikut cara istri romantis untuk membahagiakan suami:
1. Sesekali masaklah yang lebih istimewa dari biasanya dengan menu favorit suami. Konseplah berupa surprise dinner yang menarik.
2. Saat suami terlihat lelah, jangan segan untuk menawarkan diri memijit suami. Lakukan itu dengan tulus dan cinta.
3. Jangan berhenti untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian diri maupun lingkungan tempat tinggal.
4. Jangan ragu untuk sekali waktu membangunkan suami dengan kecupan mesra.
5. Saat suami sedang kurang sehat, jangan malas untuk merawat suami serta menyiapkan apa yang dibutuhkan olehnya.
6. Sesekali, tak ada salahnya melepas kepergian suami untuk beraktivitas dengan dekapan hangat dan doa yang baik.
7. Jangan segan untuk mengucapkan 3 kata: cinta, terimakasih, dan maaf, pada kondisi yang diperlukan.
.
Masyaa Allah mudah bukan, membuat hubungan menjadi harmonis seperti pertama menikah.. Semoga bermanfaat…
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.instagram.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *