Cara Menyayangi Anak Ala Rasulullah SAW

Assalamu’alaikum Bunda shalihat.. 😊😊
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu menyayangi anak-anak ya bun.. Beliau sangat lembut dan memahami perilaku mereka.
.
Beberapa contoh sikap Rasulullah dalam menyayangi anak-anak diantaranya mengajak bermain dan mencium. Contoh: Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).” Merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
.
Demikian juga Anas bercerita bahwa dia pernah berjalan bersama Rasulullah kemudian melewati anak-anak kecil, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka. [HR. muslim].
.
Rasulullah dulu pun pernah menegur seorang ibu. Anaknya sedang bermain dan digendong oleh Rasulullah. Lalu dia pipis mengenai pakaian Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kemudian anak kecil itu segera dimarahi dan direnggut dengan kasar oleh ibunya karena mengencingi Rasulullah. Lalu Rasulullah menegur dan bertanya, “mengapa engkau memarahi dan merenggutnya dengan kasar?” Ibu itu menjawab alasannya. Rasulullah lalu bersabda, “Sesungguhnya baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, namun siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan yang kasar yang telah dilakukan kepadanya.” (HR Muslim)
.
Yuk bunda kita contoh sebaik-baiknya suri tauladan😊😊
.
Taat sejak dini, tuk lahirkan generasi islami.

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : @alilakids

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

#kaoskaki #AkuSudahPakaiKaosKaki #KaoskakiMyHayra #MyHayra

Ukhty lagi sakit? Yuk Lakukan 5 Amalan ini!

Semua makhluk, tak terkecuali manusia pasti pernah merasakan sakit. Sekedar tidak enak badan, sakit ringan, atau sakit parah. Hanya beberapa menit, berhari-hari, bahkan ada yang sampai bertahun-tahun lamanya tidak kunjung sembuh. Karena sakit merupakan konsekuensi dari kurangnya diri menjaga kesehatan dan hampir pasti dialami, ada baiknya jika kita memahami hal ini dengan baik.

Pasalnya, 5 amalan mulia ini kerap ditinggalkan oleh orang yang sakit. Entah karena ketidaktahuan atau karena hal lain.

1. Meyakininya Sebagai Sebuah Ujian. Ketika sedang mengalami sakit, yakinlah bahwa sakit tersebut merupakan satu dari sekian banyak ujian yang Allah Ta’ala berikan pada hambaNya. “Dan jika aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan.” (Qs. asy-Syu’ara’ [26]: 80).

2. Mengadu Hanya KepadaNya. Mengadu kepada sesama makhluk itu tercela. Tapi mengadu kepada sang Khalik, Allah Subhanahu wa Ta’ala Ta’ala merupakan kemuliaan. Bahkan sangat dianjurkan, sebab sebagai manusia kita membutuhkan pertolongan dari sang pencipta, Allah Ta’ala. “Sungguh hanya kepada Allah-lah aku mengadukan segala kesusahan dan kesedihanku.” (Qs. Yusuf [12]: 86).

3. Sabar dan Tabah Menghadapi Sakit. Ketika sedang ditimpa sakit, Banyak yang tidak sabar menghadapinya. Mereka mengeluhkan banyak hal. Hal ini terjadi karena tak ada keyakinan bahwa sakit merupakan sebuah ujian. Padahal jika mampu bersabar, Allah Ta’ala menjanjikan pahala yang tiada batasnya. “Sungguh hanya orang-orang sabarlah yang dicukupkan pahalanya tanpa batas.” (Qs. az-Zumar [39]: 10).

4. Berdoa Dengan Sungguh-sungguh. Jangan sungkan-sungkan untuk memanjatkan doa kepada Zat yang Maha Mengabulkan doa. Sampaikanlah semua harapan dan keinginan hanya kepada-Nya. Bukan hanya doa agar diberi kesembuhan, namun juga doa terkait semua keperluan bahkan doa untuk keluarga, sahabat, dan kaum Muslimin secara umum.

5. Yakin. Inilah amalan yang kerap dilupakan. Meyakini bahwa Allah Ta’ala pasti memberikan hikmah di balik sakit dan kesembuhan setelah sakit. Semua penyakit pasti ada obatnya. Dan Allah-lah sebaik-baik Zat yang Menyembuhkan.

Wallahu A’lam | jangan lupa ingatkan sahabatmu yang lagi sakit.

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : @islamiqpedia

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak

1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid
Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.
Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah: a. Pada usia 3 tahun, ajarkan. kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
b. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.” 2.Mendidik anak tentang Sholat

a). Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.
b). Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.
c). Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

3.Tunaikan Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
a).Memberikan nama yang baik.
b).Mengakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
c). Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

4. Mengenalkan Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

source : mg_alfatih
diskon + promo / more info / order :
0856 2233 120

#kaoskaki #kaoskakimuslimah #myhayra #AkuSudahPakaiKaosKaki

❀❀❀ 10 POLA ASUH UNTUK ANAK CERDAS ❀❀❀

Kecerdasan anak hingga besar nanti dipengaruhi faktor lingkungan dan pola asuh yang diterimanya. Harus bagaimana agar ia tumbuh cerdas? Perhatikan 10 hal ini.

1. Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan.
Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal.

2. Ikuti minat anak.
Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak.

3. Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya.
Berikan anak fasilitas dan kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan.

4. Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi yang benar.
5. Jadilah model yang baik.
Tunjukkan minat Bunda untuk selalu belajar dan menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak.

6. Seringlah bertanya kepada anak.
Ajukan beberapa pertanyaan kepada anak yang akan memancingnya untuk memberi jawaban berupa penjelasan yang juga merangsangnya untuk adu argumentasi.

7. Beri kesempatan mengambil keputusan.
Membiasakan anak untuk mengambil keputusan akan melatih anak untuk belajar sebab-akibat serta tanggung jawab.

8. Tingkatkan kesempatan bersosialisasi.
Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar mengekspresikan perasaannya.

9. Cukupi kebutuhan gizinya.

10. Jaga kesehatan anak.
Olahraga atau latihan fisik tidak hanya membuat tubuh anak sehat, tapi juga membuat dia cerdas!

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : @pakupayungclub

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

#kaoskaki #AkuSudahPakaiKaosKaki #KaoskakiMyHayra #MyHayra

TABARRUJ Penyakit Muslimah Zaman Now!

Dalam istilah bahasa Arab, Pamer Kecantikan dikenal dengan istilah tabarruj. Tabarruj berarti seorang wanita yang menampakkan sebagian dari tubuh dan perhiasannya. Ada yang mengatakan, tabarruj diambil dari penampakan wanita, ada juga yang berpendapat diambil dari kata burjun yang berarti istana- dan istana seorang wanita adalah rumahnya. .
.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.. (QS. Al-Ahzab: 33).

Berbagai dalil, baik dari Al-qur’an maupun As-Sunnah serta ijma ulama menunjukkan haramnya tabarruj. Hal ini karena Tabarruj dapat menyingkap aurat, merusak akhlak, dan menyelewengkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Tabarruj bisa berupa tersingkapnya hijab (penutup) dan menampakkan sebagian anggota tubuh ke hadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Bisa juga dengan seorang wanita yang melenggang berjalan di kerumunan lelaki non mahram dengan aroma parfum yang semerbak. Atau, menghentakkan kaki agar tersingkap perhiasan yang sebelumnya tertutupi. Atau, di era modern ini, wanita sering sekali memamerkan kecantikannya di Sosmed. Semua itu menjadi pemantik yang bisa menjurus kearah perzinaan. Bahayanya lebih parah daripada sekadar saling memandang.

Tabarruj bisa juga dengan bercampurnya laki-laki dengan perempuan dan saling pegang di antara keduanya. Demikian pula wanita dengan wanita yang menyerupai laki-laki, atau meniru gaya wanita non muslimah.

Rasulullah telah menerangkan bahwa wanita seperti itu merupakan calon penghuni neraka.
Imam Abu Hanifah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat. Yaitu golongan yang memegang cemeti seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang mirng. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”.

Mudah-mudahan Allah Swt merahmati kita semua dengan rasa malu yang kuat.

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : @islamiqpedia

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

#kaoskaki #AkuSudahPakaiKaosKaki #KaoskakiMyHayra #MyHayra