Bolehkah Baby dan Bridal Shower dalam Islam ?

Saat ini baby shower dan bridal shower tengah marak dan menjadi tren di kalangan milenial. Saat ini baby shower dan bridal shower tengah marak dan menjadi tren di kalangan milenial. Mereka mengadapakan pesta sebelum kelahiran bayi atau sebelum hari pernikahan. Sebetulnya, dari mana adat baby shower dan bridal shower tersebut dan bagaimana Islam memandangnya?

Bridal shower mulai membudaya pada tahun 1980an. Saat itu, bangsa Barat biasa melakukan bridal shower untuk membantu finansial calon pengantin. Hal ini sesuai dengan legenda bridal shower yang mengisahkan seorang pemuda baik hati ditolong para warga dengan banyak hadiah karena kehilangan hartanya di hari sebelum pernikahannya.

Namun dalam perkembangannya, acara tersebut sudah jauh berbeda. Saat ini, bridal shower menjadi acara yang lebih mirip dengan pesta. Pun bridal shower yang mulai tren di Indonesia bberapa tahun terakhir.
Bridal shower yang dilakukan masyarakat kini cukup banyak bertentangan dengan ajaran Islam. Sedikitnya ada tiga aspek yang membuat bridal shower sebagai ritual pra nikah yang tak sesuai dengan risalah Rasulullah. Berikut tiga hal tersebut sebagaimana disarikan dari radioislam.org.za.

1. Pemborosan

Mengadakan acara bridal shower, meski sekedar mengundang beberapa teman dekat, membutuhkan uang yang cukup banyak. Hal ini tak senada dengan ajaran Islam yang memasukkan sifat boros sebagai akhlak tercela. Bahkan pemboros disebut sebagai kawan syaithan. Allah berfirman, “Dan janganah kamu menghamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan.” (QS. Al Isra’: 26-27).

Selain itu, bridal shower juga merepotkan orang-orang yang diundang karena mengharuskan mereka membawa hadiah untuk calon pengantin wanita. Alhasil, si calon pengantin mengharapkan hadiah-hadiah mahal ataupun uang yang cukup banyak dari teman-temannya. Hal ini termasuk dalam memberatkan sesama muslim.

2. Menyerupai Orang Kafir

Kedua, bridal shower juga termasuk tasyabuh atau meniru kaum kafir. Mengingat ritual tersebut bermula dari bangsa Barat non muslim yang kemudian menjadi tradisi mereka. Padahal Rasulullah sangat melarang keras umatnya untuk meniru kaum kafir karena dengan meniru selangkah dua langkah dapat menjerumuskan muslimin ke dalamnya.

Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, dia termasuk mereka (kaum tersebut).” (HR. Abu Dawud). Hadits lain datang dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Kalian pasti akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta. Meski mereka masuk ke dalam lubang dhabb (biawak), kalian pun memasukinya.” Para shahabat lalu bertanya, “Apakah yang dimaksud Yahudi dan Nashrani?” Rasulullah menjawab, “Siapa lagi (kalau bukan mereka)?” (HR. Mutafaqun ‘Alaih).

3. Bukan Sunnah Rasulullah

Acara kumpul calon pengantin wanita dengan teman-temannya sebelum nikah berbeda dengan kebiasaan para muslimah di era Rasulullah. Kebiasaan atau sunnah Rasulullah bagi wanita adalah berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan yang penting. Selain itu, Rasulullah juga selalu mengajarkan kesederhanaan, termasuk sederhana dalam menikah. Adapun bridal shower justru jauh dari sifat sederhana baik dari segi riasan atau tampilan, ucapan, dan tindakan.

Muslimah semestinya meneladani para shahabiyah yang belajar langsung dari Rasulullah, dan bukan mengikuti tren dan budaya orang kafir. Pernikahan Fathimah Az Zahra kiranya cukup menjadi pelajaran dan tuntunan. Putri Rasulullah menikah dengan Ali bin Abi Thalib dengan sebuah walimah yang sederhana, tanpa pesta apalagi bridal shower.

Dikisahkan, Ali bin Abi Thalib bukanlah pemuda yang banyak harta. Ia kemudian diminta Kaum Anshar untuk melamar Fathimah putri Rasulullah. Rasulullah pun menyambut Ali setelah menolak banyak sekali lamaran shahabat yang lain. Tak lama kemudian diadakan walimah dengan bantuan kaum Anshar yang memberikan domba, gandum, dan sebagainya. Jamuan pun dihidangkan kepada muslimin yang hadir, mereka mendoakan pasangan Fathimah-Ali, lalu pulang. Pernikahan tersebut berlangsung amat sangat sederhana.

Bagaimana dengan Baby Shower?

Sebagaimana bridal shower, baby shower pun merupakan budaya barat yang biasa diadakan kaum kafir. Bayak yang menganggapnya sebagai budaya tujuh bulanan ala Amerika. Seorang wanita hamil mengundang teman-temannya sebelum hari kelahiran jabang bayi.

Dalam laman islamqa disebutkan, melakukan sebuah tradisi masyarakat tidaklah mengapa asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan tidak meniru kaum kafir. Lalu bagaimana dengan baby shower? Apakah baby shower dalam Islam diizinkan?

Dalam budaya Islam, tak ada acara khusus menyambut kelahiran bayi, kecuali setelah bayi itu lahir. Kelahiran bayi disambut dengan aqiqah, yakni menyembelih kambing atau domba untuk setiap kelahiran bayi, seekor untuk bayi wanita dan dua ekor untuk bayi laki-laki. Daging sembelihan itu kemudian dimasak dan dibagikan pada tetangga dan kerabat. Kiranya cukuplah syariat tersebut menjadi ajang kebahagiaan memiliki buah hati.

Rasulullah bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ketujuh, dicukur gundul (rambut kepalanya), dan dinamai (bayi itu) dengan nama yang baik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi).

Salam Hangat MyHayra Tim,
source : muslimahdaily.comㅤ

more info :
0812 2003 7877

Ingin terlindungi dari keburukan, Bacalah Ayat Kursi di 3 waktu utama ini!

Seperti yang kita tahu, ayat kursi diketahui dapat melindungi kita dari hal-hal buruk atas izin Allah. Selain itu, bacaan ayat kursi menjadi amalan baik bagi kita umat manusia agar lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta.
.
Berikut ini adalah tiga waktu untuk membaca ayat kursi, yaitu:
.
1. Ketika Pagi dan Petang. Sebuah hadits menjelaskan bahwa barang siapa yang melafalkan ayat kursi pada petang hari maka ia akan dilindungi oleh Allah dari gangguan apapun hingga pagi hari. Sedangkan, jika ia melafalkan ayat kursi pada pagi hari maka ia juga akan dilindungi hingga petang harinya. Amalan ayat kursi akan membuat hidup kita lebih tenang karena kita dilindungi sesuai dengan ajaran Rasulullah.
.
2. Setelah Shalat Fardhu. Sebuah hadits berisi jika kita melafalkan ayat kursi setelah shalat fardhu atau shalat lima waktu maka tidak ada yang menghalangi kita untuk masuk ke surga. Maksudnya ialah, ketika kita mati dan semasa hidup telah mengamalkan ayat kursi dan membacanya setalah shalat lima waktu maka ia akan masuk ke surga tanpa halangan apapun.
.
3. Sebelum Tidur. Waktu ini dijelaskan dalam hadits tentang Abu Hurairah yang diajarkan oleh syaitan untuk membaca ayat kursi sebelum tidur, agar tidak diganggu olehnya, dan ini dibenarkan oleh Rasulullah S.A.W.
.
.
Sebagai seorang muslim, sebisa mungkin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk lebih mengingat Allah. Meskipun semua ayat Allah memiliki manfaat, ayat kursi memiliki keutamaan yang bisa kita gunakan sebagai amalan sehari-hari.
.
.
Semoga bermanfaat

salam hangat, MyHayraTim
source: via renunganislam.com | #islamiQpedia
_____________________________ㅤ
more info :
0812 2003 7877

yang mana yang utama bagi Wanita, Sholat di Rumah atau di Mesjid?

Manakah yang lebih baik, shalat wanita berjamaah di masjid ataukah shalat sendirian di rumah?. Jawabannya, shalat bagi wanita yang terbaik adalah di rumahnya.
.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Shalat seorang wanita di kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat wanita di kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari shalatnya di kamarnya.” (HR. Abu Daud).
.
Istri dari Abu Humaid As-Sa’idi, yaitu Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersamamu.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,“Aku telah mengetahui hal itu bahwa engkau sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun shalatmu di dalam kamar khusus untukmu (bait) lebih utama dari shalat di ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) (HR. Ahmad).
.
Namun perlu diketahui jika wanita ingin melaksanakan shalat berjama’ah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutupi aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang. Dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bahwasanya: “Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR. Muslim, no. 442).
.
Terus Apakah jika wanita ikut shalat berjama’ah di masjid akan mendapatkan pahala 27 derajat? Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam Fath Al-Bari (4: 34) menyatakan bahwa hadits shalat laki-laki dengan berjamaah akan dilipatgandakan menunjukkan bahwa shalat wanita tidak dilipatgandakan ketika dilakukan secara berjamaah. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal.
.
Wallahu a’lam

salam hangat, MyHayraTim
kontribusi : @islamiqpedia
diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

TABARRUJ Penyakit Muslimah Zaman Now!

Dalam istilah bahasa Arab, Pamer Kecantikan dikenal dengan istilah tabarruj. Tabarruj berarti seorang wanita yang menampakkan sebagian dari tubuh dan perhiasannya. Ada yang mengatakan, tabarruj diambil dari penampakan wanita, ada juga yang berpendapat diambil dari kata burjun yang berarti istana- dan istana seorang wanita adalah rumahnya. .
.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.. (QS. Al-Ahzab: 33).

Berbagai dalil, baik dari Al-qur’an maupun As-Sunnah serta ijma ulama menunjukkan haramnya tabarruj. Hal ini karena Tabarruj dapat menyingkap aurat, merusak akhlak, dan menyelewengkan perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Tabarruj bisa berupa tersingkapnya hijab (penutup) dan menampakkan sebagian anggota tubuh ke hadapan laki-laki yang bukan mahramnya. Bisa juga dengan seorang wanita yang melenggang berjalan di kerumunan lelaki non mahram dengan aroma parfum yang semerbak. Atau, menghentakkan kaki agar tersingkap perhiasan yang sebelumnya tertutupi. Atau, di era modern ini, wanita sering sekali memamerkan kecantikannya di Sosmed. Semua itu menjadi pemantik yang bisa menjurus kearah perzinaan. Bahayanya lebih parah daripada sekadar saling memandang.

Tabarruj bisa juga dengan bercampurnya laki-laki dengan perempuan dan saling pegang di antara keduanya. Demikian pula wanita dengan wanita yang menyerupai laki-laki, atau meniru gaya wanita non muslimah.

Rasulullah telah menerangkan bahwa wanita seperti itu merupakan calon penghuni neraka.
Imam Abu Hanifah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum aku lihat. Yaitu golongan yang memegang cemeti seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang mirng. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga, padahal bau surga dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”.

Mudah-mudahan Allah Swt merahmati kita semua dengan rasa malu yang kuat.

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : @islamiqpedia

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

#kaoskaki #AkuSudahPakaiKaosKaki #KaoskakiMyHayra #MyHayra

 

Tips & Trik Biar Ga Jadi Muslimah Baperan

Baper, alias bawa perasaan, adalah istilah yang mengemuka beberapa waktu belakangan. Entah siapa yang membuatnya pertama kali, yang jelas istilah ini cocok disematkan pada orang-orang yang perasa, atau mudah terbawa perasaannya saat menghadapi sesuatu.

Baper untuk konteks peristiwa yang dapat menggugah kepedulian, tentu sangat positif. Namun tidak demikian halnya jika baper terjadi untuk hal-hal sepele.

Baper dalam hal mudah tersinggung atau terlalu sensitif terkadang membuat orang lain yang berinteraksi dengan kita menjadi tidak nyaman. Seringkali kita harus sangat berhati-hati agar orang tersebut tidak marah, tersinggung, sedih dan sebagainya. Bagi kita para muslimah, persoalan baper seringkali berawal dari hal sepele yang kemudian meledak menjadi hal besar. Jika hal ini membuat situasi dan kondisi kita menjadi kontraproduktif, pastilah kita perlu mengetahui cara mengatasi atau mensiasatinya. Apalagi, sebagai perempuan, baperan sering dipengaruhi hormon yang singgah secara rutin setiap bulannya. Jadi gimana dong biar gak jadi muslimah baperan?? Yuuk, simak tips and tricknya berikut ini!

1. Bersikaplah santai
Girls, gak semua hal perlu disikapi secara serius. Barangkali teman kita memang hanya bercanda dan tidak bermaksud melukai. Jadi, santai saja selama memang tidak melanggar batas. Sebagai muslim, kita diajak Rasulullah untuk bersikap lapang dada terhadap saudara seiman. Namun, jika memang sikap teman kita dirasa sudah kelewat batas, boleh saja kita baper, tentu dengan cara yang tepat. Apakah kita harus marah-marah padanya? Atau, mendiamkannya? Ingat, pikirkan konsekuensi dari setiap respon yang kita berikan.

2. Berpikir dengan logis
Baper adalah pekerjaan emosi yang seringkali mencuat pertama kali dalam menerima stimulus dari luar. Maka ijinkanlah logika mengambil alih setiap stimulasi yang hadir. Diam sejenak adalah salah satu cara mengijinkan logika bekerja. Karena emosi sifatnya spontan dan cenderung liar jika dibiarkan, akan sangat baik sekali apabila kita mengambil jeda, agar spontanitasnya lebih terkendali.

3. Tarik nafas panjang, duduk dan berdzikirlah
Berhenti dan diam sejenak dapat membantu kita mengatasi perasaan yang teraduk-aduk. Tariklah nafas panjang beberapa kali, hembuskan perlahan-lahan, dan lafadzkan kalimat taawudz sepenuh hati. “A-udzubillaahi minasy syaithaanirrajim…”. Jika belum berhasil juga, ubah posisi dari berdiri menjadi duduk, dari duduk menjadi berbaring. Jika belum stabil juga, berwudhulah. Dan jika belum berhasil juga, shalat sunnahlah 2 rakaat. Insya Allah resep ini akan membuat hati kita lebih tenang.

4. Menjauh sejenak
Jika berbagai cara belum juga berhasil menenangkan hati kita yang baperan ini, beranjak menjauh sejenak dapat meredam perasaan yang bergejolak. Dengan berjarak, kita dapat berpikir lebih jernih. Dengan berjarak, kita juga bisa menenangkan diri dari situasi yang kacau. Setelah tenang, kita dapat mendekat lagi pada sumber kebaperan dan bersikap lebih bijak.

5. Bertoleransilah, karena tak ada yang sempurna
Terkadang banyak hal yang tidak kita sukai, ternyata ada pada teman-teman kita. Kita tidak suka caranya berbicara yang ceplas-ceplos. Kita tidak nyaman mendengarnya sering marah-marah. Kita tidak senang melihat kebiasaan buruknya yang menyulitkan diri sendiri dan bahkan orang lain.
Tetapi kemanapun kita melangkah, percayalah bahwa pasti ada saja sifat buruk orang lain yang tidak kita suka. Hubungan yang awet terjadi karena kita berlapang dada terhadap segala kekurangan, dan mentolerir hal-hal yang seharusnya memang dimaafkan. Ingat, tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini. Jadi daripada kita sibuk baper, berikan ruang dalam hati dan pikiran kita untuk menerima sahabat kita apa adanya. Berikan ruang untuk ketidaknyamanan yang terjadi di dunia ini, agar hati kita tidak mudah lelah. Bukankah kebahagiaan yang sempurna hanya ada di surga?

6. Komunikasikan
Yes. Daripada kamu misuh-misuh di belakang, lebih baik ungkapkan terus-terang apa yang mengganjal. Mengatakan secara terbuka dan berkonfrontasi terang-terangan, akan lebih membuka jalan mencari solusi dan rekonsiliasi, daripada diam dan menyimpan api dalam sekam. Awalnya memang tak mudah, apalagi jika kita adalah tipe orang yang suka memendam perasaan. Namun coba deh sekali saja, setelah itu mungkin temanmu akan marah atau berbalik tidak terima. Tetapi setelah itu, jika kalian berhasil melewatinya, ukhuwah dan persahabatan ini pasti akan semakin erat, insya Allah  terkadang konflik kita butuhkan untuk menjadi cara semakin mengenali diri satu sama lain. Tapi jangan lama-lama yaa bertengkarnya, maksimal 3 hari saja 😉

7. Siapa suka cewek baperan?
Dear, percayalah bahwa orang yang terlalu sensitif itu cukup rumit untuk dijadikan teman apalagi sahabat. Sikapnya yang mudah tersinggung akan membuat ukhuwah gampang rusak dan persahabatan tidak awet. Maka, berilah toleransi, bersikaplah lebih sabar, serta jadilah muslimah yang easy-going terhadap sahabatmu yang mungkin menyebalkan. Ingat, suatu saat bisa jadi mereka yang sebal dengan dirimu, dan rasakanlah, siapa suka cewek baperan?

Mudah-mudahan sekarang sudah lebih ngeh ya soal baper-baperan ini. Muslimah yang ceria, penyabar dan tak mudah bawa perasaan, pasti sangat menyenangkan dijadikan teman. Yuk mulai dari diri sendiri sekarang juga!

Salam Hangat,
MyHayra Tim
source : elmina.id

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

#kaoskaki #AkuSudahPakaiKaoskaki #MyHayra