Biar Doa Lekas Terkabul!

Salah satu perwujudan kebaikan terhadap sesama muslim adalah mendoakan kebaikan untuk orang lain di saat dia tidak hadir, tanpa sepengetahuan dia.
.
Mungkin sebagian orang berat melakukannya, padahal mendoakan kebaikan untuk orang lain manfaatnya juga kembali kepada dirinya. Karena malaikat akan mengaminkan doanya dan untuk dia juga.
.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”
(Shahiih Muslim kitab adz-Dzikr wad Du’aa’ wat Taubah wal Istighfaar bab Fadhlud Du’aa’ lil Muslimiin bi Zhahril Ghaib (IV/ 2094 no. 2733 (88))
Jadi, nggak akan rugi kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, keluarga, kerabat, teman, dan kaum muslimin secara umum.Karena insyaallah kebaikan juga akan sampai kepada kita juga. Maka ini secara tidak langsung berdoa untuk kita sendiri, dan termasuk doa yang mustajab insyaallah. .
Allah Ta’ala memuji orang-orang yang hidup belakangan mendoakan orang-orang sebelum mereka, memintakan ampunan untuk mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”[Al-Hasyr: 10]
.
wallahu a’lam
yuukk doakan kebaikan untuk orang lain!

Salam Hangat, MyHayra Tim
source : @rizkylukylollasari Via Ust. Agus Santoso | channel bimbingansyariah

diskon + promo / more info / order :
0812 2003 7877

Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak

1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid
Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.
Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah: a. Pada usia 3 tahun, ajarkan. kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
b. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.” 2.Mendidik anak tentang Sholat

a). Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.
b). Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.
c). Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

3.Tunaikan Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
a).Memberikan nama yang baik.
b).Mengakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
c). Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.

4. Mengenalkan Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

source : mg_alfatih
diskon + promo / more info / order :
0856 2233 120

#kaoskaki #kaoskakimuslimah #myhayra #AkuSudahPakaiKaosKaki