Amalan-Amalan Untuk Wanita Yang Sedang Haid

Amalan-Amalan Untuk Wanita Yang Sedang Haid

Muslimah Cuti Juga Bisa Panen Pahala Lhoo di bulan suci Ramadhan ini … Yuk, intip tips-tips berikut…
Kali ini kita akan mengupas *kayak mangga* tuntas bagaimana sih seorang muslimah bisa panen pahala dalam keadaan haid? Pasti pada bingung kan ? Banyak orang yang saat ini bisa panen pahala, bebas sholat, puasa, baca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Lalu yang lagi diberi istirahat sama Allah, harus ngapain donk? Masa Cuma duduk diam sambil mengkhayal bakal dapet panenan tanpa berusaha? Gak mungkin kan?
Saatnya kita untuk menerima ikhlas keadaan setiap wanita, karena wanita begitu istimewa. Allah telah memberikan keistimewaan kepada wanita melebihi lelaki. Bukankah seorang lelaki harus lebih hormat 3 kali kepada ibu daripada bapak? Bukankah seorang ibu adalah wanita? Nah, gimana nih caranya walaupun haid masih bisa panen pahala berlipat ganda? Yuk, intip tips-tips berikut.
Beberapa tips yang dapat sahabat muslimah lakukan untuk tetap meraup pahala berlimpah meski si merah menghampiri, di antaranya:
1. Sedekah
Sedekah tidak harus berwujud uang. Sedekah juga bisa berwujud lain, misalnya saja dengan senyuman. Jangan salah, senyum adalah sedekah yang paling mudah, namun pahalanya Masya Allah, tiada terkira. So, sudah berapa senyuman yang kau berikan untuk saudaramu hari ini?
2. Membaca buku agama dan pengetahuan
Salah satu kriteria wanita sholihah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmunya dan semangat mengajak orang lain untuk mengajarkan ilmunya. Dengan demikian, kita tidak terhalang untuk mendapatkan begitu banyak pahala, meskipun kita tidak bisa shalat dan berpuasa. Kita sepantasnya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang bermanfaat di dunia hingga akhirat.
3. Mendengarkan murottal
Ada dari kita yang meyakini bahwa membaca Al-Quran saat haid adalah diperbolehkan. Jadi, bagi yang mengambil keyakinan ini, tetaplah bertilawah. Bila yang meyakini pendapat lain (tidak memperbolehkan tilawah saat haid), jangan khawatir ya ukhti, kita masih bisa mendapatkan pahala membaca Al-Qu’an dengan mendengarkan murottal, bisa juga sambil menghafal ayat Al-Qur’an, murojaah, atau membaca terjemah.
4. Perbanyak dzikir, berdo’a, dan bershalawat
Masih ingat kan tentang waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a?. Bagi para muslimah yang masih diberi keringanan oleh Allah untuk sejenak istirahat dari aktivitas ibadah kepada-Nya, masih boleh kok kalau berdzikir dan berdo’a. Lalu, muncul pertanyaan, dzikir dan do’a yang bagaimana? Bukankah banyak dzikir dan do’a yang diadopsi dari Al-Qur’an?
Betul sekali, meskipun wanita haid tidak diperbolehkan sholat atau membaca Al-Qur’an (menurut beberapa pendapat ulama), tapi Rasulullah menganjurkan wanita untuk memperbanyak do’a dan dzikir agar terhindar dari godaan syetan yang terkutuk. Mari kita perbanyak dzikir, memanjatkan do’a, membaca tasbih-tahmid-takbir, bershalawat serta memperbanyak istighfar.
5. Menjaga diri dari hal yang sia-sia
Tetap melatih kebersihan hati dan menjaga ahlak baik. Rasulullah Saw. bersabda, “bertakwalah di manapun kalian berada dan berbuatlah kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan, perlakukanlah orang-orang dengan ahlak baik.” (H.R Ahmad)
Karena kita sedang tidak bisa melaksanakan ibadah yang mengharuskan kita dalam keadaan suci, maka hendaklah kita tidak menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia. Kita bisa mengingatkan saudara kita untuk beramar ma’ruf nahi munkar, kita dapet pahala juga lho muslimah. Jadi, yuk muslimah-muslimah yang masih rehat, jangan hanya duduk diam melihat saudaranya yang ketika adzan sudah berkumadang masih nongkrong di depan TV atau bahkan malah ikut-ikutan nogkrong (oh itu tidak boleh -_-), sekali-kali tegur donk, masa mau ketemu sang Kekasih masih ogah-ogahan? Gak banget kan? Ayo, berlomba-lomba menuju kebaikan dan taqwa. Fastabiqul Khoirot.
6. Menghadiri majelis ilmu
Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim muslimah, bahkan sangat dianjurkan oleh Baginda Nabi Rasulullah SAW. Menuntut ilmu bagi wanita haid dapat dilakukan dengan cara mengunjungi majelis-majelis ilmu, karena dalam suatu majelis ilmu akan hadir para malaikat-malaikat yang mendo’akan orang-orang yang hadir dalam majelis ilmu tersebut. Membaca buku-buku bermanfaat, mendatangi taklim, majelis ilmu atau sekadar mendengarkan ceramah dari berbagai media. Naah thu…membaca buku juga termasuk kriteria menuntut ilmu lho.
7. Perbanyak Istighfar
Saat kita sedang haid pun perbanyaklah beristighfar, kita manusia pastilah tidak luput dari kesalahan dan dosa. Meskipun ketika haid kita tidak bisa melaksanakan sholat taubat untuk memohon ampun pada Allah, kita masih bisa beristighfar sebanyak-banyaknya. Semoga Allah dapat mengampuni kita. Aamiin
Demikian beberapa hal yang bisa seorang wanita lakukan saat haid. Ingat, jangan pernah bersedih, menyesali diri, dan sebagainya. Sebab semua terjadi berdasarkan kehendak Allah. Toh, jika sedang tidak suci bukan berarti hilang kesempatan meraih pahala berlimpah. Allah itu Maha Adil, Maha Melihat, Maha Pengasih-Penyayang, sekaligus Maha Pemberi Perhitungan. Jangan pernah berburuk sangka pada-Nya, karena Allah berdasarkan prasangka hamba-Nya dan Allah lebih mengetahui segala yang terbaik bagi kita.
Nah, itu dia amalan-amalan yang bisa muslimah lakukan saat dirinya tengah mengambil masa cuti yang rutin diberikan oleh Allah. Jadilah muslimah yang tangguh yang mampu menghadapi tempaan badai kehidupan, tetaplah menjadi muslimah yang ridha dan ikhlas akan segala keterbatasan yang dimiliki. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan. Bahwa wanita itu HEBAT.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : http://assalamsumbar.com
“Pahala Membaca AL-Qur’an di Bulan Ramadhan”

“Pahala Membaca AL-Qur’an di Bulan Ramadhan”

Setiap amalan yang dilakukan di bulan Ramadhan tentu dinilai dan mendapat pahala lebih banyak lagi hingga berlipat lipat, termasuk mengaji terlebih mengaji ialah amalan shaleh yang di dalamnya terdapat usaha untuk memahami dan mendalami Al Qur’an. Apa saja pahala tersebut? Yuk simak artikelnya.
.
1. Pahala Berlipat ganda
Jika di bulan lain mendapat pahala per hurufnya ialah 10 kebaikan, di bulan Ramadhan bisa berlipat hingga 700 kali sesuai dengan niat dan usahanya. “Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Swt. berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim).
2. Pahala lebih banyak di setiap huruf
“Semua amalan anak adam akan dilipatgandakan (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Swt. berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim).
3. Pahala hati yang tenang
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan tidaklah berkumpul sekelompok orang di rumah dari rumah Allah yang membaca kitabullah serta saling mempelajarinya di antara mereka, kecuali diturunkan atas mereka ketenangan dan dilimpahkan rahmat, dan dikelilingi malaikat serta Allah akan menyebut mereka di sisi-Nya.” (HR. Muslim / 2699).
4. Didoakan malaikat
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang mahir membaca al Qur’an bersama malaikat yang terhormat, dan yang membaca al Qur’an sedangkan ia terbata-bata serta mengalami kesulitan maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari / 4937 dan Muslim / 798).
5. Pahala syafaat dihari kiamat
Dari Abi Umamah al Baahili radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah al Qur’an maka ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi yang membacanya.” (HR. Muslim / 804). Pahala mengaji di bulan Ramadhan akan membuat yang melakukan terhindar dari azab karena mendapat syafaat dari Rasulullah.
.
Demikian artikel kali ini, semoga mudah dipahami dan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan amal kebaikan di bulan Ramadhan.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com
“Hal hal yang membatalkan Puasa”

“Hal hal yang membatalkan Puasa”

Ibadah Puasa adalah salah satu dari Rukun Islam yang ke-3 yang wajib dilaksanakan oleh umat islam di bulan Ramadhan. Tidak hanya saat puasa Ramadhan saja umat islam dapat berpuasa, macam macam puasa sunnah pun bisa dilakukan di bulan-bulan lainnya. Ada sangat banyak sekali manfaat pelaksanaan ibadah puasa, terutama puasa ramadhan yang selama satu bulan penuh dilaksanakan umat islam.
.
Secara perintah islam, puasa merupakan salah satu ibadah untuk manusia menahan hawa nafsunya mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Di saat waktu-waktu itu orang yang berpuasa tidak diperbolehkan makan dan minum juga berhubungan suami-istri. Orang yang berpuasa di bulan ramadhan, juga harus memenuhi syarat sah puasa mulai dari : beragama islam, menahan diri dari batalnya puasa, suci haidh dan nifas, mummayiz, dan adanya niat.
.
“Orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat, makan dan minumnya” (HR Bukhari dan Muslim)
.
Ada banyak bentuk hawa nafsu, termasuk nafsu jabatan, nafsu terhadap materi dan lain sebagainya. Tetapi, di dalam puasa Allah melatih umat islam untuk tahan akan godaan nafsu yang rendah tingaktannya, yang paling mudah sebetulnya untuk dikendalikan. Jika godaan nafsu yang kecil mampu ditepis, nafsu-nafsu lain pun akan mampu dikendalikan karena terbiasa mengendalikannya saat berpuasa, khususnya puasa di bulan Ramadhan karena waktunya penuh selama satu bulan.
.
Apa saja sih yang membatalkan ibadah puasa? Dalam melaksanakan puasa yang berpahala, tentunya bisa batal jika puasa tersebut melanggar atau melaksanakan hal-hal yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Untuk itu, berikut hal-hal yang membatalkan puasa:
1. Makan dan Minum
Makan dan Minum adalah hawa nafsu yang juga perlu dikendalikan. Bisa kita lihat bagaimana orang-orang yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu terhadap makan dan minum. Mereka akan mendapatkan banyak penyakit, kegemukan, atau menjadi malas karena mengantuk. Bagi yang memiliki penyakit maag, sebagaimana penyakit maag harus makan tepat waktu, justru dengan puasa bisa melatih juga. Tetapi bagi yang sudah akut, Allah memberikan keringan bagi mereka yang sakit, dengan cara membayarnya di luar ramadhan atau membayar fidyah.
Untuk itu jika ada yang melanggar puasa dengan makan dan minum, sehingga tujuan berpuasa sudah tidak tercapai. Maka puasanya batal dan harus menggantinya di hari lain di luar bulan ramadhan (karena wajib). Untuk itu muslim yang batal harus mengganti puasanya.
2. Melakukan Hubungan suami istri
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa” (QS Al-Baqarah : 187)
Di dalam puasa berhubungan suami istri atau berhubungan sexual adalah hal yang dapat membatalkan puasa pula. Hal ini pun sebagaimana makan dan minum. Jika ia berhubungan baik dengan pasangan yang sah sekalipun, artinya tujuan puasa tidak mampu dicapai. Padahal, maksud berpuasa adalah untuk menahan hawa nafsunya.
3. Mengeluarkan madzi atau air mani secara sengaja
Bisa saja seseorang dalam keadaan berpuasa dia mengeluarkan air mani atau madzi. Jika dilakukan karena kesengajaan dan tidak mampu menjaga hawa nafsunya, maka batal lah puasanya. Kesengajaan itu disebabkkan seperti karena melakukan masturbasi, berciuman, berpegangan dengan lawan jenis, atau melihat aurat lawan jenis secara sengaja, hingga timbul hasrat atau nafsu maka bata puasanya. Ia harus mengganti atau meng-qada puasanya di hari lain setelah ramadhan. Jika dalam kondisi yang tidak sengaja bahkan tidak diinginkan, karena keluar air mani/madzi secara tiba-tiba, tanpa kesengajaan atau hal lain di luar kendali maka tidak batal lah puasanya. Termasuk orang yang tertidur kemudian bermimpi basah, hal ini tidak membatalkan puasanya, karena dalam kondisi tidak sadar dan di luar kendalinya, terjadi saat tidur.
4. Keluarnya darah haid dan nifas
Haid adalah salah satu larangan berpuasa bagi kaum wanita. Para ulama mahdzab fiqh menyepakati bahwa keluarnya darah haid dan nifas membuat seorang wanita tidak boleh berpuasa. Imam Nawawi, seorang ulama hadist mengatakan bahwa, “Kaum muslimin sepakat bahwa wanita haid dan nifas tidak wajib shalat dan puasa dalam masa haid dan nifas tersebut.” (Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim, 3/250). Untuk itu jika wanita yang sedang berpuasa, lalu keluarlah darah haid dan nifas maka batal-lah puasanya. Untuk itu ia wajib untuk meng-qada atau mengganti puasanya setelah ramadhan.
5. Muntah dengan sengaja
Muntah adalah Mengeluarkan makanan atau minuman dari purut melalui mulut. Hal ini membuat seseorang akhirnya batal berpuasa. Hal ini sebagaimana disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)
.
Cara pelaksanaan puasa Ramadhan bukan hanya menunda makan, minum, dan kebutuhan biologis. Hawa nafsu dalam diri manusia bukanlah suatu yang harus dihilangkan, ia harus tetap ada namun harus ditempatkan pada posisi yang tepat. Untuk itu, agar ibadah puasa tidak mudah batal ada hal berikut yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Memperbanyak Ibadah
Dalam bulan puasa memperbanyak ibadah adalah suatu keharusan. Dengan memperbanyak ibadah, maka seorang muslim akan banyak untuk mengingat Allah, mengingat hukum-hukum Allah, mengingat kebaikan, dan mengondisikan dalam suasana yang penuh pada ketundukan pada Allah. Untuk itu, dengan banyak ibadah, maka umat islam akan banyak mengingat Allah dan memperbanyak pahala bukan hanya sekedar mengingat keinginan-keinginan hawa nafsu dan memperturutkannya terus menerus.
2. Mengalihkan dengan aktivitas produktif
Selain dengan beribadah, maka aktivitas produktif lainnya pun bisa dilakukan saat berpuasa. Hal ini sebagaimana pengalihan. Semakin banyak aktivitas dan kesibukan seseorang, maka dia akan fokus dan terlibat pada aktivtias-nya tersebut. Jika tanpa aktivitas produktif tentunya akan sulit seseorang lepas dari keinginan-keinginan hawa nafsu dan segala bentuk hasrat yang menggodanya.
Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com
“Pusat Kesenian dan Produksi Angklung di Bandung”

“Pusat Kesenian dan Produksi Angklung di Bandung”

Sekarang liburan ke Bandung bisa sekaligus belajar musik lho. Kalian pernah tahu Saung Angklung Udjo? Yap itu dia tempat wisata yang sedang ramai dikunjungi orang dari pulau jawa sampai turis luar negeri. Musik yang dimainkan adalah musik khas dari Jawa Barat yaitu Angklung. Wah.. Bandung memang gak pernah kebahisan tempat menarik yaa
.
Bandung ini memang kota yang penuh dengan kreatifitas dan kesenian. Sesuai dengan nama tempatnya, Saung Angklung Udjo ini didirikan oleh soerang Udjo Ngalagena didampingi oleh istrinya tercinta Ibu Uum Sumiati. Saung Angklung Udjo adalah satu-satunya tempat di Bandung yang menjadi pusat dari kesenian angklung yang sekaligus memproduksi angklung. Wah orang Bandung harus bangga dong?
.
Inilah juga yang kemudian pada akhirnya menjadikan Saung Angklung Mang Udjo sebagai salah satu pusat pendidikan dan penelitian angklung, kesenian dan kebudayaan Sunda yang ada di Bandung. Bisa dibilang, tempat ini adalah tempat yang keren di Bandung! Setuju nggak?
.
Siapapun pasti setuju sih, karena mang Udjo Dengan kreatifitasnya bisa menyatukan budaya dan alam sekaligus. Saung Angklung Udjo ini juga berhasil menyita banyak perhatian turis baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri dengan Saung Angklung Mang Udjo.
.
Hal itu bisa dibuktikan dari setiap kegiatan pertunjukan angklung di Saung Angklung Udjo yang selalu penuh dengan para wisatawan lokal dan mancanegara. Wajar, selain menarik, lokasinya juga sangat mudah ditemukan. Bisa dibilang Saung Angklung Udjo ini adalah tempat yang tepat dan tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandung untuk menikmati keunikan alat musik tradisional yang berasal dari bambu. Selamat berlibur
.
Salam Hangat, Fayda Team

“Sholat Sunnah Rawatib”

“Sholat Sunnah Rawatib”

Salah satu hikmah dan rahmat Allah kepada hambanya adalah disyariatkannya ibadah tambahan berupa amalan sunah. Amalan sunah dikerjakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah yang wajib. Salah satu amalan sunah di dalam ibadah shalat yang paling utama adalah menjalankan shalat sunnah rawatib.
.
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu (shalat lima waktu). Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Qobliyah. Sedangkan shalat sunnah Rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah.
.
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“ Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “ Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
.
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: “ Nabi SAW tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR. Al-Bukhari no. 1183)
.
Shalat sunnah rawatib dibagi menjadi 2 bagian:
1. Shalat sunnah rawatib Mu’akkad
Bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Mengenai jumlah shalat sunnah rawatib mu’akkad ada 12 rakaat: 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat zuhur, 2 atau 4 rakaat sesudah shalat zuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah isya
2. Shalat sunnah rawatib Ghoiru Mu’akkad
Shalat sunnah rawatib ghoiru mu’akkad ini adalah jenis shalat sunnah rawatib yang kurang ditekankan. Berikut adalah jumlah shalat sunnah ghoiru mu’akkad: 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar, 2 rakaat sebelum maghrib, 2 rakaat sebelum isya
.
Niat sholat sunnah rawatib ada 2, yaitu:
1. Ushallii sunnatash shubhi (jika dikerjakan subuh) rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’alaa (Sebelum sholat fardhu)
2. Ushallii sunnatal isyaa’i (jika dikerjakan isya) rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’alaa (Sesudah sholat fardhu) Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.dream.co.id
“Meraih Pahala dengan Memasak”

“Meraih Pahala dengan Memasak”

Memasak merupakan aktifitas yang banyak dilakoni oleh para wanita sejak dahulu. Meski sekarang tidak sedikit laki-laki yang handal memasak, namun dalam kehidupan rumah-tangga, memasak tetap harus diperani oleh seorang wanita atau istri.
.
Seorang istri yang pintar memasak akan membuat suaminya betah di rumah dan enggan membeli makanan di luar. Masakan yang enak bisa menjadi salah satu perekat cinta seorang suami kepada sang istri. Bahkan memasak dan menyiapkan makanan untuk menyenangkan suami bisa menjadi ladang pahala, jika hal itu diniatkan untuk ibadah kepada Allah.
.
Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa apabila seorang istri menyiapkan makanan suaminya di pagi hari, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berhaji dan umrah. Dalam riwayat yang lain Nabi juga menyatakan bahwa apabila seorang istri membuatkan makanan untuk suaminya dan si suami memakannya, maka si istri akan dijauhkan dari siksa api neraka. Masih banyak lagi keutamaan pahala bagi seorang istri jika dia melayani suaminya. Oleh karena itu, salah satu ciri istri shalihah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi semua yang disukai oleh suaminya selama tidak dalam bermaksiat kepada Allah Swt.
.
Memang sedikit merepotkan bagi seorang istri. Mempersiapkan, peralatan dan bahan. Ditambah lagi dengan keharusan membereskan semua peralatan setelah selesai. Namun semua kelelahan ini akan segera berganti dengan kebahagiaan ketika suami dan anak-anak kita menyantap masakan kita dengan lahap.
.
Pada bulan yang penuh rahmat, barokah dan ampunan ini, pahala yang tak terbayangkan apabila seorang isteri menyiapkan santapan berbuka dan sahur untuk keluarga dengan penuh kesabaran dan mengharap keridhoan dari Allah Swt.
.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi para istri. Kita memohon pertolongan kepada Allah agar selalu memberi kita kemudahan dalam menunaikan tugas-tugas kita sebagai seorang istri. Aamiin. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: http://telaahsantri.blogspot.com

“Wanita Haid Tidak Puasa, tetapi dapat Pahala? Gimana Caranya?”

Kehadiran bulan Ramadhan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap umat islam yang beriman. Kehadiran bulan Ramadhan bukan saja menjadi ajang untuk mempersiapkan lebaran, melainkan menunggu bulan spesial yang didalamnya Allah lipat gandakan pahala.
.
Di bulan ini juga setan-setan terbelenggu dan manusia diperintahkan untuk fokus beribadah. Tentu saja ibadah di bulan ini adalah hal spesial karena ada ibadah yang dilaksanakan khusus hanya bulan ramadhan yaitu puasa ramadhan dan shalat tarawih.
.
Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam QS Al Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
.
Selain itu, disampaikan juga oleh Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
.
Akan tetapi, di bulan spesial ini ada satu kondisi di mana wanita tidak bisa melaksanakan shalat dan puasa dikarenakan berhalangan atau mendapatkan haid. Untuk itu diharamkan untuk melaksanakan shalat dan puasa. Dengan kondisi seperti ini, apa yang bisa wanita lakukan agar bulan Ramadhan-nya tetap khusuk dan pahala tetap mengalir?
.
Ketika wanita muslimah mendapatkan haidh, tentunya diharamkan untuk ia berpuasa atau melaksanakan shalat. Tentu saja bukan berarti saat seorang wanita haid, tidak bisa beribadah atau mendapatkan pahala. Ada sangat banyak sekali ibadah yang bisa dilakukan karena ibadah di hadapan Allah bukan hanya shalat dan puasa. Berikut adalah ibadah yang bisa dilakukan saat wanita haidh, di bulan Ramadhan.
1. Membaca Al-Qur’an
Sebagian ulama mengatakan bahwa wanita haid juga tidak boleh membaca Al Quran. Akan tetapi, sebagian yang lain memperbolehkan. Membaca Al-Quran saat haidh, tujuannya adalah bukan hanya sekedar membaca melainkan mentadaburi bacaannya. Bagi yang meyakini bahwa saat haid tidak boleh membaca Al-Quran, maka bisa menghantinya dengan membaca tafsirnya atau membaca terjemahannya saja. Akan tetapi, jika meyakini bahwa membaca Al-Quran adalah boleh saat haid, maka bisa dilakukan juga membaca al-qur’an yang ada artinya dan menghayatinya.
2. Berdzikir
Berdzikir juga membantu kita untuk terus dalam semangat islam dan semangat ramadhan. Walaupun tidak boleh melaksanakan shalat wajib, tetapi dzikir dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya tentu tidak dilarang. Karena berdzikir adalah hal yang Allah perintahkan setiap saat dan dilakukan kapanpun. Ritual dzikir tentu tidak sama dengan shalat. Untuk itu, dzikir bisa dilakukan saat aktivitas kapanpun. Bahkan sebelum tidur, bangun tidur, saat waktu luang kita melakukan dzikir mengingat Allah dengan bacaan yang sederhana. Hal ini dikarenakan substansi dari dzikir adalah mengingat Allah dan mengagungkan Allah. Saat kita melihat pemandangan indah sekalipun, kita bisa mengingat Allah dan merasakan kebesarannya.
3. Menyiapkan berbuka puasa dan sahur
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
Saat ramadhan walaupun tidak berpuasa, mencari amalan dan pahala kebaikan bisa kita lakukan. Salah satunya adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah di atas yaitu dengan memberikan buka puasa bagi yang membutuhkan. Selain itu menyiapkan sahur untuk keluarga dan juga memberikan berbuka puasa pada keluarga bisa merupakan amalan yang baik.
4. Bersedekah
Bersedekah adalah amalan yang baik dan memberikan manfaat banyak pada orang lain. Dengan sedekah tentu juga bisa mengurangi beban dan penderitaan orang lain. Tentu saja kebahagiaan akan muncul dari kita yang suka bersedekah dan berbagi kebaikan. Tidak ada alasan bagi kita yang tidak berpuasa untuk tidak melakukan amalan. Sedekah dihadapan Allah tidak dinilai dari seberapa besar/kecilnya tapi dari pengorbanan dan keikhlasan kita. Yang baik adalah yang memberikan sesuai dengan kemampuan dan hartanya.
5. Menghindari Ghibah
Walaupun sedang tidak berpuasa ghibah tetap harus dihindari. Ghibah adalah aktivitas yang sering kali dilakukan oleh wanita, sadar ataupun tidak. Untuk itu, harus dihindari agar tidak terjadi kelalaian, keasyikan berghibah hingga lupa ibadah.
.
Semoga kita dapat melaksanakan amalan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya walaupun sebagai wanita ada masa haidh atau masa berhalangan. Tetapi, itu semua tidak boleh menyurutkan langkah dan niat ibadah kita, karena haidh tidak menghalangi kita untuk melaksanakan amalan-amalan islam lainnya. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com
“Tips Puasa Ramadhan untuk Ibu Hamil”

“Tips Puasa Ramadhan untuk Ibu Hamil”

Puasa ramadhan wajib hukumnya bagi umat islam terkecuali bagi beberapa golongan termasuk ibu hamil, menyusui serta anak-anak. Masa kehamilan adalah salah satu masa kritis yang dialami oleh seorang wanita dimana ia membutuhkan banyak nutrisi yang berguna tidak hanya untuk menjaga kesehatan tubuhnya akan tetapi untuk mendukung tumbuh kembang sang janin. Ibu hamil tidak diwajibkan berpuasa sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa ibu hamil membutuhkan cukup nutrisi dan apabila berpuasa dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan dan perkembangan janin. Ibu hamil boleh tidak berpuasa dan bisa mengganti atau mengqadha puasa dihari lain atau bisa juga dengan membayar fidyah (memberi makan fakir miskin).
.
Meskipun demikian, apabila ibu hamil tetap ingin berpuasa maka hal itu tidak dilarang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berat badan dan perkembangan otak bayi yang lahir tidaklah dipengaruhi oleh kondisi ibunya yang sedang berpuasa. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa serum darah ibu hamil saat berpuasa meskipun berbeda kandungannya, tidak berbahaya sama sekali terhadap janin. Kondisi ibu hamil memang menjadi kendala dalam berpuasa dan seringkali ibu hamil tidak dapat menjalankan ibadah puasa karena merasa lemah. Jika anda seorang wanita yang sedang hamil dan ingin berpuasa maka ikuti Tips Puasa Ramadhan untuk Ibu Hamil berikut ini agar tetap bisa berpuasa secara optimal dan tidak mengganggu kehamilan :
1. Konsultasi Dokter
Sebelum berpuasa, ada baiknya untuk mengkonsultasikannya dengan dokter anda. Konsultasi tersebut sangatlah penting karena dengan berkonsultasi maka dokter bisa memberikan saran dan memberi masukan apakah anda tetap bisa berpuasa atau tidak. Jika dokter memastikan bahwa berpuasa tidak menjadi masalah bagi anda maka anda dapat meneruskannya namun apabila dokter berpendapat bahwa berpuasa bisa mengganggu kondisi anda maka sebaiknya jangan dilakukan. Beberapa kasus ibu hamil memang rentan terhadap penyakit khususnya anemia dan hal ini bisa berakibat buruk pada sang janin karena saat berpuasa kondisi anemia tersebut bia semakin parah.
2. Minum banyak cairan
Sebelum berpuasa disarankan agar ibu hamil meminum banyak air putih untuk menjaga cairan dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Minumlah banyak air putih dalam beberapa hari sebelum berpuasa dan minumlah saat sahur. Hal ini bisa menjaga kondisi bayi dalam rahim anda agar terhindar dari bahaya dehidrasi. Untuk menghindari lemas dan anemia, ibu hamil juga bisa meminum susu dan jus saat sahur. Meskipun demikian ibu hamil tetap boleh makan makanan manis atau takjil saat berbuka puasa.
3. Konsumsi banyak sayur dan buah
Ibu hamil sering mengalami sembelit dan wasir hal ini bisa berakibat buruk jika dibiarkan terutama saat berpuasa. Konsumsi sayur dan buah amatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janinnya terutama kesehatan pencernaan. Selama berpuasa buah dan sayur bisa dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa.
4. Hindari makan yang pedas
Makanan yang pedas juga harus dihindari ibu hamil terutama saat berpuasa. Makanan pedas bisa merangsang produksi kelenjar asam pada lambung serta melukai usus. Makanan pedas juga memicu diare dan menghalangin penyerapan nutrisi dalam tubuh.
5. Istirahat yang cukup
Setiap hal baik yang dilakukan saat berpuasa dapat mendatangkan pahala termasuk tidur. Tidur juga sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Saat istirahat tubuh akan mengembalikan energi dan membuat ibu hamil merasa lebih nyama terutama saat berpuasa.
6. Hindari konsumsi kafein
Beberapa wanita khususnya ibu hamil mungkin akan sulit mengubah kebiasaan mengkonsumsi kafein. Kafein adalah zat stimulan yang biasanya terkandung dalam kopi, teh, cokelat dan soda. Mengkonsumsi kafein memang dapat menstimulasi kerja otak namun bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil dan janinnya. Hindari mengkonsumsi kafein saat sahur ataupun berbuka puasa. Minuman kola dingin atau capucino memang menggoda namun sebaiknya hilangkan itu dari pikiran anda.
7. Perhatikan gejala yang muncul
Saat berpuasa mungkin akan timbul beberapa gejala yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil. Jika menemukan gejala muntah, diare yang disertai sakit perut, mimisan, lemas, pusing atau keringat berlebih sebaiknya ibu hamil membatalkan puasanya.
.
Berpuasa memang bisa meningkatkan rasa iman kita kepada Allah SWT terutama jika dilakukan dengan rasa ikhlas. Kondisi ibu hamil yang sehat tidak akan menjadi halangan dalam menjalankan puasa. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan saat kehamilan amatlah penting. Selama berpuasa ibu hamil dapat meningkatkan ibadah dengan membaca Al-qur’an, dan berdzikir serta berdoa untuk anak dalam kandungannya.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

“Do’a Berbuka Puasa”

“Do’a Berbuka Puasa”

Salah satu amalan diperintahkan dalam Islam adalah berpuasa yaitu menahan diri dari makan, minum serta semua yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
.
Selain itu, ibadah puasa di bulan ramadhan adalah momen yang sangat baik untuk meningkatkan amal ibadah kita. Salah satunya kita tidak hanya mengamalkan dan melafalkan doa buka puasa, namun juga bergerak untuk bersedekah.
.
Seperti apa niat berbuka puasa sesuai sunnah? Berikut ini penjelasan lengkapnya. Sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang doa berbuka puasa,
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.” (HR. Abu Daud no 2357)
.
Kapan doa ini diucapkan? Umumnya doa terkait perbuatan tertentu, dibaca sebelum melakukan perbuatan tersebut. Doa makan, dibaca sebelum makan, doa masuk kamar mandi, dibaca sebelum masuk kamar mandi. Nah, apakah ketentuan ini juga berlaku untuk doa di atas?
Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:
“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah. doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka.” (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com)
.
Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428.
Karena itu, urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah:
1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
2. Mulai berbuka
3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah
.
Sebagai muslim yang baik, selayaknya kita cukupkan doa setelah berbuka dengan doa yang shahih ini, dan tidak memberi tambahan dengan redaksi yang lain. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://konsultasisyariah.com
“Keliling Dunia dalam Sehari di Small World Purwokerto”

“Keliling Dunia dalam Sehari di Small World Purwokerto”

Tempat wisata yang menghadirkan suasana luar negeri memang selalu berhasil menarik perhatian wisatawan, selain karena unik, sepertinya memang banyak wisatawan lokal yang ngebet ke luar negeri tapi budget belum mencukupi. Dan ini dia destinasi wisata ala-ala luar negeri yang paling baru, paling lengkap, dan paling keceh, Small World Taman Miniatur Dunia di Purwokerto. Jadi gak perlu jauh jauh, dan gak perlu mahal mahal deh melihat berbagai bangunan yang masuk dalam kategori keajaiban dunia seperti ini.
.
Sebagai wahana rekreasi sekaligus edukasi, Small World ini memiliki banyak sekali miniatur bangunan terkenal dari seluruh dunia, seperti Kincir Angin khas Belanda dengan bunga tulipnya, Patung Merlion, Twin Tower, Big Ben, Colosseum, Angkorwatt, Menara Eiffel, Kinkakuji, Taman Bunga Sakura, Opera House Sidney dan banyak lainnya.
.
Eitss tak lupa, Small World ini juga ada karya dari Indonesia seperti Rumah Tradisional dari daerah Sumatera dan Papua dengan rumah Honai, Tugu Monas, Patung Soedirman dan ada Miniatur Bundaran HI juga loh.
.
Objek wisata yang baru dibuka pada bulan Juli lalu ini juga memiliki panorama yang indah, ditengah uniknya berbagai miniatur bangunan dunia kita akan disuguhi pemandangan Gunung Selamet yang gagah. Selain itu, di Small World juga terdapat playground kids, jadi anak-anak bisa bermain bebas dibawah langit biru.
.
Untuk berkeliling dunia di Small World ini harga tiket masuk juga sangat terjangkau. Dan kalian yang masih bingung mau liburan kemana, Small World ini bisa jadi solusinya loh.. Happy Weekend.
.
Salam Hangat, Fayda Team