Sunnah Sebelum Tidur

Berikut Sunnah sebelum tidur :

  1. Sebisa mungkin membiasakan tidur di awal malam (tidak sering begadang) jika tidak ada kepentingan yang bermanfaat.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa   sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan  ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

  1. Membaca surah al ikhlas,an nas,al falaq

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

  1. Tidurlah dalam keadaan berwudhu.

Hal ini berdasarkan hadits Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat,     lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

  1. Tidur berbaring pada sisi kanan.

Hal ini berdasarkan hadits di atas. Adapun manfaatnya sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Tidur berbaring pada sisi kanan dianjurkan dalam Islam agar seseorang tidak kesusahan untuk bangun shalat malam. Tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat pada jantung. Sedangkan tidur pada sisi kiri berguna bagi badan (namun membuat seseorang semakin malas)” (Zaadul Ma’ad, 1/321-322).

  1. Niat bangun tahajud

Temen temen tahu gak apa sih manfaat nya kita sholat tahajud ?, ternyata sholat tahajud itu adalah lampu untuk menerangi kita di dalam kubur.

  1. Membaca do’a sebelum tidur

Dari Hudzaifah, ia berkata, “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

Salam Hangat, MyHayra Team

Tips Menyimpan Daging Qurban Agar Tahan Hingga Lebih Dari 1 Tahun

TIPS MENYIMPAN DAGING QURBAN YANG BENAR:
(Agar tetap terjaga kualitasnya)

Bismillah … Sahabatku sekalian
Ini sedikit Tips dari dr. Nanung Danar Dono, Ph.D.
Dir. Halal Center
Fakultas Peternakan UGM
Simak dan ikuti ya…

1. Sebelum disimpan, daging qurban jangan dicuci. Jika dicuci pakai air kran, kuman-kuman bisa masuk dan tinggal di dalam pori-pori daging. Itu bisa merusak kualitas daging. Nyucinya kalo pas mau dimasak saja.

2. Jika dapat daging banyak, jangan menyimpan daging utuh 2-4 kg di dalam freezer. Cara yg benar, potong daging kecil-kecil, lalu simpan di dalam plastik-plastik berukuran 1/2 kg atau 1 kg. Jika mau masak, ambil satu kantong kecil, biarkan yg lain tetap beku di dalam freezer. Kalo kayak gini daging bisa kuat sampai 1 tahun loh. Wow.

3. Sebelum disimpan di freezer, simpan daging (mampir dulu) di dalam kulkas yg sejuk selama 4-5 jam. Setelah dingin, baru dimasukkan ke dalam lemari es (freezer).

4. Jika mau masak daging beku, jangan mencairkan es daging atau daging beku menggunakan air panas. Cara yg benar adalah letakkan daging beku tersebut di bawah air kran suhu normal (dalam keadaan daging masih terbungkus rapat dalam plastik). Setelah daging kembali empuk, buka plastik, cuci daging hingga bersih, tiriskan, lalu siap dimasak.

Baarakallah
Semoga bermanfaat

Sebarkan ke saudara kita semoga menjadi amal jariyah

Jazaakumullahu khairan
🌼🍀🌺🌸🍁☘🌻🌹

Salam Hangat, MyHayra Team

5 Tips Untuk Muslimah Yang Baru Berhijab

5 Tips Untuk Muslimah yang Baru Berhijab
Agar tetap istiqomah, coba baca tips-tips bagi muslimah yang baru memutuskan berhijab berikut ini :
 
1. Pilih Style Sesuai Kepribadian
Berhijab, berarti melakukan perubahan pada hidup kita. Oleh karena itu, pilih style berhijab sesuai dengan kepribadian namun tetap memperhatikan syariat Islam ya.
 
2. Pilih Model Kerudung yang Simpel
Belum terbiasa berhijab, mungkin akan mengalami kesulitan ketika memakai kerudung. Sebaiknya pilih model jilbab yang simpel dan mudah dikenakan agar tidak ribet hanya karena masalah kerudung. Kalau masih merasa kesulitan memakai kerudung segi empat atau pashmina, pakai kerudung instan atau bergo saja dulu. Model kerudung instan atau bergo sekarang lucu-lucu loh.
 
3. Siapkan Kerudung Warna Netral
Baru memutuskan berhijab, wajar kalau kita belum memiliki banyak jilbab atau kerudung. Kalau memiliki cukup dana, beli beberapa kerudung sekaligus agar bisa dipakai bergantian. Namun bila dana terbatas, sebaiknya beli kerudung warna netral terlebih dulu agar bisa dipadupadankan dengan busana apapun.
 
Nah, sambil sedikit demi sedikit membeli busana hijab, untuk sementara ‘daur ulang’ saja dulu busana yang dimiliki sebelum berhijab.
 
4. Gabung Komunitas Hijab
Selain menambah saudara baru, bergabung dengan komunitas hijab juga bisa meningkatkan istiqomah dan keimanan kita loh.
Bagaimanapun, lingkungan memang sangat mempengaruhi. Kalau teman-teman kita berhijab, insyaa Alloh hati kita juga tergerak untuk berhijab karena ada perasaan malu dan tidak enak kalau tidak berhijab sendiri. Selain itu, di komunitas hijab pasti banyak agenda yang akan menumbuhkan semangat kita untuk istiqomah.
 
5. Luruskan Niat Berhijab
Di samping semua hal di atas, yang utama adalah meluruskan niat berhijab kita yaitu untuk memenuhi kewajiban sebagai muslimah.
Perintah berhijab datang langsung dari Allah, jadi wajib kita laksanakan. Kalau bisa, jadikan pula diri kita sebagai inspirasi atau penggerak bagi muslimah lain yang belum berhijab. Wah itu insyaa Allah pahalanya besar banget.
 
Nah itu tadi tips-tips agar semakin percaya diri dan mantap berhijab.
 
Semoga kita selalu istiqomah ya,.. Aamiin…
 
Salam Hangat, MyHayra Tim
Source : moeslema.com

Cara Menahan Emosi dalam Islam

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar anda saudaraku? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin. Baik Kali ini saya akan membagikan sebuah informasi yang Insya Allah bermanfaat untuk anda, yaitu mengenai masalah emosi manusia. Masalah amarah dan olah emosi yang bisa jadi menyesatkan manusia.
 
Emosi, adalah salah satu cara syetan dalam menyesatkan manusia. Emosi adalah sifat dasar setan yang mana manusia tidak patut memilikinya. Menjadi manusia sabar memang susah, namun agama Islam menuntut agar kita berusaha menjadi orang yang sabar dalam menghadapi kehidupan ini. Segala masalah harus dihadapi dengan kepala dingin. Emosi hanya menambah rumit masalah. Salah satu cara menahan emosi dalam Islam adalah dengan membaca doa dan amalan tertentu, dimana setelah kita berdoa maka hati menjadi lebih tenang.
 
Saking pentingnya menahan emosi, Islam sangat menekankan kepada umat manusia untuk berhati-hati ketika tengah emosi. Banyak hadist yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar manusia tidak mudah terpancing emosi. Bahkan Allah menjanjikan Surga bagi orang yang mampu menahan amarahnya, dimana bunyi hadist Nabi tersebut yaitu :
“Jangan marah, bagimu surga.” (HR. Thabrani dan dinyatakan shahih dalam kitab shahih At-Targhib no. 2749)
Kadang kita melihat orang yang emosi akan merusak apapun yang ada di sekitarnya, misalnya membanting gelas, piring, benda-benda lain bahkan memukul orang yang ada di sekitarnya. Parahnya lagi, kadang ia mengeluarkan kata-kata kotor yang tak amat dibenci Allah. Mari kita pelajari cara menahan emosi dalam Islam berikut ini.
 
Tips dan Cara Menahan Emosi dalam Islam
 
Ada beberapa cara menahan emosi melalui doa, adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
 
1. Baca Taawudz.
Segera memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk yaitu dengan membaca ta’awudz : A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM.
 
Hal ini sesuai dengan ajaran atau anjuran Rasulullah melalui hadistnya yang berbunyi :
Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)
 
2. Kedua, Usahakan Diam dan Jaga Lisan.
Cara menahan emosi berikutnya adalah dengan menjaga lisan. Diamlah ketika marah, jangan bicara kepada siapapun. diam merupakan cara mujarab untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar. hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang berbunyi :
“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).
 
3. Mengambil posisi lebih rendah
Kecenderungan orang emosi adalah nada tinggi, oleh karenanya coba ambillah posisi lebih rendah. Jika anda tengah berdiri, coba duduklah, jika anda duduk maka berbaringlah. Cara menahan emosi ini sesuai dengan hadist Rasulullah yang berbunyi :
Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).
 
4. Segera berwudhu atau mandi
Cara mengendalikan emosi paling disarankan Rasulullah adalah dengan mengambil wudhu atau mandi. Segeralah wudhu ketika marah maka lihat, emosi anda akan segera mereda dan hati menjadi lebih sejuk. Ada baiknya anda melaksanakan solat sunnah 2 rakaat, misalnya solat hajat, dhuha atau tahajud jika memang sudah waktunya. Atau msialnya anda belum melaksanakan solat wajib maka segeralah solat wajib.
 
Dari hadist Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu :
Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)
 
5. Ingatlah hadist tentang nikmatnya orang yang mampu menahan emosi.
 
Ketika anda marah atau emosi silahkan ingat hadist Ibnu Umar berikut ini :
Siapa yang menahan emosinya maka Allah akan tutupi kekurangannya. Siapa yang menahan marah, padahal jika dia mau, dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat.(Diriwayatkan Ibnu Abi Dunya dalam Qadha Al-Hawaij, dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
 
Itulah cara menahan emosi dan mengendalikan emosi dalam Islam. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.
 
Salam Hangat, MyHayra Team
www.masrukhan.net
 

Do’a Minta Pertolongan Dari Sifat Malas

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.’’

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

Faedah dari hadits di atas:
1. Dianjurkan untuk membiasakan do’a tersebut.
2. Do’a tersebut berisi permintaan agar kita diberi keselamatan terhindar dari sifat-sifat jelek yang disebutkan di dalamnya.[1]
3. Do’a tersebut berisi permintaan agar kita tidak terjerumus dalam sifat-sifat jelek tersebut.[2]
4. Meminta perlindungan dari sifat ‘ajz, yaitu tidak adanya kemampuan untuk melakukan kebaikan. Demikian keterangan dari An Nawawi rahimahullah.[3]
5. Meminta perlindungan dari sifat kasal, yaitu tidak ada atau kurangnya dorongan (motivasi) untuk melakukan kebaikan padahal dalam keadaan mampu untuk melakukannya. Inilah sebagaimana yang dijelaskan oleh An Nawawi rahimahullah.[4] Jadi ‘ajz itu tidak ada kemampuan sama sekali, sedangkan kasal itu masih ada kemampuan namun tidak ada dorongan untuk melakukan kebaikan.
6. Meminta perlindungan dari sifat al jubn,artinya berlindung dari rasa takut (lawan dari berani), yaitu berlindung dari sifat takut untuk berperang atau tidak berani untuk beramar ma’ruf nahi mungkar.[5] Juga do’a ini bisa berarti meminta perlindungan dari hati yang lemah.[6]
7. Meminta perlindungan dari al harom, artinya berlindung dari kembali pada kejelekan umur (di masa tua). Ada apa dengan masa tua? Karena pada masa tua, pikiran sudah mulai kacau, kecerdasan dan pemahaman semakin berkurang, dan tidak mampu melakukan banyak ketaatan.[7]
8. Meminta perlindungan dari sifat bukhl, artinya berlindung dari sifat pelit (kikir). Yaitu do’a ini berisi permintaan agar seseorang bisa menunaikan hak pada harta dengan benar, sehingga memotivasinya untuk rajin berinfak (yang wajib atau yang sunnah), bersikap dermawan dan berakhlak mulia. Juga do’a ini memaksudkan agar seseorang tidak tamak dengan harta yang tidak ada padanya.[8]
9. Meminta perlindungan dari siksa kubur.
10. Menunjukkan adanya siksa dan fitnah kubur, karena bagaimana mungkin sesuatu yang dimintai perlindungan, namun hal itu tidak ada. Sungguh mustahil!!! Ibnu Hajar Al Makki mengatakan, “Dalam doa perlindungan terhadap siksa kubur ini terdapat bantahan telak terhadap Mu’tzilah yang mengingkari adanya siksa kubur.”[9]
11. Meminta perlindungan dari fitnah (cobaan) ketika hidup dan mati. Ibnu Daqi Al ‘Ied mengatakan, “Fitnah kehidupan adalah fitnah yang dihadapi manusia semasa ia hidup yaitu berupa fitnah-fitnah dunia (harta), fitnah syahwat, kebodohan dan yang paling besar dari itu semua –semoga Allah melindungi kita darinya- yaitu cobaan di ujung akhir menjelang kematian. Sedangkan fitnah kematian yang dimaksud adalah fitnah ketika mati. Fitnah kehidupan bisa kita maksudkan pada segala fitnah yang ada sebelum kematian. Boleh jadi fitnah kematian juga bermakna fitnah (cobaan) di kubur.”[10]

Semoga sajian yang singkat ini bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Salam Hangat, MyHayra Team
Sumber : www.rumaysho.com
________________________________________
[1] Nuhzatul Muttaqin Syarh Riyadhus Sholihin, Dr. Musthofa Sa’id Al Khin dkk, hal.1007, Muassasah Ar Risalah.
[2] Idem.
[3] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 17/28, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi.
[4] Idem.
[5] Aunul Ma’bud, Al ‘Azhim Abadi Abuthh Thoyib, 4/289, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah.
[6] Nuhzatul Muttaqin, hal. 1007.
[7] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/28-29.
[8] Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17/30.
[9] Aunul Ma’bud, 3/94.
[10] Aunul Ma’bud, 3/95.

Tips Menghabiskan Masa Liburan Secara Islami Dengan Menciptakan Baiti Jannati Sesuai Budget

Rumus umum dalam perbuatan seorang muslim adalah terikat syariat.  Salah satu tanda keimanan seseorang adalah tidak melakukan hal yang sia-sia.  Oleh karena itu perlu untuk membuat jadwal agenda liburan. Jadi liburan bukanlah sekedar membuang waktu, tetapi diisi dengan amal sholeh baik yang wajib, sunnah atau mubah.  Bukan dengan perbuatan yang makruh apalagi haram.

Jadi apa saja yang bisa kita lakukan saat liburan?

Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menciptakan baiti jannati sesuai budget

Liburan tidak harus identik dengan bepergian keluar rumah/kota yang harus mengeluarkan banyak biaya.  Liburan juga bisa dinikmati di rumah.  Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di rumah seperti:

  1. Bersih-bersih rumah

Bisa mempercantik tampilan rumah dan menjaga kesehatan penghuninya. Seluruh anggota keluarga bisa melakukan kerja bakti untuk membersihkan rumah.

  1. Menciptakan restoran di rumah

Dengan membuat ruang makan/dapur lebih nyaman, membuat daftar menu sebulan, belajar menjadi chef hebat, belajar memasak dan membuat kue.

  1. Menciptakan hotel di rumah

Dengan menata barang-barang di ruang tidur/ruang keluarga/ruang tamu/kamar mandi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih nyaman dan menarik.

  1. Bongkar lemari

Kita bisa menyortir isi lemari untuk memilih mana yang perlu disimpan dan mana yang bisa disumbangkan kepada mereka yang memerlukan

  1. Perpustakaan Rumah

Bagi yang hobi membaca, bisa baca buku yang belum sempat dibaca.  Lengkapi koleksi buku dan bacaan kita dengan berburu bacaan bermanfaat di toko buku, bazaar, seminar, atau pinjam untuk menambah keimanan dan wawasan.

  1. Browsing Situs Islami

Bagi yang hobi berselancar di dunia maya, punya kesempatan untuk membaca situs-situs Islami online yang mempublish beragam berita ke Islaman dan pengetahuan.  Bahkan dapat diunduh secara gratis.  Seperti http://www.innomuslim.comhttp://www.suara-islam.comhttp://www.hidayatullah.comhttp://www.harunyahya.comhttp://www.voa-islam.com, dll, Sehinga kita dapat menambah ilmu.  Kita juga bisa mempercantik blog pribadi.

  1. Nonton bareng film Islami dan edukatif

Tonton koleksi film islami dan edukatif yang belum pernah ditonton sebelumnya, atau bisa juga tonton ulang film islami yang dapat memberikan motivasi dan semangat bagi kita.

  1. Mengevaluasi kesempurnaan pelaksanaan kewajiban agama

Orangtua dapat mengechek pelaksanaan sholat anak: bacaan. gerakan, arti, pemahaman, hikmahnya.  Chek bacaan Qur’an anak apakah sudah sesuai dengan tajwid.

  1. Mengajarkan keterampilan

Belilah buku tentang suatu ketrampilan, lalu praktekkan bersama dan hasilnya bisa menambah aksesori koleksi pribadi atau untuk memberikan hadiah kepada temannya.

  1. Latihan menulis

Bagi yang hobi jurnalistik bisa membuat beberapa tulisan untuk koleksi pribadi atau dikirim ke media masa.

 

Salam Hangat, MyHayra Team

Sumber : noorzammy.wordpress.com

Tujuh Adab Menyambut Gerhana Bulan Dalam Islam

Sebagian tanda keagungan Allah tampil pada fenomena alam, seperti gerhana bulan atau gerhana matahari. Dua kejadian tersebut menjadi bagian dari ayat kauniyah yang biasanya dibedakan dari ayat qauliyah (Al-Qur’an). Ayat berarti tanda. Maksudnya, representasi dari kemahabesaran Allah, yang seharusnya membuat manusia kian meresapi kehadiran-Nya dan meningkatkan intensitas penghambaan.

Dalam Islam gerhana matahari dikenal dengan sebutan kusufus syamsi dan gerhana bulan dikenal dengan sebutan khusuful qamar. Para pakar ilmu falak atau astronomi telah memprediksi pada tanggal 28 Juli 2018 akan terjadi gerhana bulan total yang berlangsung sekitar 1 jam 43 menit. Umat Islam disunnahkan melaksanakan shalat khusuf (gerhana bulan) setiap kali menyaksikan peristiwa ini terjadi.

Terkait dengan peristiwa gerhana bulan, Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 437) menyebutkan beberapa adab menyambut gerhana bulan sebagai berikut:

آداب الخسوف: دوام الفزع، وإظهار الجزع، ومبادرة التوبة، وترك الملل، وسرعة القيام الى الصلاة، وطول القيام فيها، واستشعار الحذر.

Artinya: “ Senantiasa memiliki rasa takut, menampakkan rasa haru, segera bertobat, tidak bersikap mudah bosan, segera melaksanakan shalat, berlama-lama dalam shalatnya dan merasakan adanya peringatan.”

Dari kutipan di atas dapat diuraikan 7 adab menyambut gerhana bulan sebagai berikut:

Pertama, senantiasa memiliki rasa takut. Sepanjang peristiwa gerhana sebaiknya seseorang menunjukkan rasa takut di hadapan Allah SWT dan bukan rasa takut atas peristiwa gerhana itu sendiri. Rasa takut itu sangat penting dalam rangka membentuk kartakter takwa kepada Allah SWT. Tanpa rasa takut sudah pasti seseorang akan mudah melakukan kemaksiatan.

Kedua, menampakkan rasa haru. Sepanjang peristiwa gerhana sebaiknya seseorang menampakkan rasa haru atas peristiwa gerhana di hadapan Allah SWT. Bagaimanapun peristiwa ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT sebagai Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa langit, bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya.

Ketiga, segera bertobat. Salah satu rangkaian bertobat adalah membaca istighfar. Hal ini dapat dilakukan, misalnya, ketika duduki dalam masjid sambil menunggu saat iqamah. Dalam rangkaian shalat gerhana, khatib dalam doanya sewaktu khutbah mengucapkan istighfar dengan banyak memohon ampunan kepada Allah SWT, dan doa ini diamini oleh para jamaah.

Keempat, tidak bersikap mudah bosan. Sepanjang gerhana terjadi sebaiknya seseorang merasa betah menyambut peristiwa ini hingga selesai rangkaian pelaksanaan shalat gerhana. Shalat gerhana memang cenderung memakan waktu lebih lama dari pada shalat-shalat lainnya karena dalam setiap rakaatnya rukuk dilakukan dua kali. Demikian pula ketika khutbah disampaikan sebaiknya seseorang dapat mendengarkan isi nasihat-nasihatnya dengan khusyu’ dan khidmat.

Kelima, segera melaksanakan shalat. Begitu gerhana bulan terjadi, shalat khusuf ini sebaiknya segera dimulai dan dilakukan secara berjamaah. Baik laki-laki maupun perempuan di sunnahkan melaksanakan shalat gerhana.

Keenam, berlama-lama dalam shalatnya. Shalat gerhana berlangsung dua rakaat namun memakan waktu lebih lama dari pada shalat-shalat lainnya karena dalam setiap rakaat terdapat dua ruku’. Ini artinya  dalam setiap rakaatnya dilakukan bacaan al-fatihan dan surah lainnya dua kali karena berdirinya juga dua kali sehingga total rukuk dan bacaan al-fatihah serta surah lainnya adalah empat.

Ketujuh, merasakan adanya peringatan. Sepanjang shalat gerhana sebaiknya seseorang merasakan adanya peringatan terkait peristiwa gerhana bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta sekaligus Sang Penguasa langit dan bumi serta seluruh alam berserta seluruh isinya. Untuk itu diharapkan dengan melaksanakan shalat gerhana seseorang akan meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT.

Ketujuh adab tersebut sebaiknya dilakukan secara utuh sebab dapat meningkatkan kesadaran kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Hal yang tak kalah penting dari menyambut peristiwa gerhana ini adalah adanya kesadaran kita akan perlunya memperhatikan kejadian-kejadian alam sebab hal ini dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

 

Salam Hangat, MyHayra Team

Sumber : www.nu.or.id

 

Pembagian Makanan Menurut Sunnah

Seringkali setiap selesai makan rasa kantuk pun muncul, kenapa ya ?

Nah ukhti, Rasulullah saw, memang sebaik-baik teladan ya. Bagaimana tidak dalam urusan pembagian perut pun ada sunnahnya loh. Apa sih maksud pembagian perut menurut Rasulullah saw ? Nah dibawah akan dibahas mengenai pembagian perut menurut Rasulullah saw.

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah.)

 

Masih belum paham mengenai haddits diatas ?

Oke kita coba jelaskan satu per satu ya.

1.“Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut”. Yang di maksud kantung adalah sebuah tempat yang dimasukkan ke dalamnya sesuatu. Seburuk-buruk kantung yang dapat dipenuhi (diisi) adalah perut. Karena perut inilah yang dapat merasakan kekenyangan, yang merupakan sumber penyakit, serta dapat mengakibatkan malas, lemah, dan selalu ingin beristirahat.

2.“Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya”. Maksudnya adalah cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan makanan yang dengannya ia dapat hidup. Dalam sabdanya ini pun terdapat anjuran untuk memperkecil kadar dan kuantitas makanan, dan tidak memperbanyak dan berfoya-foya dalam makanan. Hal yang demikian itu agar seseorang dapat beraktivitas dengan baik dan giat, serta selamat dari berbagai macam penyakit yang disebabkan banyak makan.

3.“Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”. Maksudnya adalah jika seseorang merasa tidak cukup dengan beberapa suapan makanan yang dapat membuat punggungnya tegak (membuat dirinya hidup), dan ia benar-benar merasa tidak cukup dengan ukuran tersebut, maka hendaknya ukuran yang hendak dimakan dan diminum tidak melebihi duapertiga perutnya. Agar sepertiga sisanya dapat ia gunakan untuk bernafas dengan mudah dan leluasa.

Jadi kesimpulannya mari kita cukupkan porsi makan ala sunnah Rasulullah saw, agar kita selalu sehat dan mendapat barokah.

Salam Hangat, MyHayra Team

Tips Pandai Memasak

Memang sudah menjadi hal umum nampaknya jika akhwat harus pandai memasak. Lantas bagaimana kalau kita jauh dari kata pandai, bahkan untuk melanjutkan pernikahan pun terhambat karena ketakutan dalam memasak. Ukhti memang seseorang itu diberikan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tapi untuk mencapai kelabihan itu haruslah ada latihan dan pengulangan. Berikut akan dipaparkan mengenai tips pandai memasak khusus diberikan untuk ukhti semua, disimak ya.

  1. Niatkan Ibadah

Karena segala sesuatu itu tergantung niatnya, jika kita niat untuk beribadah sebagai kewajiban sebagai seorang akhwat sejati juga untuk menyenangkan hati suami insyaalloh kita tidak akan terlalu kecewa jika ternyata hasil rasanya jauh diluar ekspetasi.

  1. Berlatih dan Pengulangan

Benar apa kata Ust. Felix Siau habbits itu dibentuk dari Practice and Repetition, 2 hal ini menjadi modal utama untuk pandai memasak. Coba berlatih dan berlatih terus-menerus agar kita semakin terbiasa dengan hal masak-memasak.

  1. Jangan Malas

Kan niatnya ibadah dan dilakukan berulang-ulang masih yakin malas ? nanti rasa masakannya benar-benar jauh dari ekspetasi dong. Ukhti orang sukses itu bukan terlahir dari orang yang pintar tapi terlahir dari orang yang rajin. Nah sebagai seorang akhwat sejati tentu kita harus jauh dari kata malas dong ya.

  1. Jangan Asal Enak

Yang penting enak aku tambahin ini ah, itu ah. Wah ukhti jangan sampai ya kita menggadaikan kesehatan orang yang memakan makanan kita dengan rasa makanan kita karena banyak mengandung bahan yang dapat menjadi pemicu penyakit. Gunakanlah bumbu-bumbu secukupnya. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan Allah itu tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Jadi coba kita memasak makanan yang tidak hanya enak tapi juga sehat ya ukhti.

Nah itu 4 tips agar kita semakin pandai dalam memasak, semangat Ukhti.

Salam Hangat, MyHayra Team

Kenapa tidur pagi dibenci orang-orang sholih terdahulu? Ini Alasannya ..

Kenapa sih tidur pagi dibenci orang-orang sholih terdahulu?

Kok benci sih ? Kan enak banget tau tidur pagi apalagi kalau dingin ditambah ngantuk berat. Iya sih enak banget dan mungkin selama ini jadi habbits kita.

Tapi ternyata buanyaaak sekali lohh keberkahannya jika kita tetap melek setelah subuh dan melakukan amalan sholehah.

Simak ya ukhti, kenapa sih tidur pagi itu dibenci orang-orang sholih terdahulu? ini alasannya :
1. Karena waktu subuh adalah waktu yang penuh dengan keberkahan

Apalagi jika kita sudah standby sebelum adzan subuh dikumandangkan dan berhasil sholat qobla subuh. Pasti sudah tau kan ukhti pahala sholat sebelum shubuh ? Yaps, nanti Allah kasih dunia dan seisinya. Mau kan ? Makanya semangat melek ya.

2. Karena ba’da subuh lah berbagai penyakit diturunkan

Masyaalloh, ukhti semua mau tetep sehat kan ? selain keberkahan ternyata ba’da shubuh juga diturunkan berbagai penyakit. Masyaalloh sungguh Maha adil Allah Swt. Coba bandingkan orang yang males-malesan dengan orang yang sangat rajin beribadah ? Selain Allah muliakan, orang yang sangat rajin beribadah akan dimuliakan oleh masyarakat sekitarnya juga.

3. Membuat kita terlihat malas-malasan dan membuang waktu secara sia-sia

Ukhti, gamau kan dibilang pemales ? masa akhwat males sih, wah bahaya dong kalau sampe ada yang bilang seperti itu, yuk kita ubah habbits ini. Coba setelah sholat subuh kita lakukan banyak hal, mulai dari tilawah qur’an, nyuci baju, masak, sampe bisa perawatan diri.

Jadi hikmah yang dapat diambil sangat banyak ya, pantes aja orang-orang sholih terdahulu sangat membeci tidur pagi. Ayo ukhti, semangat dalam mengubah habbits ini dan kita fastabiqul khoirot.

 

Salam Hangat, MyHayra Team