“Trik Selamat Dari Fitnah Dajjal”

Anas bin Malik menyampaikan pesan dari Nabi saw “Tidaklah diutus seorang nabi, melainkan dia mengingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Diantara dua matanya tertulis: Kafir” (HR. Bukhari)
.
Pengetahuan tentang terlindungi dari fitnah Dajjal, sangatlah penting. Karena, kita semua menyadari bahwa saat ini kita hidup di akhir zaman. Sudah sekian banyak tanda kiamat telah terbukti bermunculan, seperti maraknya pembunuhan dan perzinahan, dan lain sebagainnya
.
Apasaja trik selamat dari Dajjal?
1. Menjauh dari keberadaan Dajjal
“Siapa yang mendengar keberadaan Dajjal,‏‎ hendaknya dia menjauh darinya. Sungguh demi Allah! Ada seorang mendatanginya dalam keadaan dia mengira bahwasanya dia itu beriman, namun pada akhirnya dia malah menjadi pengikutnya, disebabkan syubhat-syubhat yang dia sampaikan.” (HR. Ahmad).
Sungguh orang-orang saat Dajjal keluar nanti akan melarikan diri menghindar darinya, sampai ke gunung-gunung.” (HR. Muslim)
2. Kenali Dajjal
Kenalilah Dajjal itu matanya buta sebelah, sementara Tuhan kalian tidak buta sebelah. Diantara dua matanya tertulis :
كَافِرٌ
(Kafir). ” (HR. Bukhari).
Matanya yang buta itu bagaikan anggur yang menonjol.
“Sesungguhnya dia adalah seorang pemuda, rambutnya sangat keriting, matanya menonjol, seolah-olah aku sedang menyerupakannya dengan ‘Abdul ‘Uzza bin Quthn.” (HR. Muslim).
3. Lafalkan sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi
Siapa diantara kalian yang menjumpainya, maka bacalah dihadapannya pembukaan surat Al-Kahfi (HR. Muslim).
Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Hibban).
4. Rutinkan membaca doa selesai tasyahhud akhir, sebelum salam
Allahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannam, wamin adzaabil qobri, wamin fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal.
Artinya: Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari azab Jahannam, siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari keburukan fitnah Al-Masih Dajjal.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://konsultasisyariah.com

“Kejarlah Allah, maka dunia akan menghampirimu”

“Kejarlah Allah, maka dunia akan menghampirimu”

Ketika seorang Muslim mengejar pahala demi kebahagiaan di akhirat, maka akan ditambah nikmat dunianya oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah berikut ini. “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)
.
Walaupun kesadaran dan keyakinan kita mengenai hidup di dunia yang berlaku sementara sedangkan hidup di akhirat adalah kehidupan yang abadi dan kekal, tak lantas membuat kita sadar sepenuhnya. Lihatlah dan perhatikanlah betapa banyak orang yang mengabaikan akhirat, mereka sibuk dan asyik dengan dunia, seolah merasa bahwa akan tinggal selamanya di dunia yang fana ini. Mereka lupa bahwa mereka sedang berjalan menuju akhirat.
.
Hidup merdeka di akhirat kelak, sangat ditentukan oleh kualitas hidup kita di dunia. Kualitas baik atau buruknya kita menjalani hidup di dunia, menentukan sukses atau gagalnya kita hidup di akhirat. Sukses hidup di akhirat artinya masuk surga, sedangkan gagal hidup di akhirat artinya masuk neraka. Ibarat menabung di usia muda, maka akan menentukan kehidupan kita di masa tua. Kembali lagi bahwa semuanya tergantung pilihan seorang mukmin dalam menjalani hidup yang menjadi haknya, karena sejatinya hidup itu pilihan.
.
Rasulullah SAW bersabda, Perbandingan dunia dengan akhirat, seperti seseorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya.” (HR. Muslim). Di sini Rasulullah saw ingin menegaskan betapa luar biasanya perbandingan akhirat dengan dunia. Dunia hanya sekedar sisa air yang tertinggal di jari sewaktu dicelupkan dan diangkat darinya, sedangkan laut yang luas itu ibarat akhirat yang kekal dan abadi.
.
Bagaimanakah cara mengutamakan akhirat dari hidup kita didunia?
1. Luruskan niat hanya mencari ridho Allah
2. Selalu pertimbangkan akhirat jika akan melakukan sesuatu
Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://duniaassalamualaikum.blogspot.com

“Aduh lupa rakaat sholat… Harus gimana nih?”

“Aduh lupa rakaat sholat… Harus gimana nih?”

Rasulullah SAW bersabda: “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat!” (HR. Baihaqi)
.
Ketika Shalat, ada saja hal terlintas dalam pikiran sehingga mengurangi kekhusyuan. Hal ini disebabkan oleh gangguan setan agar kita lalai. Salah satu yang mungkin pernah terjadi adalah lupa sudah berapa rakaat ketika sedang melakukan shalat. Lalu apa yang harus kita lakukan?
.
Sahabat Ibnu Mas’ud ra pernah menceritakan, suatu ketika Rasulullah SAW lupa jumlah rakaat ketika shalat. Seusai shalat, beliau ditanya para sahabat, apakah ada perubahan jumlah rakaat shalat?
Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika saya lupa, ingatkanlah saya. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat shalat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi.” (HR. Bukhari & Muslim)
.
Apa Itu Sujud Sahwi?
Sahwi artinya lupa. Disebut sujud sahwi karena sujud ini dilakukan ketika lupa rakaat dalam shalat
.
Apa yang menyebabkan seseorang dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi?
1. Kekurangan jumlah rakaat
2. Kelebihan jumlah rakaat
3. Meninggalkan tasyahud awal
4. Ragu jumlah rakaat
.
Ragu mengenai jumlah rakaat ketika shalat ada 2 keadaan:
1. Orang yang ragu jumlah rakaat dan dia bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian ragu dengan jumlah rakaat ketika shalat, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya, sampai salam. Kemudian lakukan sujud sahwi dua kali.” (HR. Bukhari & Muslim)
2. Orang yang ragu jumlah rakaat, dan dia sama sekali tidak bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan itu, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim). Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.islampos.com

Amalan-Amalan Untuk Wanita Yang Sedang Haid

Amalan-Amalan Untuk Wanita Yang Sedang Haid

Muslimah Cuti Juga Bisa Panen Pahala Lhoo di bulan suci Ramadhan ini … Yuk, intip tips-tips berikut…
Kali ini kita akan mengupas *kayak mangga* tuntas bagaimana sih seorang muslimah bisa panen pahala dalam keadaan haid? Pasti pada bingung kan ? Banyak orang yang saat ini bisa panen pahala, bebas sholat, puasa, baca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Lalu yang lagi diberi istirahat sama Allah, harus ngapain donk? Masa Cuma duduk diam sambil mengkhayal bakal dapet panenan tanpa berusaha? Gak mungkin kan?
Saatnya kita untuk menerima ikhlas keadaan setiap wanita, karena wanita begitu istimewa. Allah telah memberikan keistimewaan kepada wanita melebihi lelaki. Bukankah seorang lelaki harus lebih hormat 3 kali kepada ibu daripada bapak? Bukankah seorang ibu adalah wanita? Nah, gimana nih caranya walaupun haid masih bisa panen pahala berlipat ganda? Yuk, intip tips-tips berikut.
Beberapa tips yang dapat sahabat muslimah lakukan untuk tetap meraup pahala berlimpah meski si merah menghampiri, di antaranya:
1. Sedekah
Sedekah tidak harus berwujud uang. Sedekah juga bisa berwujud lain, misalnya saja dengan senyuman. Jangan salah, senyum adalah sedekah yang paling mudah, namun pahalanya Masya Allah, tiada terkira. So, sudah berapa senyuman yang kau berikan untuk saudaramu hari ini?
2. Membaca buku agama dan pengetahuan
Salah satu kriteria wanita sholihah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmunya dan semangat mengajak orang lain untuk mengajarkan ilmunya. Dengan demikian, kita tidak terhalang untuk mendapatkan begitu banyak pahala, meskipun kita tidak bisa shalat dan berpuasa. Kita sepantasnya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang bermanfaat di dunia hingga akhirat.
3. Mendengarkan murottal
Ada dari kita yang meyakini bahwa membaca Al-Quran saat haid adalah diperbolehkan. Jadi, bagi yang mengambil keyakinan ini, tetaplah bertilawah. Bila yang meyakini pendapat lain (tidak memperbolehkan tilawah saat haid), jangan khawatir ya ukhti, kita masih bisa mendapatkan pahala membaca Al-Qu’an dengan mendengarkan murottal, bisa juga sambil menghafal ayat Al-Qur’an, murojaah, atau membaca terjemah.
4. Perbanyak dzikir, berdo’a, dan bershalawat
Masih ingat kan tentang waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a?. Bagi para muslimah yang masih diberi keringanan oleh Allah untuk sejenak istirahat dari aktivitas ibadah kepada-Nya, masih boleh kok kalau berdzikir dan berdo’a. Lalu, muncul pertanyaan, dzikir dan do’a yang bagaimana? Bukankah banyak dzikir dan do’a yang diadopsi dari Al-Qur’an?
Betul sekali, meskipun wanita haid tidak diperbolehkan sholat atau membaca Al-Qur’an (menurut beberapa pendapat ulama), tapi Rasulullah menganjurkan wanita untuk memperbanyak do’a dan dzikir agar terhindar dari godaan syetan yang terkutuk. Mari kita perbanyak dzikir, memanjatkan do’a, membaca tasbih-tahmid-takbir, bershalawat serta memperbanyak istighfar.
5. Menjaga diri dari hal yang sia-sia
Tetap melatih kebersihan hati dan menjaga ahlak baik. Rasulullah Saw. bersabda, “bertakwalah di manapun kalian berada dan berbuatlah kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan, perlakukanlah orang-orang dengan ahlak baik.” (H.R Ahmad)
Karena kita sedang tidak bisa melaksanakan ibadah yang mengharuskan kita dalam keadaan suci, maka hendaklah kita tidak menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia. Kita bisa mengingatkan saudara kita untuk beramar ma’ruf nahi munkar, kita dapet pahala juga lho muslimah. Jadi, yuk muslimah-muslimah yang masih rehat, jangan hanya duduk diam melihat saudaranya yang ketika adzan sudah berkumadang masih nongkrong di depan TV atau bahkan malah ikut-ikutan nogkrong (oh itu tidak boleh -_-), sekali-kali tegur donk, masa mau ketemu sang Kekasih masih ogah-ogahan? Gak banget kan? Ayo, berlomba-lomba menuju kebaikan dan taqwa. Fastabiqul Khoirot.
6. Menghadiri majelis ilmu
Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim muslimah, bahkan sangat dianjurkan oleh Baginda Nabi Rasulullah SAW. Menuntut ilmu bagi wanita haid dapat dilakukan dengan cara mengunjungi majelis-majelis ilmu, karena dalam suatu majelis ilmu akan hadir para malaikat-malaikat yang mendo’akan orang-orang yang hadir dalam majelis ilmu tersebut. Membaca buku-buku bermanfaat, mendatangi taklim, majelis ilmu atau sekadar mendengarkan ceramah dari berbagai media. Naah thu…membaca buku juga termasuk kriteria menuntut ilmu lho.
7. Perbanyak Istighfar
Saat kita sedang haid pun perbanyaklah beristighfar, kita manusia pastilah tidak luput dari kesalahan dan dosa. Meskipun ketika haid kita tidak bisa melaksanakan sholat taubat untuk memohon ampun pada Allah, kita masih bisa beristighfar sebanyak-banyaknya. Semoga Allah dapat mengampuni kita. Aamiin
Demikian beberapa hal yang bisa seorang wanita lakukan saat haid. Ingat, jangan pernah bersedih, menyesali diri, dan sebagainya. Sebab semua terjadi berdasarkan kehendak Allah. Toh, jika sedang tidak suci bukan berarti hilang kesempatan meraih pahala berlimpah. Allah itu Maha Adil, Maha Melihat, Maha Pengasih-Penyayang, sekaligus Maha Pemberi Perhitungan. Jangan pernah berburuk sangka pada-Nya, karena Allah berdasarkan prasangka hamba-Nya dan Allah lebih mengetahui segala yang terbaik bagi kita.
Nah, itu dia amalan-amalan yang bisa muslimah lakukan saat dirinya tengah mengambil masa cuti yang rutin diberikan oleh Allah. Jadilah muslimah yang tangguh yang mampu menghadapi tempaan badai kehidupan, tetaplah menjadi muslimah yang ridha dan ikhlas akan segala keterbatasan yang dimiliki. Hanya satu kata yang bisa saya ungkapkan. Bahwa wanita itu HEBAT.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : http://assalamsumbar.com
“Sholat Sunnah Rawatib”

“Sholat Sunnah Rawatib”

Salah satu hikmah dan rahmat Allah kepada hambanya adalah disyariatkannya ibadah tambahan berupa amalan sunah. Amalan sunah dikerjakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah yang wajib. Salah satu amalan sunah di dalam ibadah shalat yang paling utama adalah menjalankan shalat sunnah rawatib.
.
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu (shalat lima waktu). Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Qobliyah. Sedangkan shalat sunnah Rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah.
.
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“ Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “ Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
.
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: “ Nabi SAW tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR. Al-Bukhari no. 1183)
.
Shalat sunnah rawatib dibagi menjadi 2 bagian:
1. Shalat sunnah rawatib Mu’akkad
Bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Mengenai jumlah shalat sunnah rawatib mu’akkad ada 12 rakaat: 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat zuhur, 2 atau 4 rakaat sesudah shalat zuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah isya
2. Shalat sunnah rawatib Ghoiru Mu’akkad
Shalat sunnah rawatib ghoiru mu’akkad ini adalah jenis shalat sunnah rawatib yang kurang ditekankan. Berikut adalah jumlah shalat sunnah ghoiru mu’akkad: 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar, 2 rakaat sebelum maghrib, 2 rakaat sebelum isya
.
Niat sholat sunnah rawatib ada 2, yaitu:
1. Ushallii sunnatash shubhi (jika dikerjakan subuh) rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’alaa (Sebelum sholat fardhu)
2. Ushallii sunnatal isyaa’i (jika dikerjakan isya) rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’alaa (Sesudah sholat fardhu) Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.dream.co.id
“Doa setelah Tayhat Akhir, Menjauhkan kita dari Fitnah Dajjal”

“Doa setelah Tayhat Akhir, Menjauhkan kita dari Fitnah Dajjal”

Salah satu waktu doa yang mustajab adalah di akhir shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnat. Doa tersebut bisa dilafalkan ketika tasyahud akhir. Terdapat beberapa keistimewaan doa setelah tasyahud akhir yang akan didapatkan seperti di bawah ini:
1. Mendapatkan perlindungan siksa kubur dan kiamat
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah bersabda,: “Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir, maka berlindunglah kepada Allah dari empat hal, beliau mengucapkan “ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘ADZABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABILQABRI, WA MIN FITNATILMAHYA WALMAMATI, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIHIDDAJJAL.”. Artinya: Ya Allah aku berlindung kepadamu dari siksa Jahannam, siksa kubur, dari fitnahnya kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnahnya Al Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim, No. 588)
2. Waktu Mustajab
Rasulullah bersabda, “Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)
3. Mendapat ampunan
Ketika Rasulullah SAW masuk masjid, dan ada seorang laki-laki yang sedang sholat, dalam keadaan bertasyahud, ia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ya Allah, Yang Maha Esa lagi tempat bergantungnya seluruh makhluk, Yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar engkau mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
.
Maka Rasulullah SAW bersabda: Sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya, sungguh Allah telah mengampuninya“. (HR. Ahmad, Abu Daud, an-Nasai, dan dishahihkan oleh syekh al-Albani).
4. Jauh dari neraka Jahannam
Allah berfirman: ““Dan Rabbmu berfirman : ‘Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepadaKu akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al-Mu’min : 60)
5. Mengubah Qada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada yang bisa menolak qadha kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali perbuatan baik. (HR. Tirmidzi) Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

8 Keutamaan dan Manfaat Sedekah

8 Keutamaan dan Manfaat Sedekah

1. Mengundang datangnya rezeki.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda,”Allah SWT berfirman,” Wahai Anak Adam berinfaklah, karena sebab infak engkau akan mendapatkan nafkah!” (Muttafaqun Alaihi)
 
“Pancinglah rezeki dengan sedekah.” (Ali bin Abi Thalib)
 
2. Sedekah dapat menolak bala.
Ibnu Abi Al Ja’ad berkata,”Sesungguhnya sedekah itu akan menolak tujuhpuluh pintu dari kecelakaan dan keutamaan mengeluarkannya secara sembunyi sembunyi adalah tujuh puluh kali lebih utama daripada mengeluarkannya secara terang terangan.”
 
Imam Ibnul Qoyyim RA berkata : “ Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana sekalipun pelakunya orang yang Fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT. akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantaraan sedekah tersebut. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi umat manusia. Sebagian besar umat manusia sepakat tentang hal ini karena mereka telah mencobanya “ ( dari terjemahan Al- Wabilu ‘Sh Shoyyib karya Ibnul Qoyyim).
 
3. Sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy (360H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Mu’jam Al-Ausath” 2/274 no.1963: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jagalah harta kalian dengan menunaikan zakat, dan obatilah orang sakit kalian dengan bersedekah, dan hadapilah musibah dengan do’a”
 
…“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
 
“Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
4. Sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.
“ Sesungguhnya sedekah dapat membebaskan seorang hamba dari azab Allah SWT. Seseorang yang melakukan dosa dan kesalahan, ia patut celaka. Tetapi kalau ia segera mau menyusulinya dengan bersedekah, niscaya hal itu bisa membebaskan dan melepaskannya dari azab. Oleh karena itulah Rasulullahi SAW. bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menolak kematian yang buruk atas seseorang karena sedekah yang dikeluarkannya “ (dari terjemahan Al Mustraghitsun Billahi Ta ’ala karya Ibnu Basykiwal).
 
 
5. Mencegah dari api neraka dan kemurkaan Allah di hari Akhirat.
Allah SWT berfirman,” Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.”(QS Al Lail[92]:17-18)
 
“Sesungguhnya sedekah akan menyelamatkan seseorang dari panasnya azab kubur. Seorang mukmin pada hari kiamat sungguh akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (HR Thabrani)
“Bersedekahlah sesungguhnya sedekah dapat membebaskan kalian dari neraka.” (Thabrani)
 
6. Mendapatkan pahala dan keutamaan 700 kebaikan.
Allah SWT berfirman, ” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dgn sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap tiap bulir, seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah[2]:261)
 
7. Diberikan kemudahan dan jalan keluar oleh Allah SWT.
” Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala terbaik, Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.” (QS Al Lail[92]:5-11)
 
8. Mendapatkan ketenangan dan kelapangan jiwa.
“Orang orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS Al Baqarah[2]:274)
 
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : https://kantongsedekah.blogspot.com
 
“Anggota tubuh yang bersaksi atas perbuatan manusia”

“Anggota tubuh yang bersaksi atas perbuatan manusia”

Setiap Manusia yang diberi nyawa oleh Allah, diberi pula kebebasan berpikir. Kebebasan berpikir tersebut tak lain dan tidak bukan adalah sebagai ujian. Ujian yang mana kelak di hari akhir harus dipertanggung jawabkan perihal apa saja yang dilakukan sewaktu di dunia.
.
Dr, Zakir Naik, dalam kuliahnya menyebutkan bahwa, berbeda dengan malaikat yang dijadikan selalu patuh kepada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan kondisi bebas berfikir. Tujuannya adalah sebagai penguji keimanan. Apabila seorang manusia taat, maka mereka lebih mulia dari malaikat.
.
Dan apabila manusia itu munkar, maka sesungguhnya dia lebih rendah dari malaikat. Karena menyembah Allah dalam kesadaran penuh merupakan nikmat ikhlas yang diberikan kepada manusia sebagai makhuk ciptaan-Nya.
.
Namun karena itu pula, Allah menuntut setiap perbuatan manusia di dunia, yang mana kelak akan dipertanyakan dalam hari penghitungan. Apabila manusia masih berkelah atas segala kemaksiatannya, sesungguhnya atas segala kuasanya, Allah akan menanyai setiap anggota tubuh kita untuk berklarifikasi.
.
Allah berfirman: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan,” (QS. Yasin: 65)
.
Allah akan mengunci mulut kita, lalu sebagai gantinya bagian tubuh yang lain lah yang akan berbicara. Lantas bagian tubuh yang mana saja yang besok akan bersaksi atas segala perbuatan kita di dunia? Berikut kita akan mengkaji tentang anggota tubuh yang akan berbicara di akhirat nanti.
 
1. Kedua Kaki
Seperti yang dijelaskan dalam QS, Yasin ayat 65 diatas.kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang kelak akan menjadi musuh bagi kita. Karena dengan kaki inilah kita berjalan dan dengan kaki ini pula kita mencapai suatu tempat. Tidak ada manusia yang tidak ‘terekam’ setiap tempat-tempat yang dikunjunginya dan untuk bertemu siapa kaki kita mengantar.
.
Kaki tidak akan berbohong saat kelak Allah bertanya kemana kita pergi dan untuk urusan apa kita pergi kesana. Jika kita sering menggunakan kaki kita untuk mengujungi tempat-tempat maksiat, maka setiap dosa yang kita lakukan akan diklarifikasi oleh kedua kaki kita. Bahkan dalam Hadist, Rasulullah menjelaskan dengan lebih spesifik,
 
2. Kedua Tangan
Tidak hanya kaki, namun kedua tangan juga merupakan anggota tubuh yang akan berbicara di akhirat kepada Allah, menjelaskan setiap perbuatan yang berhubungan dengan tangan kita di dunia. Tangan merupakan bagian tubuh yang penting bagi setiap manusia. Pasalnya, dengan tangan inilah kita menyentuh, dan dengan tangan ini pula kita memegang sesuatu.
.
Kita bisa menyimpulkan secara masuk akal bahwa setiap dosa perbuatan (fisik) kebanyakan akan melibatkan tangan. Bahkan Allah menyinggung perbuatan Abu Lahab dengan “tabbat yadaa abi lahabiw watabb”, celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan celakalah ia. Allah berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy-Syura 30) Meskipun Allah maha pemaaf atas segala perbuatan, namun lebih baik bagi kita seandainya kita lebih bijaksana dalam menggunakan kedua tangan.
 
3. Kedua Mata dan Telinga
Mata juga akan bersaksi atas apa saja yang kita lihat. Apakah kita menghabiskan waktu di dunia untuk melihat sesuatu hal yang haram dan buruk, atau sesuatu yang baik dan bermanfaat. Telinga juga sama.
.
Karena kedua indera ini merupakan indera yang terus bekerja saat kita terbangun, dan dalam prosesnya berfungsi sebagai video dan audio visual yang akan masuk ke setiap otak manusia, maka datangnya zinapun bisa dianggap secara jelas berasal dari kedua bagian tubuh ini.
.
Itulah kenapa sama halnya Iman manusia yang bisa bertumbuh dari apa yang ia dengar dan dari apa yang ia lihat, nafsu manusia juga bisa tumbuh dari apa yang ia dengar dan lihat sehari-hari. Itulah kenapa Allah menjanjikan neraka Jahanam kepada setiap manusia yang tidak mempergunakan mata dan telinganya dengan benar.
.
Allah berfirman: ”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka) jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”(Qs. Al A’raf ayat 179).
 
4. Kulit, Lidah, dan setiap bagian tubuh yang lain
Anggota tubuh yang akan berbicara di akhirat berikutnya adalah anggota tubuh lainnya. Tidak akan pernah ada yang bisa membohongi Allah dan tidak akan pernah ada pula yang bisa lolos dari penghakimannya. Setiap jengkal dan setiap titik yang terjadi pada manusia tidak akan berbohong kepada Allah saat ditanyai. Disebutkan bahwa, saat para manusia (yang munafik itu) dikhianati oleh setiap bagian tubuh mereka, mereka akan bertanya kepada bagian tubuh tersebut.
.
Bisa kita simpulkan bahwa, betapa pentingnya kita dalam menjaga pandangan, pendengaran, lisan dan perbuatan. Karena setiap apapun yang kita lakukan, pasti akan dimintai pertanggung jawabannya. Semakin banyak hal yang buruk, semakin besar pula akibat yang akan kita terima kelak. Setiap manusia jelas tidak mau apabila mereka pada akhirnya akan ditempatkan di nekara Jahannam. Naudzubillah. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com
“Sholat Harus Full Time dan On Time”

“Sholat Harus Full Time dan On Time”

Allahu Akbar!… Allahu Akbar! Allahu Akbar!… Allahu Akbar!
“Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.”
.
Ketahuilah bahwa orang-orang seperti contoh diatas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)
.
Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbedaan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi -Shahih)
.
Adapun siksa kubur, yang akan dialami oleh orang yang lalai dalam shalatnya, disebutkan dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Samurah bin Jundab. Dalam hadis tersebut diceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat siksa bagi orang yang lalai dalam shalatnya, yaitu kepalanya akan dipecahkan dengan sebuah batu besar dan hal itu dilakukan berulang kali. (HR. Bukhari)
.
Terdapat 3 bagian orang yang termasuk dalam melalaikan sholatnya, yakni :
1. Orang yang menunda sholat dari awal waktunya sehingga mengakhirkan sampai waktu yang terakhir dan hampir mau habis.
2. Orang yang tidak melaksanakan rukun sholat dan syarat sah wajib sholat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW
3. Orang yang tidak khusyu dalam sholat dan tidak memaknai bacaan ketika sholat.
.
Selain mendapatkan dosa akibat meninggalkan dan melalaikan sholat, orang tersebut juga akan mendapatkan siksa didunia, ketika sakaratul maut, dan ketika di alam barzah
.
mari kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat. Wallahu a’lam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.islampos.com

Masuk Surga Karena Menyingkirkan Ranting di Jalan

Disebutkan dalam salah satu riwayat Muslim. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda, “Ada seorang lelaki melintas di dekat sebuah dahan pohon di tengah jalan, lalu ia berkata, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan (dahan) ini dari jalan kaum muslimin, agar tidak mengganggu mereka, sehingga (mudah-mudahan) aku dimasukkan ke surga)”. (HR. Muslim)

 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh aku melihat seseorang sedang berbahagia di surga dikarenakan ia telah memotong batang pohon yang menjuntai ke jalan yg mengganggu orang lewat.”(HR. Muslim)
 
Melalui kisah ini, Rasulullah Saw mengabarkan kepada kita bahwa ada seseorang yang dimasukkan oleh Allah ke surga karena menyingkirkan potongan dahan berduri dari jalan kaum muslimin agar tidak mengganggu.
 
Pelajaran dan faedah dari kisah di atas adalah :
 
Pertama, Penjelasan tentang keutamaan menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin. Amalan ini mendatangkan pahala dan balasan yang besar.
 
Kedua, Luasnya rahmat Allah dan besarnya pahala yang dia berikan, karena dia memberikan balasan yang banyak kepada orang dalam kisah ini dengan memasukkannya ke surga hanya dengan amalan yang sedikit, yaitu menyingkirkan gangguan dari jalan.
 
Ketiga, Pohon yang boleh ditebang adalah pohon yang mengganggu kaum muslimin. Namun, jika bermanfaat bagi kaum muslimin, seperti pohon yang digunakan untuk berteduh, maka pohon seperti ini tidak boleh ditebang, karena Rasulullah Saw mengancam orang yang menebang pohon yang digunakan berteduh, dengan neraka. Disebutkan dalam hadits, “Penebang pohon bidara akan ditelungkupkan kepalanya oleh Allah di neraka”.
 
Sumber : https://www.an-najah.net
 
Salam Hangat, Fayda Team