“Tips menyimpan daging Qurban agar tahan lama”

“Tips menyimpan daging Qurban agar tahan lama”

TIPS MENYIMPAN DAGING QURBAN YANG BENAR:

(Agar tetap terjaga kualitasnya)

.

Bismillah … Sahabatku sekalian

Ini sedikit Tips dari dr. Nanung Danar Dono, Ph.D.

Dir. Halal Center

Fakultas Peternakan UGM
.

Simak dan ikuti ya…

  1. Sebelum disimpan, daging qurban jangan dicuci. Jika dicuci pakai air kran, kuman-kuman bisa masuk dan tinggal di dalam pori-pori daging. Itu bisa merusak kualitas daging. Nyucinya kalo pas mau dimasak saja.
  2. Jika dapat daging banyak, jangan menyimpan daging utuh 2-4 kg di dalam freezer. Cara yg benar, potong daging kecil-kecil, lalu simpan di dalam plastik-plastik berukuran 1/2 kg atau 1 kg. Jika mau masak, ambil satu kantong kecil, biarkan yg lain tetap beku di dalam freezer. Kalo kayak gini daging bisa kuat sampai 1 tahun loh. Wow.
  3. Sebelum disimpan di freezer, simpan daging (mampir dulu) di dalam kulkas yg sejuk selama 4-5 jam. Setelah dingin, baru dimasukkan ke dalam lemari es (freezer). 4. Jika mau masak daging beku, jangan mencairkan es daging atau daging beku menggunakan air panas. Cara yg benar adalah letakkan daging beku tersebut di bawah air kran suhu normal (dalam keadaan daging masih terbungkus rapat dalam plastik). Setelah daging kembali empuk, buka plastik, cuci daging hingga bersih, tiriskan, lalu siap dimasak. Wallahu’alam
    4. Jika mau masak daging beku, jangan mencairkan es daging atau daging beku menggunakan air panas. Cara yang benar adalah letakan daging beku tersebut di bawah air kran suhu normal (dalam keadaan daging masih terbungkus rapat dalam plastik). Setelah daging kembali empuk, buka plastik, cuci daging hingga bersih, tiriskan, lalu siap dimasak.

.

Semoga bermanfaat,

Salam Hangat, Fayda Team

“Syarat Hewan Qurban yang Harus di Penuhi”

“Syarat Hewan Qurban yang Harus di Penuhi”

Pada hari Idul Adha, umat Islam menyempurnakan ibadah dengan memberikan qurban. Jenis hewan yang dapat menjadi qurban di antaranya adalah unta, sapi, atau kambing (domba atau kambing biasa).
.
Secara umum, hewanyang akan dijadikan qurban haruslah halal secara islam dan sehat. Namun dengan banyaknya penjual hewan qurban yang ada, tentu membuat kita sebagai orang awam bingung memilih hewan qurban yang sah dan sehat. Tidak ingin qurban kali ini menjadi tidak sah dikarenakan beberapa hal sepele kan?
.
Ada beberapa syarat hewan qurban adalah sebagai berikut:
1. Jenis hewan qurban
Hewan yang memenuhi syarat untuk berqurban adalah binatang ternak. Hewan yang termasuk dalam jenis ini yaitu, unta, sapi, kambing, dan domba.
2. Status kepemilikan hewan
Syarat selanjutnya adalah mengenai status kepemilikan / proses mendapatkan hewan tersebut. Hewan yang memenuhi syarat adalah hewan yang diperoleh secara halal dan dimiliki dengan akad yang halal. Jadi bukan merupakan hewan curian atau hewan yang dimiliki dengan uang yang haram, seperti riba misalnya. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu maha baik, dan tidak menerima kecuali yang baik. (HR. Muslim)
3. Tidak cacat
Ada empat cacat yang tidak boleh dalam hewan qurban, yaitu: Buta sebelah matanya yang jelas butanya, sakit dan jelas sakitnya, pincang dan jelas pincangnya, dan sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang. Hewan qurban yang dimakruhkan seperti: Telinga dan ekornya putus atau robek, Pantat dan ambing susunya putus, gila, kehilangan gigi, tidak bertanduk atau tanduknya patah.
4. Usia Hewan Qurban
Menurut syariat, usia hewan harus sudah jaza’ah (berusia setengah tahun) untuk domba, dan tsaniyyah (berusia setahun penuh) untuk hewan selain domba. Unta yang telah sempurna berusia 5 tahun, Sapi yang telah sempurna berusia 2 tahun, kambing yang telah sempurna berusia 1 tahun, dan domba genap 6 bulan, masuk bulan ke 7
.
Jadi yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memiliki sifat sempurna dan bagus, diantaranya: gemuk, dagingnya banyak, sehat, bentuk fisik sempurna, dan bentuknya bagus. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: www.wajibbaca.com

“Belajar dari Bapak Penjual Bakso”

“Belajar dari Bapak Penjual Bakso”

Salah satu ujiannya adalah perintah Allah SWT melalui mimpi. Dalam mimpi tersebut seolah-olah ada yang menyeru, “Sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu agar menyembelih putramu, Ismail!”. Karena keimananan, keikhalasan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS perintah itu dilaksanakan sampai akhirnya dengan kebesaran Allah SWT maka Ismail digantikan dengan seekor domba kibas. Hari itu kita kenal sebagai Hari Raya Idul Kurban (Idul Adha).
.
Hari Raya Idul Adha diperingati oleh umat Islam pada tanggal 10-13 Dzulhijjah dan hukum berkurban mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum adalah Sunnah muakkad (sunnah yang ditekankan). Yang artinya Makruh hukumnya untuk tidak melaksanakannya jika mampu. Berdasarkan firman Allah : “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah” (Q.S Al-Kautsar : 2) dan sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka hendaklah ia mengulangi” (Muttafaq ‘Alaihi).
.
Kata Mampu menurut Imam Syafi’i dalam berqurban adalah apabila seseorang mempunyai kelebihan uang dari kebutuhannya dan kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, senilai hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha dan tiga hari tasyriq.
.
Dari sini timbul pertanyaan, apakah kita termasuk golongan tersebut?. Karena kita terkadang suka merasa gaji kita kurang dan hanya cukup untuk biaya hidup. Padahal di belakang itu kita suka sekali akan ngopi di café, belanja ke mall, nonton bioskop, beli tas dan baju, bahkan ganti gadged
.
Niat baik memang selalu banyak rintangannya dan malas untuk dikerjakan. Teringat kisah bapak tukang bakso. Ketika menerima uang dari penjualan baksonya si bapak ini selalu membagi uangnya menjadi 3, yaitu dompet untuk menafkahi keluarganya, kotak kecil untuk dana qurban, dan kaleng bekas untuk dana Haji
.
Tujuannya sederhana, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi haknya, mana yang menjadi hak orang lain (amal ibadah), dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurna iman seorang muslim. Dengan niat dan tujuan yang jelas bapak tukang bakso itu berhasil melakukan qurban setiap tahun selama dia menjadi penjual bakso. Masyaa Allah… Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: www.qmfinancial.com

“Bulan Dzulhijjah adalah Bulan yang Istimewa”

“Bulan Dzulhijjah adalah Bulan yang Istimewa”

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa, banyak orang yang menyebutnya bulan Haji. Sebagai umat islam tentu kita menyambutnya dengan rasa gembira, karena pada bulan tersebut banyak keutamaan yang tidak akan kita jumpai di bulan bulan lainnya. Diantaranya adalah, ibadah sholat idul adha, puasa, sedekah (qurban) dan haji.
.
“Tidak ada hari-hari dimana amal sholih lebih disukai Allah pada hari itu dari pada hari-hari ini, maksudnya 10 hari Dzulhijjah. Kemudian para sahabat bertanya, ‘Dan bukan pula jihad, ya Rasulullah?’ Rasul lalu menjawab, Dan tidak pula jihad di jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian ia pulang tak lagi membawa apa-apa” (HR. Bukhari)
.
Pada bulan Dzulhijjah umat islam disunnahkan untuk melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah, Menunaikan ibadah haji dan menyembelih hewan Qurban. Puasa Dzulhijjah dilakukan mulai tanggal 1 Dzulhijjah sampai tanggal 7 Dzulhijjah.
.
Dilanjut dengan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah), yaitu dua hari sebelum hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah. Lalu di 9 Dzulhijjah ada puasa Arafah. Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan, Jika tidak mampu berpuasa dari tanggal 1 sampai 8 Dzulhijjah, maka cukup melaksanakan puasa Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.
.
Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Oleh karenanya para ulama memasukkan puasa Arafah ini ke dalam puasa sunnah yang sangat dianjurkan (Muakkad). Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim). Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: pelangiaqiqah.com

“Macam macam Air dan Hukumnya untuk Bersuci”

“Macam macam Air dan Hukumnya untuk Bersuci”

Air menjadi sesuatu yang penting sebagai sarana utama dalam bersuci, baik bersuci dari hadas maupun dari najis. Dengannya seorang Muslim bisa melaksanakan berbagai ibadah secara sah karena telah bersih dari hadas dan najis yang dihasilkan dengan menggunakan air.
.
Di dalam madzhab Imam Syafi’i para ulama membagi air menjadi 4 (empat) kategori masing-masing beserta hukum penggunaannya dalam bersuci. Keempat kategori itu adalah air suci dan menyucikan, air musyammas, air suci namun tidak menyucikan, dan air mutanajis.
.
Di dalam kajian fiqih air yang volumenya tidak mencapai dua qullah disebut dengan air sedikit. Sedangkan air yang volumenya mencapai dua qullah atau lebih disebut air banyak. Para ulama madzhab Syafi’I menyatakan bahwa air dianggap mencapai 2 qullah apabila volumenya kurang lebih 192.857 liter.
.
1. Air Suci dan Menyucikan (Air Mutlak)
Menurut Ibnu Qasim Al-Ghazi ada 7 macam air yang termasuk dalam kategori ini. Beliau mengatakan: “Air yang dapat digunakan untuk bersuci ada tujuh macam, yakni air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, dan air salju, dan air dari hasil hujan es“ Secara ringkas air mutlak adalah air yang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi dengan sifat asli penciptaannya.
2. Air Musyamas
Air musyammas adalah air yang dipanaskan di bawah terik sinar matahari dengan menggunakan wadah yang terbuat dari logam selain emas dan perak, seperti besi atau tembaga. Air ini hukumnya suci dan menyucikan, hanya saja makruh bila dipakai untuk bersuci. Namun tak mengapa bila dipakai untuk mencuci pakaian atau lainnya. Meski demikian air ini tidak lagi makruh dipakai bersuci apabila telah dingin kembali.
3. Air suci namun Tidak Mensucikan
Air ini dzatnya suci namun tidak bisa dipakai untuk bersuci, baik untuk bersuci dari hadas maupun dari najis. Ada dua macam air yang suci namun tidak bisa digunakan untuk bersuci, yakni air musta’mal dan air mutaghayar.
.
Air musta’mal adalah air yang telah digunakan untuk bersuci baik untuk menghilangkan hadas seperti wudlu dan mandi ataupun untuk menghilangkan najis bila air tersebut tidak berubah dan tidak bertambah volumenya setelah terpisah dari air yang terserap oleh barang yang dibasuh. Air musta’mal ini tidak bisa digunakan untuk bersuci apabila tidak mencapai dua qullah. Sedangkan bila volume air tersebut mencapai dua qullah maka tidak disebut sebagai air musta’mal dan bisa digunakan untuk bersuci.
.
Adapun air mutaghayar adalah air yang mengalami perubahan salah satu sifatnya disebabkan tercampur dengan barang suci yang lain dengan perubahan yang menghilangkan kemutlakan nama air tersebut. Sebagai contoh air mata air yang masih asli ia disebut air mutlak dengan nama air mata air. Ketika air ini dicampur dengan teh sehingga terjadi perubahan pada sifat-sifatnya maka orang akan mengatakan air itu sebagai air teh. Perubahan nama inilah yang menjadikan air mata air kehilangan kemutlakannya.
4. Air Mutanajis
Air mutanajis adalah air yang terkena barang najis yang volumenya kurang dari dua qullah atau volumenya mencapai dua qullah atau lebih namun berubah salah satu sifatnya warna, bau, atau rasa karena terkena najis tersebut. Air sedikit apabila terkena najis maka secara otomatis air tersebut menjadi mutanajis meskipun tidak ada sifatnya yang berubah. Air mutanajis ini tidak bisa digunakan untuk bersuci, karena dzatnya air itu sendiri tidak suci sehingga tidak bisa dipakai untuk menyucikan.Wallahu a’lam
.
Salam Hangat, Fayda Tema
Sumber: http://www.nu.or.id

“Jangan Galau Ukhti, Ingat Innallaha Ma’ana!!”

“Jangan Galau Ukhti, Ingat Innallaha Ma’ana!!”

Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan.
.
Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam pun pernah mengalami keadaan tersebut pada tahun ke-10 masa kenabiannya. Pada masa yang masyhur dengan ‘amul huzni (tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah bintu Khuwailid.
.
Jangan Galau, Innallaha Ma’ana! Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)
.
Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau:
1. Sabar
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).
2. Adukanlah semua itu kepada Allah
Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari: “Hanya kepadamulah kami menyembah, dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan” (QS. Al-Fatihah:5)
3. Positiv Thinking
Allah berfirman: “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6).
4. Dzikrullah (Mengingat Allah)
Bersabar, berpikir positif, ingat Allah dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya adalah solusi segala persoalan. Allah berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).
.
Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala.
.
Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: http://syifakurniaputri.blogspot.com

“Rasulullah hanya sakit 2x seumur hidupnya”

“Rasulullah hanya sakit 2x seumur hidupnya”

Cara menjaga kesehatan yang paling baik adalah meneladani pola hidup Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau dikenal sebagai manusia tersehat sepanjang sejarah. Dalam hidupnya, Nabi hanya mengalami sakit sebanyak 2 kali. Yakni saat diracuni oleh orang Yahudi dan saat menjelang kematiannya. Selain dari itu, Nabi Muhammad SAW selalu tampak sehat dan bugar.
.
Berikut ini kami rangkum tips sehat ala Rasulullah SAW:
1. Mengonsumsi makanan halal
Beliau mematuhi hukum islam untuk tidak memakan makanan haram. Sebab jika Allah sudah melarang pastinya hal itu tidak baik untuk tubuh. Allah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172).
2. Mengonsumsi makanan bergizi
Jaman dahulu belum ada makanan funkfood atau makanan kemasan. Sumber makanannya cenderung berasal dari bahan-bahan alami. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa setiap pagi mengkonsumsi tujuh butir kurma ‘Ajwah, maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Membaca do’a sebelum dan sesudah makan
Rasulullah SAW selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan. Ini bertujuan agar makanan yang dikonsumsi lebih berkah, menjadi obat dan tidak membuat perut jadi rakus.
4. Makan dengan tangan kanan
Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan menggunakan tangan kanan, dan jika ia minum, maka minumlah dengan menggunakan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri.” (HR. Muslim).
5. Merawat kebersihan badan
Walaupun Nabi Muhammad SAW memiliki kesibukan yang tinggi, namun beliau tidak pernah melupakan untuk merawat badan. Sebab Allah Ta’ala pun menyukai keindahan dan kebersihan. “Hal yang fitrah itu ada lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari). Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

Manfaatkanlah Lima Perkara Sebelum Lima Perkara

Manfaatkanlah Lima Perkara Sebelum Lima Perkara

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara” :
1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu
2. Waktu sehat sebelum tuamu
3. Masa kaya sebelum miskinmu
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu
5. Hidupmu sebelum matimu
.
1. Masa muda sebelum tua. Masa muda merupakan masa paling produktif bagi setiap orang. Sehingga kita harus membiasakan diri melakukan amal saleh sedari muda sebab kebiasaan saat muda akan terbawa hingga tua.
.
2. Sehat sebelum sakit. Kesehatan merupakan karunia dan nikmat yang sering kali terlupakan. Nabi pernah mengatakan dalam kesempatan lain bahwa sehat dan waktu adalah dua nikmat yang banyak manusia tertipu. Mereka menyangka bahwa keduanya adalah sesuatu yang sewajarnya, padahal itu nikmat terbaik yang diberikan Allah pada setiap hamba-Nya.
.
3. Luang sebelum sibuk. Waktu luang seorang mukmin adalah waktu malam sebab di siang hari ia akan sibuk mencari rejeki yang dijanjikan Allah. Hal ini mengacu pada sabda Nabi bahwa “Malam itu panjang maka jangan membuatnya pendek (menyianyiakannya) dengan tidurmu dan siang itu terang jangan kau gelapkan dengan dosa-dosamu”
.
4. Kaya sebelum miskin. Jika Allah memberikan karunia berlebih ingatlah itu hanya amanah yang dititipkan kepadamu. Berbagilah karena dalam harta yang kau miliki terdapat hak orang lain yang membutuhkannya demikianlah cara kita bersyukur dengan karunia berlebih yang diberikan-Nya.
.
5. Hidup sebelum mati. Setiap yang hidup pasti akan mati, manusia tidak akan mengetahui kapan ajal akan menjemputnya dan bagaimana caranya. Maka beramallah selagi hidup sebelum datang kematianmu sebab penyesalan setelah ruh tercabut dari tubuh hanyalah sia-sia. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://bincangsyariah.com
Penggunaan Ungkapan Maasyaa Allah dan Subhaanallah

Penggunaan Ungkapan Maasyaa Allah dan Subhaanallah

Kita pasti pernah mengucapkan Maasyaa Allah dan Subhaanallah, tapi apakah sudah benar ? apakah tidak terbalik ? Berikut akan dijelaskan mengenai penggunaan ungkapan Maasyaa Allah dan Subhaanallah yang tepat sesuai dengan maknanya :
 
1. Maasyaa Allah
Maasyaa Allah artinya itu terjadi atas kehendak Allah.
 
Ungkapan Maasyaa Allah digunakan atau diucapkan jika melihat KEINDAHAN & KEKAGUMAN.
 
Sebagaimana firman Allah :
 
“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan. “ (QS. Al-Kahfi : 39)
 
Lebih jelasnya terdapat pada tafsir Jalalayn berikut ini :
 
(Mengapa tidak) (kamu katakan sewaktu kamu memasuki kebunmu) sewaktu kamu merasa takjub dengan kebunmu itu, (“Ini adalah apa yang telah dikehendaki oleh Allah; tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah?)” di dalam sebuah hadis telah disebutkan, “Barang siapa yang diberi kebaikan (nikmat), baik berupa istri yang cantik lagi saleh atau pun harta benda yang banyak, lalu ia mengatakan, ‘Maasya Allaah Laa Quwwata Illaa Billaah’ (Ini adalah apa yang dikehendaki oleh Allah, dan tiada kekuatan melainkan berkat pertolongan Allah), niscaya ia tidak akan melihat hal-hal yang tidak disukai akan menimpa kebaikan tersebut. (Jika kamu anggap aku ini) lafal Anaa merupakan dhamir Fashl yang memisahkan antara kedua Maf’u1 (lebih sedikit daripada kamu dalam hal harta dan anak).
 
 
2. Subhaanallah
Subhaanallah artinya maha suci allah.
 
Ungkapan Subhaanallah digunakan atau diucapkan jika melihat KEJAHATAN, KEBURUKAN, & KEMAKSIATAN.
 
Sebagaimana firman Allah :
 
“Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 116)
 
Lebih jelasnya terdapat pada tafsir Jalalayn berikut ini :
 
(Dan mereka berkata) dengan wau atau tanpa wau, maksudnya orang-orang Yahudi dan Kristen serta orang-orang yang mengakui bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah, (‘Allah mempunyai anak.’) Allah berfirman, (“Maha Suci Dia) menyucikan-Nya dari pernyataan tersebut, (bahkan apa-apa yang ada di langit dan di bumi kepunyaan-Nya belaka) baik sebagai hak milik, sebagai makhluk, maupun sebagai hamba. Pemilikan itu bertentangan dengan pengambilan atau mempunyai anak. Di sini dipakai ‘maa’ artinya ‘apa-apa untuk yang tidak berakal’ karena ‘taghlib’, artinya untuk mengambil yang lebih banyak. (semua tunduk kepada-Nya.”) Artinya menaatinya, masing-masing sesuai dengan tujuan diciptakan-Nya. Di sini lebih ditekankan kepada makhluk yang berakal.
 
Salam Hangat, Fayda Team
 
Sumber : https://tafsirq.com
“Pule Payung”

“Pule Payung”

Buat kamu yang hobi mengisi feed instagram dengan foto-foto kece nan instagenic. Kamu wajib datang ke objek wisata yang satu ini. Pule Payung terletak di daerah Hargowilis, Kokap, Kulon Progo tidak jauh dari Kali Biru. Objek wisata ini menawarkan berbagai spot foto yang unik dan menarik. Ditambah latar berupa pemandangan perbukitan yang asri dijamin bikin foto kamu makin kece.
.
Pada saat liburan, wisata ini cukup ramai, pengunjung juga dapat menyaksikan pesona keindahna waduk sermo yang Nampak dari atas sana. Dengan berada diatas gardu pandang yang tersedia, pengunjung bisa melihat jelas panorama Waduk Sermo yang sangat menawan.
.
Harga tiket masuk ke tempat wisata ini sangatlah terjangkau. Menikmati panorama indah yang disuguhkan oleh alam. Selain menyuguhkan panorama yang asyik, Pule Payung memiliki banyak sekali spot untuk selfie, misalnya: Spot sky bike, lollipop, jembatan surge dan masih banyak lagi.
.
Meski masih sangat baru, tetapi pengunjung yang antusias mendatangi wisata Pule Payung ini lumayan banyak. Bahkan banyak yang rela mengantri demi bisa naik diatas gardu pandang untuk berselfie maupun memandangi keindahan suguhan alam dari ketinggian. Jarak dari wisata kali biru tak begitu jauh, hanya berjarak 1 km saja. Dekat sekali bukan? Yang pasti wisata ini bisa menjadi referensi buat liburan kamu minggu ini
.
Supaya perjalanan kamu ke Pule Payung semakin menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa kamu coba, diantaranya datang lebih awal supaya lokasi masih sepi, dan kamu bisa happy selfie. Happy Weekend
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://explorewisata.com