Menjauhkan Hati Dari Dosa

Menjauhkan Hati Dari Dosa

Setiap orang yang memiliki hati dan akal sehat pasti akan berhati-hati terhadap akibat dari perbuatan maksiat dan dosa, karena keduanya merupakan racun yang bisa membinasakan dan memiliki pengaruh buruk dalam kehidupannya di masa yang akan datang. Sementara tidak ada seorang pun di dunia ini yang ingin dirinya celaka, apalagi jika penderitaan yang akan ditanggungnya itu dalam waktu yang sangat lama atau bahkan berujung di neraka.
.
Diantara sebab yang bisa menghilangkan ketergantungan hati dengan dosa, yaitu:
1. Mempelajari ilmu, mengamalkannya dan mendakwahkannya
Ketahuilah, bahwa diantara dosa itu ada yang disebabkan oleh kelalaian atau dorongan hawa nafsu. jika disebabkan oleh kelalaian maka penawarnya adalah ilmu. Orang yang bertaubat dan mau memperbaiki dirinya, maka hendaknya dia meniti jalan hidayah (petunjuk) yaitu mempelajar ilmu syar’i. Dosa itu disebabkan oleh dorongan hawa nafsu, maka penyembuhnya adalah sabar dalam mengekang tuntutan hawa nafsu dan mengharap pahala dari Allah.
2. Berpegang teguh dengan agama Allah
Orang yang berpegang teguh dengan (agama) Allah, dan kembali kepada-Nya dalam setiap keadaannya, maka Allah akan menolongnya dan memenangkannya dalam menghadapi dua musuh yang tidak pernah lepas darinya. Dua musuh tersebut adalah nafsunya dan syaitan.
Allah berfirman: Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali Imran: 101)
3. Menumbuhkan rasa takut terhadap Efek buruk dari dosa di dunia
Orang yang ingin melepaskan dirinya dari ketergantungan hatinya terhadap dosa, hendaknya dia menumbuhkan rasa takut di hatinya. Yaitu takut terkena dampak buruk dari dosanya di dunia. Seorang hamba yang terhalang dari rezekinya, bisa jadi itu disebabkan oleh dosa yang dia perbuat. Dia mestinya takut akan tertimpa penyakit dan kemiskinan bila dia terus menerus bermaksiat.
4. Mengingat Kematian yang dating dengan cepat
Allah berfirman: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. (Maryam:39)
.
Salam Hangat, Fayda Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *