“Mana dulu ya? Qodho dulu? Syawal dulu?”

Salah satu sunnah yang utama setelah idul fitri adalah puasa syawal. Bagi muslimah yang punya hutang puasa Ramadhan, mana yang lebih utama puasa syawal atau qadha terlebih dahulu. Haruskah qadha dulu agar mendapat keutamaan puasa syawal?
.
Pertanyaan ini wajar. Karena dalam haditsnya disebutkan “tsumma atba’ahu” (kemudian mengikuti puasa Ramadhan). Apakah keutamaan puasa syawal yang seperti puasa setahun penuh baru bisa didapatkan setelah puasa Ramadhan genap, yang berarti diqadha dulu bagi muslimah yang tidak lengkap puasanya karena haid?
.
Dari Ibnu Rajab, menjelaskan bahwa meskipun puasa sunnah boleh dilaksanakan sebelum qadha puasa Ramadhan diselesaikan, keutamaan seperti puasa setahun penuh tidak bisa didapatkan. Sebab dalam hadits disebutkan Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang puasa ramadhan, kemudian dia ikuti dengan 6 hari puasa syawal, maka seperti puasa setahun.” (HR. Muslim 1164)
.
Keutamaan seperti puasa setahun itu untuk orang yang “tsumma atba’ahu” (kemudian mengikutinya) dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Sedangkan orang yang belum qadha puasa Ramadhan belum bisa dikatakan telah berpuasa Ramadhan.
.
Yang ideal bagi muslimah yakni mengqadha’ puasa Ramadhan terlebih dahulu lalu mengerjakan puasa syawal. Menurut data medis modern, periode haid umumnya adalah 2-7 hari. Jika demikian, maka masih cukup waktu di bulan Syawal untuk mengqadha puasa Ramadhan lalu menyusulnya dengan puasa Syawal. Jika bisa memilih opsi ideal ini, maka terjawab sudah pertanyaan apakah puasa syawal atau qadha terlebih dahulu.
.
Bagaimana jika ada kendala lain sehingga tidak cukup waktu untuk qadha puasa Ramadhan dan puasa Syawal di bulan ini? Puasa syawal atau qadha terlebih dahulu? Para muslimah bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Aisyah “Dulu aku punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar utang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya’ban karena kesibukan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim). .
Karena kasibukan melayani Rasulullah, Aisyah mendahukukan puasa syawal daripada qadha puasa ramadhan Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://webmuslimah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *