“Amal kita di Bulan Ramadhan bisa rusak karena 5 hal ini?”

“Amal kita di Bulan Ramadhan bisa rusak karena 5 hal ini?”

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mengejar amalan sebanyak mungkin adalah keharusan bagi setiap muslim karena tidak akan ada waktu yang sebaik bulan Ramadhan dalam mengumpulkan pahala. Namun sering kali amalan yang telah kita lakukan justru menjadi sia-sia. Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam beraktivitas agar tidak merusak amalan kita. Berikut ini adalah beberapa perusak amal di bulan Ramadhan yang perlu diwaspadai.
1. Tidak Sholat
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?” Beliau rahimahullah menjawab, “Puasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat berarti kafir dan murtad“. Dalil mengatakan bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Ta’ala, ”Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. At-Taubah: 11)
Alasan lain adalah sabda Nabi SAW:
“Pembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslimm 82)
2. Fitnah
Allah SWT berfirman:
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 191)
3. Sholat terburu-buru
Hal lainnya yang dapat jadi perusak amal di bulan Ramadhan yang sering tidak disadari adalah melaksanakan shalat dengan buru-buru. Nabi SAW bersabda: “Sebaik baik shalat adalah yang lama berdirinya” (HR, Muslim no 756).
Dari abu Hurairah, beliau berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron.” (HR. Bukhari no 1220 dan Muslim no 545)
4. Ghibah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu juga mengatakan bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “’Tahukah kalian apa itu ghibah?’ Lalu sahabat berkata: ‘Allah dan rasulNya yang lebih tahu’. Rasulullah bersabda: ‘Engkau menyebut saudaramu tentang apa yang dia benci’. Beliau ditanya: ‘Bagaimana pendapatmu jika apa yang aku katakan benar tentang saudaraku?’ Rasulullah bersabda: ‘jika engkau menyebutkan tentang kebenaran saudaramu maka sungguh engkau telah ghibah tentang saudaramu dan jika yang engkau katakan yang sebaliknya maka engkau telah menyebutkan kedustaan tentang saudaramu.’” (HR. Muslim no 2589)
5. Marah
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR. Bukhari)
.
Itulah hal yang menjadi perusak amal kita dibulan Ramadhan. Dan kebanyakan dari hal tersebut tidak kita sadari, namun dengan artikel singkat ini semoga kita menjadi lebih waspada saat sedang berpuasa. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber:
https://dalamislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *