“Sholat Sunnah Rawatib”

“Sholat Sunnah Rawatib”

Salah satu hikmah dan rahmat Allah kepada hambanya adalah disyariatkannya ibadah tambahan berupa amalan sunah. Amalan sunah dikerjakan untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada ibadah yang wajib. Salah satu amalan sunah di dalam ibadah shalat yang paling utama adalah menjalankan shalat sunnah rawatib.
.
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardhu (shalat lima waktu). Shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Qobliyah. Sedangkan shalat sunnah Rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu disebut dengan shalat sunnah Ba’diyah.
.
Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“ Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada shalat (sunnah).” Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, “ Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 588 dan Muslim no. 1384)
.
Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata: “ Nabi SAW tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. (HR. Al-Bukhari no. 1183)
.
Shalat sunnah rawatib dibagi menjadi 2 bagian:
1. Shalat sunnah rawatib Mu’akkad
Bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Mengenai jumlah shalat sunnah rawatib mu’akkad ada 12 rakaat: 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat zuhur, 2 atau 4 rakaat sesudah shalat zuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah isya
2. Shalat sunnah rawatib Ghoiru Mu’akkad
Shalat sunnah rawatib ghoiru mu’akkad ini adalah jenis shalat sunnah rawatib yang kurang ditekankan. Berikut adalah jumlah shalat sunnah ghoiru mu’akkad: 2 atau 4 rakaat sebelum shalat ashar, 2 rakaat sebelum maghrib, 2 rakaat sebelum isya
.
Niat sholat sunnah rawatib ada 2, yaitu:
1. Ushallii sunnatash shubhi (jika dikerjakan subuh) rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’alaa (Sebelum sholat fardhu)
2. Ushallii sunnatal isyaa’i (jika dikerjakan isya) rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’alaa (Sesudah sholat fardhu) Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://www.dream.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *