IMING-IMING HADIAH, Apakah Efektif Melatih Anak Puasa?

IMING-IMING HADIAH, Apakah Efektif Melatih Anak Puasa?

Anak-anak memang tidak diwajibkan untuk puasa. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak boleh berpuasa. Bagaimanapun, kelak ketika anak-anak sudah akil baliq, mereka wajib berpuasa. Untuk membiasakan diri menahan lapar dan memperbanyak ibadah saat bulan Ramadhan, mereka harus belajar. Proses belajarnya pun tidak bisa singkat. Harus ditumbuhkan sejak dini. Melatih anak puasa pun bisa dimulai dari balita. Mulai dari puasa beberapa jam, setengah hari, hingga seharian penuh. Proses belajar ini tentu harus dilakukan secara bertahap.
 
Nah, dalam mengajari berpuasa, sebagian besar orangtua memotivasi anak dengan hadiah. Iming-iming hadiah ini memang menjadi hal yang lumrah dan cukup sukses untuk membujuk anak agar mau berpuasa. Akan tetapi, apakah cara ini efektif? Apa dampak positif dan negatifnya?

Sisi Positif Memberikan Hadiah
Pada dasarnya anak-anak memang sangat senang dengan hadiah. Memberikan iming-iming hadiah bisa sangat efektif dalam menumbuhkan motivasi mereka untuk berpuasa. Ini juga menjadi trik yang bagus untuk masa latihan anak.
 
Ketika usia anak masih balita, anak-anak masih belum sepenuhnya memahami makna puasa Ramadhan. Pada tahap ini, sembari menjelaskan konsep berpuasa, hadiah adalah salah satu cara paling ampuh untuk membuat anak semangat berpuasa. Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak akan lebih baik dalam memahami tujuan dan makna berpuasa.
 
Hadiah yang diberikan tidak perlu mahal. Jika ia berhasil melaksanakan puasa sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, Anda bisa memberikan barang-barang yang bermanfaat untuknya, misalnya alat tulis, tas, atau yang lainnya. Ketika memberikan hadiah, jangan lupa jelaskan bahwa hadiah tersebut diberikan karena anak sudah mau berusaha untuk puasa.
Pertanyaan selanjutnya, sampai kapan anak harus diberi iming-iming hadiah agar mau berpuasa?
 
Iming-iming hadiah ini tentu tidak bisa dilakukan secara terus-menerus. Anak-anak harus belajar konsep puasa yang sesungguhnya. Pada tahun pertama anak puasa, iming-iming hadiah ini memang bisa sangat efektif.
 
Akan tetapi, di tahun-tahun berikutnya, orangtua harus mulai mengurangi pemberian hadiah. Berikan pengertian pada anak bahwa puasa adalah ibadah bagi anak-anak. Anak-anak harus tetap menjalankan puasa meski tanpa hadiah. Idealnya, iming-iming hadiah harus dihentikan ketika anak sudah masuk SD.
 
Sisi Negatif Memberikan Hadiah
Iming-iming hadiah untuk melatih anak berpuasa ternyata juga memiliki dampak negatif. Apalagi, jika pemberian hadiah tersebut dilakukan terus-menerus sehingga anak menjadi terbiasa dengan hadiah. Akibat terburuknya adalah anak hanya berpuasa ketika mendapatkan hadiah.
 
Daripada memberikan hadiah, orangtua bisa mencoba melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Cobalah untuk memberikan pujian. Tatap mata anak, lalu katakan “Good Job” dengan tulus.
 
Pernyataan verbal ini akan mendorong anak untuk mengulangi perbuatannya lagi. Jangan lupa untuk memberikan pujian secara detail. Puji usahanya untuk berpuasa.
 
Penghargaan lain yang bisa Anda berikan untuk anak karena sudah berpuasa adalah dengan memasakkan makanan kesukaannya. Berbuka puasa dengan menu spesial kesukaannya pasti akan membuat anak lebih bersemangat melakukan puasa.
 
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : https://schoolofparenting.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *