“Adab Menjaga Lisan Bagi Wanita beserta Keutamaannya”

“Adab Menjaga Lisan Bagi Wanita beserta Keutamaannya”

Lisan adalah hal yang sangat penting dan dapat mencerminkan tingkah laku seseorang. Dengan lisan kita sudah mengetahui sifat seseorang tersebut. Terlebih lagi untuk seorang wanita. Dengan lisan yang keluar dari wanita, itu akan membuat para kaum adam bisa mengetahui sifat wanita tersebut. Dan di zaman sekarang saat ini semakin banyak wanita yang masih belum mengetahui secara mendalam tentang adab untuk menjaga lisan bagi wanita. Intinya untuk kaum hawa sudah di jelaskan secara detail tentang adab-adab tersebut. Berikut ini kami jelaskan adab-adab menjaga lisan bagi wanita:
1. Jangan menjelekan atau menggunjing orang lain
Dengan lisan seseorang mudah sekali untuk bisa menjelekkan atau menggunjing seseorang. Terlebih lagi, wanita memang senang sekali untuk berbicara, oleh sebab itu lah, untuk wanita muslim jangan dan hindari untuk menggunjing seseorang karena dengan kita menggunjing seseorang, kita bisa bercermin bahwa kita pun sama hal nya dengan orang yang kita bicarakan. Ingatlah bahwa lisan yang kita ucapkan ini sudah mencerminkan sifat diri kita.
2. Hindari mengucapkan kata kata kasar
Wanita di kenal dengan sifat dan tutur kata yang lembut. Untuk itu para wanita pun harus bisa menjaga adab untuk bisa menjaga lisan agar tidak mengucapkan kata-kata yang kasar. Meskipun kita sedang sedih, terluka, kesal ataupun marah kita tidak perlu mengucapkan kata-kata kasar. Karena dengan mengucapkan kata-kata yang kasar pun tidak bisa membuat kita lebih tenang. Lebih baik kita banyak mengucapkan istighfar. Lalu mengadu lah kepada Allah agar kita lebih tenang dan jauh lebih baik.
3. Mengendalikan lisan dengan hatinya
Adab menjaga lisan bagi wanita yang ketiga adalah wanita harus bisa mengendalikan lisan nya sebelum wanita tersebut berbicara kepada orang lain. Gunakanlah lisan sebaik mungkin. Jika lisan keluar dari mulut kita, sebaiknya lisan yang keluar dari mulut kita bisa bermanfaat bagi orang lain. dan jika itu tidak penting, lebih baik kita sebagai wanita diam. Tanpa perlu banyak bicara.
4. Hindari perkataan yang belum tentu benar
Banyak dari kita yang belum mendasar kebenarannya sudah di ucapkan oleh banyak orang. Sebaik nya kita sebagai wanita muslim harus mengklarifikasi apakah ucapan yang diucapkan oleh orang lain benar atau salah. Jika sudah terbukti kebenarannya kita bisa memberitahukan orang lain dengan benar tanpa perlu bicara hoax.
5. Berucap dengan tutur kata yang lembut tanpa harus kencang dan berteriak
Terkadang kita mendengar wanita yang berbicara dengan suara yang kencang dan bisa dibilang teriak. Hal ini sebenarnya sangat disayangkan. Karena kaum adam pun jika mendengar wanita dengan suara kencang bukan merasa senang ataupun rasa suka. Melainkan rasa sedih dan kecewa. Karena dengan wanita berbicara secara kencang tanpa mengetahui adab seorang wanita berbicara. Hal ini membuat para pria sudah mengetahui dengan jelas sifat dan karakter wanita tersebut.
.
Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
.
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam.”
 (HR. Bukhari dan Muslim).
Lalu.. Apa pentingnya menjaga lisan?
Berikut kami jelaskan keutamaan menjaga lisan:
1. Memiliki kedudukan yang tinggi sebagai muslim
Dengan menjaga lisan kita akan terhindar dari perkataan-perkataan dosa yang bisa berujung pada dosa. Suatu hari Rasulullah Saw. ditanya, “Siapakah Muslim yang paling utama?” Beliau menjawab,“Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR. Bukhari).
2. Dijanjikan Surga
Dari Sahl bin Sa’ad ra., Rasulullah Muhammad saw bersabda: “Barangsiapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya – yakni mulut atau lidah – serta antara kedua kakinya – yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan syurga untuknya.” (HR. Al-Bukhari)
3. Dijauhkan dari neraka Jahannam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (HR. Al-Bukhari)
4. Dijauhkan dari kebinasaan
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berbincang dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu: “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)
5. Menyelamatkan diri dari dosa
Selain menunaikan sholat, puasa dan mengaji, cara lain untuk menyelamatkan diri dari dosa serta azab kubur yakni dengan menjaga lisan. Daripada mengunjing atau membicarakan sesuatu yang tak bermanfaat, akan lebih baik jika kita diam serambi memperbanyak istighfar. Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, dia berkata, “Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?” Beliau menjawab, “Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu dan tangisilah kesalahanmu”. (HR. Tirmidzi)
6. Memperoleh ridho Allah di akhirat
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Imam Malik dan Ahmad)
7. Meningkatkan Iman
Seseorang yang banyak diamnya dan tak suka mengumbar ucapan yang sia-sia, biasanya ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk berpikir. Apabila ia berpikir tentang kebesaran Allah SWT, mengingat akan nikmat yang telah didapat, mengingat kematian, maka kadar keimanannya pun juga akan bertambah. Menjaga lisan termasuk dalam perbuatan yang meningkatkan iman seseorang. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Ra, bahwasahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
.
Pada intinya, sebaiknya manusia berbicara perihal kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat. Janganlah mengucapkan sesuatu yang menyakiti hati orang lain, menghina, berlagak sok pintar, atau sombong. Apabila tidak mampu berbicara baik, maka diam bisa menjadi pilihan tepat. Namun ingat, diam pun ada saatnya. Apabila kita melihat keburukan maka seharusnya berbicara dan mencegah kemungkaran tersebut. Dan apabila kita ditindas, kita juga diperbolehkan membela diri. Yang terpenting, pikirkan terlebih dahulu kata-kata yang hendak diucapkan. Sebab perkataanmu adalah kualitas dirimu.
.
Oleh karena itu, kita sebagai wanita muslim yang mengetahui adab-adab bagaimana lisan ini kita gunakan. Sebaiknya gunakan dengan cara yang baik, benar dan juga bisa bermanfaat untuk orang lain. Berusahalah agar kita selalu bisa menjaga lisan ini untuk tidak mengucapkan kata-kata yang kasar, kata-kata yang buruk, dan lain sebagainya karena lisan wanita adalah cerminan diri kita. Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *