“Penanaman tauhid kepada anak untuk melatih dan pembiasaan puasa di bulan Ramadhan”

“Penanaman tauhid kepada anak untuk melatih dan pembiasaan puasa di bulan Ramadhan”

Dalam ajaran agama Islam, anak adalah titipan dari Allah SWT yang harus kita jaga dengan baik. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Mereka meninginkan agar anak-anak mereka menjadi harapan di masa depan; pandai dan menjadi pemimpin yang baik sekaligus berguna bagi bangsa dan menjalankan fungsi agama.
.
Allah Berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Al-Baqarah : 183).
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim:1631)
.
Lalu, sebagai orang tua, bagaimana Tips Mengajar Anak Berpuasa? Berikut ini adalah beberapa tips mengajar anak berpuasa :
1. Mengajarkan anak tentang Tukun Islam dan Mengamalkannya
Puasa merupakan salah satu dari lima rukun islam. Hal pertama yang harus dilakukan orang tua dalam mengajarkan anak-anak untuk puasa adalah menanamkan ajaran agama kepada putra-putrinya. Hasilnya mereka akan dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan apa ilmu agama yang mereka dapat dengan baik. Setelah itu, mereka juga mengetahui bagaimana cara berbakti kepada kedua orang tua. Sehingga mereka dapat mengakrabkan diri mereka pada ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
.
Jika orang tua tidak mengerti agama dan tidak pula peduli dengan ajaran agama, maka mental dan moral anak-anaknya menjadi jauh menyimpang dari norma kehidupan beragama. Hasilnya sudah pasti akan membuat hidup mereka terasa bagaikan di dalam neraka.
2. Bercerita tentang keutamaan-keutamaan puasa
Pada bulan Ramadhan, setiap muslim yang sehat diwajibkan berpuasa pada siang hari. Puasa dalam pengertian bahasa adalah menahan dan berhenti dari sesuatu yang dilarang. Sedangkan menurut istilah agama artinya menahan dari segala hal yang membatalkan puasa, yaitu makan dan minum. Waktu puasa adalah sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga matahari terbenam. Dengan kata lain, sejak masuk waktu Subuh hingga masuk waktu Maghrib dan disertai dengan niat.
.
Sesuai dengan Dalil Al-Qur’an yang mewajibkan puasa adalah firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.
3. Bercerita tentang larangan dalam berpuasa
Larangan utama dalam keutamaan puasa adalah makan, dan minum. dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Ketika melaksanakan ibadah puasa, tidak ada yang mengawasi dari pihak luar kecuali dari Allah semata. Tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui apakah seorang itu sedang berpuasa atau tidak. Jika ia tidak berpuasa, tidak akan ada yang tahu. Dia sendirilah yang mengetahui rahasia tentang dirinya, apakah ia benar berpuasa atau tidak. Ini berarti bahwa seseorang telah melatih diri sendiri untuk jujur dalam pelaksanaan ibadah dan dari hal tersebut ia akan merasakan manfaat beriman kepada Allah SWT. Hanya taqwa orang tersebut kepada Allah sajalah yang mendorong untuk benar-benar dan sungguh berpuasa. Bertaqwa kepada Allah merupakan salah satu dari enam rukun iman dalam agama Islam.
4. Orang tua memberikan contoh tauhid yang baik
Sebagai orang tua, kita harus menyadari tugas utama yang harus dilaksanakan yaitu mendidik anak-anaknya. Sehingga orang tua dituntut untuk memberikan perhatian, bimbingan, arahan, dukungan, pengawasan serta contoh atau teladan secara teratur kepada anak-anaknya dalam hal beribadah sesuai dengan ajaran-ajaran agama.
5. Bercerita tentang bahaya meninggalkan puasa
Tidak diragukan lagi manfaat membaca al qur-an dapat menambah pengetahuan selain itu dapat menambah ketaqwaan, terutama dalam mendidik anak, kita dapat belajar dari Al Qur’an. Jika kita menasihati anak dengan cara memberitahu hadits-hadits atau dengan al qur’an memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kepada anak-anak kita dengan cara bercerita, anak akan mudah memahami dan mengerti. Sehingga mereka akan menghindari apa akibatnya jika kita meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadhan.
6. Mengajarkan anak untuk menghormati orang yang sedang berpuasa
Jika anak tidak sanggup melakukan ibadah puasa, mereka diajarkan bagaimana caranya untuk menghormati orang yang sedang berpuasa. Seperti tidak makan dan minum di hadapan orang yang sedang berpuasa. Lalu mereka diingatkan agar menahan makan dan minum sampai waktunya berbuka puasa.
.
Selain menghormati kepada yang sedang berpuasa, anak juga dinasehati agar menghormati pula orang yang tidak berpuasa. Agar anak tidak mengejek orang-orang yang tidak berpuasa karena perbedaan agama. Dengan menghormati perbedaan, akan dirasakan sendiri manfaat toleransi umat beragama.
.
Penanaman tauhid anak lebih ditekankan pada pelatihan dan pembiasaan puasa pada bulan Ramadhan ini dengan menggunakan metode keteladanan agar anak mudah untuk meniru dan dijadikan sebagai sebuah kebiasaan. Serta peran penting orang tua sangat diperlukan bagi anak dalam belajar melaksanakan ibadah puasa. Semoga Allah SWT menganugerahkan anak-anak yang saleh kepada kita yang dapat membantu kita dalam taat kepada Allah SWT. Amin… Wallahu’alam
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *