“Ketika hujan turun, ukhti takut kaos kakinya basah? atau takut aurat ukhti terlihat?”

“Ketika hujan turun, ukhti takut kaos kakinya basah? atau takut aurat ukhti terlihat?”

Batasan aurat laki-laki berbeda dengan batas aurat wanita. Aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 59 yang artinya, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mu’min : ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata, Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud)
.
Dari dua dalil di atas dapat dikatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya termasuk kaki kecuali wajah dan telapak tangan. Para ulama pun sepakat bahwa kaki wanita termasuk aurat yang juga harus ditutupi sehingga hukum tidak menutup aurat kaki bagi wanita adalah haram.
.
Maka dapat disimpulkan bahwa kaki juga termasuk kedalam aurat, sehingga menutup kaki merupakan sebuah kewajiban, Jika kemudian muncul pertanyaan dengan apakah anda harus menutup kaki maka dapat ditutup dengan pakaian yang longgar, tidak tipis, tidak transparan, tidak memperlihatkan bentuk atau lekukan. Adapun dari pergelangan kaki ke bawah; punggung telapak kaki boleh ditutup dengan kaus kaki atau dengan menjulurkan pakaian sehingga menutup seluruh kaki.
.
Adapun adab menggunakan kaus kaki dalam Islam di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Warna kaus kaki tidak menyerupai warna kulit karena jika menggunakan kaus kaki yang memiliki warna yang sama atau mirip dengan warna kulit maka akan terlihat seperti tidak memakai kaus kaki. Dan hal ini, maksud menutup aurat menjadi tidak tercapai.
2. Menggunakan kaus kaki berwarna gelap.
3. Kain kaus kaki tidak tipis atau tidak transparan.
4. Kain kaus kaki yang digunakan haruslah tebal.
.
Allah SWT juga berfirman, yang artinya : “dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)
.
Jadi… Pakai kaos kakimu yaa ukhti.. karena kaki termasuk aurat, Untuk berpergianpun sebaiknya ukhti membawa persediaan kaos kaki ganti, supaya ketika kehujanan dijalan, aurat ukhti tetap aman dengan persediaan kaos kaki gantinya.. Semoga bermanfaat.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://dalamislam.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *