“Kapan Waktu yang Tepat untuk mengajarkan Anak Sholat?”

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa” (QS. Thaha:132)
.
Sholat adalah amalan yang pertama kali akan ditanya oleh Allah di yaumul hisab nanti. Jika sholatnya baik, baiklah seluruh amalannya. Jika shalat kacau, maka kacau pulalah seluruh amalan. Ayah, Bunda tentu kita ingin memiliki anak-anak yang sholeh, dimana salah satunya adalah anak yang rajin beribadah, rajin sholat. Namun, kadang kita bingun bagaimana metode yang tepat dalam mengajarkan sholat. Apakah harus dengan bentakan? Apakah harus dengan pukulan? Apakah cukup dengan kelembutan?
.
Rasulullah memberikan kita petunjuk terbaik untuk mengajarkan anak sholat. Tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Tahap memberikan perintah untuk sholat
Pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk memberikan perintah anak sholat? Yaitu ketika anak sudah mengerti kanan dan kiri. Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Abdullah bin Habib, Nabi bersabda, “Apabila seorang anak dapat membedakan mana kanan atau kiri, maka perintahkanlah dia untuk mengerjakan sholat.”
2. Tahap mengajarkan sholat kepada anak
Orang tua mengajarkan anak mengenai segala sesuatu tentang sholat, misal rukun sholat, kewajiban, maupun hal pembatal sholat. Usia yang tepat untuk memulai mengajarkan hal ini adalah pada usia tujuh tahun. Rasulullah bersabda, “Perintahkanlah anak kecil untuk shalat apabila sudah berusia tujuh tahun. Apabila sudah mencapai usia sepuluh tahun, maka pukullah untuk shalat.”
Dalam hal ini, rasulullah saw mengajari anak-anak secara langsung terkait apa yang mereka butuhkan dalam shalat. Misalnya mengajarkan doa-doa yang harus dibaca, mengoreksi kesalahan anak, mengajarkan azan kepada anak, mengatur shaf shalat, tata cara shalat dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat sholat, mengajarkan hukum shalat wajib dan sunnah, serta mengajarkan anak bagaimana berwudhu.
Seorang sahabat, yaitu Abdullah bin Mas’ud memberikan nasihat untuk kita para orang tua terkait hal ini: “Jagalah sholat anak-anak kalian dan biasakanlah mereka melakukan kebaikan. Karena, kebaikan adalah kebiasaan. “ (Riwayat Baihaqi)
3. Tahap memberikan perintah untuk sholat disertai ancaman pukulan
Tahapan ini dimulai ketika anak berusia 10 tahun. Tahap ini boleh dilakukan jika anak meninggalkan sholat atau bermalas-malasan dalam mengerjakannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman bagi anak karena tidak menunaikan hak dirinya sendiri serta bentuk kezalimannya mengikuti jalan setan. Dr Suwaid dalam bukunya menyatakan bahwa pada tingkatan usia ini semestinya anak masih berada dalam tingkatan fitrah. Godaan setan padanya pun masih sangat lemah. Maka, ketika dia mulai meninggalkan shalat, menjadi pertanda bahwa setan sudah mulai menguasai dirinya sedikit demi sedikit. Sebelum setan semakin membelenggu sang anak, perlu adanya terapi kenabian; yaitu berupa pukulan. Tentu dengan memperhatikan kaidah-kaidah dalam memukul sebagaimana telah pernah kita bahas di sini.Tidak mengapa kita memberitahukan kepada anak mengapa dia dipukul. Bacakanlah anak hadits berikut, Rasulullah bersabda, “Perintahkan anak anak kalian untuk mengerjakan shalat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka untuk sholat pada usia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka (maksudnya antara anak laki laki dan perempuan)” (HR Abu Daud)
.
Balighnya seseorang itu ada 2:
a. Sampai pada kemampuan menggunakan akal : pada usia 7 tahun
b. Sampai pada kesempurnaan akal : pada usia 10 tahun. Yaitu dapat membedakan mana manfaat dan mana mudharat; mana yang bahaya atau tidak.
Shalat sendiri memiliki 2 segi :
a. Shalat adalah penyelamat baginya dari jurang neraka; sehingga diperintahkan pada baligh pertama (usia 7 tahun)
b. Shalat adalah syiar Islam yang memaksa pemeluknya untuk melaksanakannya; dan beroleh dosa jika meninggalkannya. Hal ini berlaku entah pemeluknya suka atau tidak suka melaksanakannya.
Maka dari itu, usia 10 tahun itu menjadi jembatan penghubung antara kedua batas usia itu.
.
Demikian, cara mengajarkan anak shalat. Semoga kita diberikan taufik dan hidayah dari Allah untuk mampu mendidik anak kita melaksanakan kewajiban utamanya ini, yaitu shalat. Sehingga, dengan shalat ini, dapat menjadi jalan jalur tabungan/investasi kita di akhirat sebagai orang tua dari doa anak-anak sholeh yang kita miliki. Aamiin
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa” (QS. Thaha:132)
.
Sholat adalah amalan yang pertama kali akan ditanya oleh Allah di yaumul hisab nanti. Jika sholatnya baik, baiklah seluruh amalannya. Jika shalat kacau, maka kacau pulalah seluruh amalan. Ayah, Bunda tentu kita ingin memiliki anak-anak yang sholeh, dimana salah satunya adalah anak yang rajin beribadah, rajin sholat. Namun, kadang kita bingun bagaimana metode yang tepat dalam mengajarkan sholat. Apakah harus dengan bentakan? Apakah harus dengan pukulan? Apakah cukup dengan kelembutan?
.
Rasulullah memberikan kita petunjuk terbaik untuk mengajarkan anak sholat. Tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Tahap memberikan perintah untuk sholat
Pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu yang tepat untuk memberikan perintah anak sholat? Yaitu ketika anak sudah mengerti kanan dan kiri.
2. Tahap mengajarkan sholat kepada anak
Orang tua mengajarkan anak mengenai segala sesuatu tentang sholat, misal rukun sholat, kewajiban, maupun hal pembatal sholat. Usia yang tepat untuk memulai mengajarkan hal ini adalah pada usia tujuh tahun.
3. Tahap memberikan perintah untuk sholat disertai ancaman pukulan
Tahapan ini dimulai ketika anak berusia 10 tahun. Tahap ini boleh dilakukan jika anak meninggalkan sholat atau bermalas-malasan dalam mengerjakannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk hukuman bagi anak karena tidak menunaikan hak dirinya sendiri serta bentuk kezalimannya mengikuti jalan setan.
.
Demikian, cara mengajarkan anak shalat. Semoga kita diberikan taufik dan hidayah dari Allah untuk mampu mendidik anak kita melaksanakan kewajiban utamanya ini, yaitu shalat. Sehingga, dengan shalat ini, dapat menjadi jalan jalur tabungan/investasi kita di akhirat sebagai orang tua dari doa anak-anak sholeh yang kita miliki. Aamiin
.
Untuk membaca penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak sholat, silahkan kunjungi website kami di www.myhayra.com
.
Mohon maaf admin tidak dapat menguraikan semuanya disini karena artikel terlalu Panjang T_T
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://belajarmendidikanak.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *