“Jangan Biarkan Orang lain yang Mengajarkan Al-Fatihah untuk anakmu. Kenapa? Ini sebabnya”

Orangtua saat ini banyak yang menyerahkan anaknya pada pengasuh, pada mertua, atau pada guru-guru di sekolah. Dan hanya menyisakan anak-anak fasilitas mewah serta banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal anak adalah investasi akhirat, sungguh rugi jika kita kehilangan banyak investasi hanya gara-gara malas meluangkan waktu setidaknya satu jam saja sehari untuk mendidik dan mengajari anak.
.
Ayah, Bunda, sadarkah bahwa setiap kali anak kita membaca surah Al Fatihah sepanjang hidupnya, pahalanya akan mengalir pada orang yang mengajarkannya? “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
.
Berapa kali kita membaca Surah Al-Fatihah setiap harinya?
Bagi kita seorang muslim minimal kita akan membaca Surah Al-Fatihah sebanyak 17 kali dalam sehari, sesuai dengan jumlah bilangan rekaat sholat wajib. Karena seringnya surat ini dibaca, sampai-sampai Allah menyebutnya sebagai As-Sab’ul Matsani, yang berarti “Tujuh (ayat) yang berulang-ulang”.
.
Berapa pahala yang kita dapatkan dengan membaca Al-Fatihah?
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
.
Bagaimanakah keutamaan mengajarkan Surah Al-Fatihah kepada anak kita?
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim).
.
Dengan mengajarkan bacaan Al-Fatihah kepada anak, secara tidak langsung kita telah mendapatkan 3 amalan; Proses kita mengajarkan kepada anak akan dihitung sebagai sedekah jariyah, ketika anak kita membacanya baik dalam sholat maupun kehidupan sehari-hari maka akan dihitung sebagai ilmu yang dimanfaatkan dan Inshaa Allah anak yang sudah kita ajarkan ilmu agama termasuk di dalamnya bacaan Al-Fatihah akan menjadi anak yang sholehyang do’anya akan bermanfaat bagi kita.
.
Namun perlu diingat, pahala dan keutamaan diatas akan sampai kepada kita dengan sempurna, ketika kita yang mengajarkan ilmu tersebut kepada anak secara langsung, bukan melalui perantara guru, media elektronik atau perantara lainnya.
.
Bagaimana cara mengajarkan Surah Al-Fatihah kepada anak sejak dini?
Ada berbagai cara dalam mengajarkan Surah Al-Fatihah kepada anak sejak dini, berikut ini akan kami sampaikan beberapa contoh yang mudah-mudahan bisa dengan mudah di praktekkan.
1. Ucapkan melalui lisan disaat santai
Kita dapat mengajarkan anak kita bacaan surah Al-Fatihah dengan mengucapkannya di saat santai, pilihlah saat dimana anak tidak sedang sibuk dan pastikan dia hanya fokus mendengarkan kita, contohnya ketika anak akan tidur atau selesai mandi.
2. Ajarkan saat Sholat Berjamaan
Ajak anak untuk sholat berjamaah di rumah, khususnya ketika sholat Maghrib, Isya dan Shubuh. Selain untuk mengajarkan anak gerakan sholat sejak dini, hal ini juga bisa kita manfaatkan untuk memperdengarkan bacaan Al-Fatihah di rekaat pertama dan kedua dari ketiga sholat diatas, sehingga anak akan terbiasa mendengarkan cara membacanya.
3. Perdengarkan sejak bayi
Perhatikan Ayat Allah berikut ini : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur “(QS.An-Nahl:78).
.
Dari ayat diatas bisa kita ketahui bahwa ketika kita dilahirkan, Allah sudah menganugerahkan 3 indra ke diri kita, yang secara berurutan berfungsi secara optimal adalah pendengaran, penglihatan dan hati. Indra pendengaran adalah yang pertama kali bekerja optimal ketika kita lahir, itulah mengapa sebaiknya kita mulai membiasakan memperdengarkan ayat suci Al-Qur’an semenjak anak kita lahir. Selain untuk membiasakan diri kita berbuat hal yang dianjurkan oleh Allah, hal ini juga akan didengarkan anak sehingga dia akan terbiasa dengan bacaan Al-Qur’an hingga dewasa nanti.
.
Setelah membaca penjelasan diatas, tentunya kita bisa menyimpulkan sendiri, batapa besarnya keutamaan mengajarkan Surah Al-Fatihah kepada anak kita. Coba Ayah, dan Bunda bayangkan kalau amalan yang kita ajarkan secara langsung itu dilakukan selama hidupnya, kemudian diajarkannya lagi kepada anaknya dan seterusnya, maka Insyaa Allah kita akan panen di akhirat kelak. Jadi? Masih rela kalau sekedar bacaan Surah Al-Fatihah, sikecil sholeh dan sholehah diajarkan oleh orang lain?
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://bangdanu.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *