“Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid”

Wanita muslimah yang sudah bersih dari haid belum bisa melakukan kegiatan ibadah apapun seperti shalat, puasa, dan sebagainya sebelum dirinya benar-benar sudah dibersihkan dengan cara guslul-akbar yakni mandi besar atau yang disebut mandi haid. Lalu bagaimana cara mandi haid itu?
.
Dalam hadis disebutkan bahwasanya, Aisyah ra, Nabi Muhammad saw mengatakan pada Fathimah binti Abi Hubaisy. Apabila haid datang padamu maka hendaknya kamu tidak melaksanakan shalat. Jika darah haid telah berhenti maka hendaklah melakukan mandi wajib dan mendirikan shalat. (HR. Bukhari no. 320 dan Muslim no. 333).
.
Berikut kami rangkum tata cara mandi wajib:
1. Diawali mambaca Niat mandi wajib. Membaca niat diawal hukumnya wajib dan pasti mengharuskan untuk dijalankan sebelum melakukan mandi wajib. Niat ini adalah yang menjadikan perbedaan antara mandi wajib dan mandi biasa. Untuk tata cara pembacaan ini boleh dengan menggunakan suara atau lebih baik didalam hati.
2. Mencuci kedua tangan. Agar mengikuti sunnahnya maka mencuci tangan ini bisa dilakukan sampai 3 kali pencucian, hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari yang namanya najis dan benar-benar bersih.
3. Melakukan pembersihan pada bagian tubuh yang dianggap kotor menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor adalah bagian kemaluan, dubur, ketiak dan lain-lain
4. Melakukan pencucian tangan diulang. Melakukan pencucian ulang tangan yang tadi sudah digunakan untuk membersihkan bagian kemaluan
5. Berwudhu. Lakukanlah tata cara wudhu seperti halnya akan berwudhu seperti akan melakukan sholat biasanya
6. Membasahi kepala. Membasahi kepala dengan mengguyurnya tiga kali hingga seluruh tubuh permukaan pada kulit dan rambut rata basah oleh air
7. Memisah-misah rambut. Memisah-misah rambut dengan menyelanya yakni dengan menyilangkan jari-jari tangan
8. Membasahi seluruh tubuh. Membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.
9. Menggunakan shampo dan sabun. Ketika tata cara diatas sudah terlewati, maka langkah selanjutnya barulah diperbolehkan untuk mencuci ulang tubuh menggunakan sabun, dan memberi shampo pada rambut.

.
Hal hal yang wajib di perhatikan ketika akan melaksanakan mandi wajib atau mandi besar:
1. Gunakan air yang suci, air bersih tanpa ada campuran apapun, tidak terkena kotoran yang bisa merubah sifatnya
2. Mandi wajib dihukumi sebagai pengganti wudhu
3. Seluruh tubuh tanpa terkecuali harus terkena air secara merata
4. Menutupi aurat karena hukumnya wajib
5. Tidak menggunakan penutup kepala
.
Nah, demikianlah ulasan mengenai niat dan tata cara mandi wajib. Bagi Anda umat yang beragama islam wajib untuk Anda mengetahui tata cara mandi wajib yang baik dan benar agar ketika Anda melakukan mandi wajib maka di nilai ibadah oleh Allah SWT. Semoga bermanfaat.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber: https://moondoggiesmusic.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *