“Wahan Dzat yang Maha Menyembuhkan, Sembuhkanlah penyakitku”

Hidup dan kehidupan manusia ibarat roda. Terkadang di atas, kadang pula berada bawah. Alurnya tak mudah ditebak. Berputar antara sakit dan sehat, kaya dan miskin, susah dan senang; begitu seterusnya. Ada saat merasakan nikmat kesehatan, ada pula saatnya diuji dengan rasa sakit.
.
Sebagai seorang muslim ketika ujian sakit mendera, bagaimana kita harus menyikapinya? Sikap yang paling tepat adalah kita limpahkan dan kembalikan semua urusan kepada Allah Swt. Dzat yang telah menciptakan dan memiliki segalanya. Seorang muslim harus meyakini bahwa Allah Swt adalah Asy Syafii. Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Selain itu, seorang muslim diperintahkan bersabar dalam menghadapi ujian dan cobaan. Diperintahkan juga untuk berikhtiyar, berobat atas sakit yang menimpa.
.
Allahu Asy Syafi
Salah satu nama-nama baik dan mulia (Asmaul Husna) yang dimiliki Allah Swt adalah Asy-Syafi. Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Dzat yang mampu memberikan kesembuhan penyakit hati maupun penyakit jasadi. Kesembuhan hati dari penyakit iri, dengki, hasad, was-was, dan penyakit hati lainnya. Serta kesembuhan jasadi dari penyakit fisik. Tidak ada yang mampu memberikan kesembuhan selain dari Allah Swt. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam memberikan kesembuhan.
.
Dalam Al Quran Allah Swt berfirman, “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku” (QS Asy Syuara: 80)
Dalam sebuah Hadist dari ‘Aisyah ra. beliau mengatakan: “Nabi Saw. Pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdo’a:
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR. Bukhari dan Muslim).
.
Ikhtiyar Mencari Kesembuhan.
Rasulullah Saw adalah uswah hasanah (teladan) yang paling sempurna. Beliau adalah manusia yang paling tinggi derajat tawakalnya kepada Allah Swt. Namun, di sisi lain beliau juga menganjurkan umatnya untuk berikhtiyar mencari kesembuhan. Tentu saja melalui pengobatan yang dibenarkan dan sesuai dengan aturan syariat.
.
Rasulullah Saw pernah ditanya oleh seorang Arab Badui: “Wahai Rasulullah, apakah kita boleh berobat?” Beliau Saw menjawab :
Ya, wahai sekalian hamba Allah, berobatlah! (karena) sesungguhnya tidaklah Allah meletakkan sebuah penyakit kecuali Allah juga letakkan kesembuhannya (obatnya), kecuali satu penyakit.” Para sahabat bertanya, “Dan apakah itu?” Beliau berkata, “Al Haram (tua).” (HR. Tirmidzi).
.
Keyakinan seseorang bahwa hanyalah Allah yang menyembuhkan segala penyakit bukan berarti menutup jalan ikhtiyar kesembuhan dengan berobat. Sebab hal ini sama dengan seseorang yang ingin kenyang maka ia harus makan. Hal ini tidak menafikan kita bertawakal kepada Allah Swt yang memberi kita makan.
.
Petunjuk dalam Berobat
Mencari kesembuhan adalah satu hal yang telah diperintahkan. Maka hendaknya kita senantiasa memperhatikan batasan, petunjuk, maupun rambu-rambu syariatnya. Dalam berobat kita dianjurkan untuk:
1. Niat yang baik. Pasien meniatkan diri supaya kembali sehat dan bisa kembali melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. Sedangkan tabib atau dokter berniat untuk menolong dan membantu sesama muslim.
2. Menggunakan media pengobatan yang dibenarkan oleh Islam. Menggunakan obat-obatan yang halal. Melakukan pengobatan yang telah diajarkan Rasulullah Saw (Thibbun Nabawi), ruqyah syariyah, meminum madu, Habbatus Sauda(Jintan Hitam), Hijamah (bekam), dan lain sebagainya.
3. Menjauhi pengobatan dengan cara-cara maupun barang-barang yang diharamkan. Semisal dengan jampi-jampi jahiliyah maupun berobat dengan Khamar.
4. Selalu meyakini bahwa kesembuhan adalah semata-mata dari Allah Swt.
Allah memberikan kesehatan agar kita bersyukur kepada-Nya. Dia menganugerahi kita penyakit agar kita bersabar dan berserah diri hanya kepada-Nya. Sehingga dengan itu semua, kita bisa senantiasa dekat dengan-Nya. Maka sungguh merugi orang-orang yang menjauh dari Allah ketika dia sehat, terlebih lagi di saat dia sakit.
.
Semoga Allah Swt, senantiasa memberikan nikmat kesehatan kepada kita semua. Aamiin.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : https://integral.sch.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *