“Cara mengajarkan anak Tata Krama”

Setiap orangtua tentu ingin memiliki anak yang sopan dan tahu tata krama. Tugas Ayah dan Bunda sebagai orangtua untuk memberi contoh dan mengajarkan mereka tentang hal ini. Sopan santun hendaknya diajarkan sejak si anak masih kecil karena mereka lebih mudah dibentuk dan lebih suka mencontoh perilaku orang di sekitar mereka, terutama orangtua. Mulailah mengajarkan dari hal sederhana sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Jangan lupa menjelaskan kepada anak alasan mengapa ia harus berlaku sopan dan menghargai orang lain sehingga mereka lebih termotivasi.
.
Sebenarnya apasih tata karma itu? Tata krama artinya tingkah laku berdasarkan nilai-nilai kesopanan. Tata karma tidak diaplikasikan hanya kepada orang lain Yah, Bun. Tetapi pada diri sendiri juga. Nah berikut ini kami rangkum cara mengajarkan Tata Krama kepada anak:

  1. Menghormati orangtua dan orang yang lebih tua.
    Menghormati orangtua dan orang yang lebih tua adalah salah satu norma kesopanan penting yang berlaku di masyarakat. Ajarkan anak-anak untuk selalu berlaku dan berbicara sopan kepada orang lain, terutama yang lebih tua. Misalnya, memberikan tempat duduk di kendaraan umum kepada ibu hamil atau orang lanjut usia.
  2. Minta maaf.
    Banyak orang beranggapan bahwa meminta maaf berarti menunjukan kelemahan. Namun, sebaliknya meminta maaf sebenarnya menunjukan kekuatan dan kelapangan hati seseorang. Ajarkan anak-anak untuk selalu minta maaf ketika ia melakukan kesalahan.
  3. Table manner (Perilaku ketika dimeja).
    Jangan anggap sepele masalah table manner. Anak-anak yang paham masalah table manner di rumah biasanya akan menjadi sopan ketika mereka makan diluar rumah. Ayah dan Bunda pastinya tidak mau kalau saat diajak makan direstoran, anak berlarian dan memainkan alat makannya? Cara mengajarkan yang terbaik adalah memberi contoh. Jangan berharap sikecil tertib di meja makan jika orangtua selalu makan di depan televisi, misalnya.
  4. Ajarkan untuk tak menjawab ulang.
    Terkadang saat marah Ayah dan Bunda mungkin saja mengucapkan kata-kata yang tak seharusnya diucapkan kepada anak. Tak jarang anak juga menjawab balik kata-kata tersebut. Namun, sangat penting untuk mengajarkan anak bahwa hal ini tidaklah baik karena menunjukan ketidak hormatan kepada orang tuanya.
  5. Mengucapkan kata “tolong” dan “terimakasih”.
    Ada banyak anak yang tidak tau bagaimana caranya meminta tolong dan juga berterimakasih. Ini sebenarnya adalah masalah kebiasaan, maka biasakan anak-anak untuk mengucapkan kata-kata ini setiap hari. Berilah contoh kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan mengucapkan terimakasih kepada setiap orang yang sudah membantu, termasuk kepada tukang sayur langganan atau asisten rumah tangga.
  6. Menghormati Sesama.
    Ajarkan anak untuk selalu bisa memahami dan juga menghormati sesamanya. Dengan demikian anak akan tahu bahwa ia dan teman-temannya punya hak yang sama. Norma kesopanan ini akan membantu mencegah terjadinya bullying pada anak-anak.
  7. Kesamaan derajat antarsesama.
    Ajarkan mereka untuk tidak mendiskriminasikan orang berdasarkan kekayaan, warna kulit, pekerjaan, ras, jender, atau agama. Ajarkan mereka bahwa setiap orang berhak diperlakukan sama derajatnya tanpa kecuali.
  8. Perlakukan orang lain seperti memperlakukan diri sendiri.
    Tak ada orang yang mau memperlakukan dirinya sendiri dengan buruk. Anak harus tahu kalau mereka seharusnya memperlakukan orang lain seperti mereka memperlakukan diri mereka sendiri. Hal ini akan membantu meningkatkan kemampuan sosialisasi si anak di lingkungannya.
  9. Tak pelit pujian
    Orang tua memuji ketika anaknya melakukan hal-hal terpuji dan hebat. Hal ini akan membantu anak untuk menyadari perlunya menghargai upaya seseorang. Namun, ajarkan juga untuk tidak bersikap palsu saat sedang memuji seseorang.
  10. Membantu yang lemah
    Disekitar kita masih banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan. Misalnya, kakek atau nenek yang ingin menyebrang jalan, anak yatim piatu, dan lain-lainnya. Pastikan mengajarkan anak untuk selalu membantu yang lemah dan membutuhkan bantuan.

.
Islam tidak memandang harta, jabatan, golongan, suku, dan kedudukan lainnya. Islam hanya memandang siapa yang bertakwa dialah yang paling tinggi derajatnya. Orang yang bertakwa adalah orang yang memiliki Tata Krama dalam menjalani kehidupannya. Tata Krama adalah akhlak mulia dan sebaik-baik akhlak adalah mencontoh Nabi Muhammad SAW.
.
Allah berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS Al Ahzab [33]:21)
Dan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan akhlak” (HR. Muslim)
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : https://lifestyle.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *