“Ya Allah, Aku Lelah Jadi Ibu”

“Ini kerjaan kok ga beres-beres, tiap hari kok kaya gini terus…”
“Butuh libur, butuh piknik, butuh me-time, butuh rehat sejenaaak saja, kalau boleh lari pengen lari aja deh rasanya…”
“Seandainya ada tombol pause untuk semua ini”
.
Ada yang pernah merasa seperti itu?
Pekerjaan rutinitas seorang ibu Nampak seakan sia-sia dan berulang. Begitu terus setiap hari, tidak ada habisnya.
.
Namun bunda, masih ingat kisah Siti Hajar?
Ibunda Nabi Ismail ‘alayhi salam ini berlari bolak balik dari Shofa ke Marwah sampai 7 kali. Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air untuk bayinya yang sedang haus.
.
Ketemukah airnya? Tidak…
Tetapi lari-larinya Siti Hajar yang sia-sia itu ternyata menjadi asbab ridho-nya Allah sehingga memancarlah air zamzam yang sampai sekarang tak pernah surut, justru dari jejak kaki bayi Ismail.
.
Sia-siakah yang dilakukan sang ibu? Tidak sama sekali ternyata.
Pekerjaan seorang “Ibu” : menyusui, memandikan, ganti popok, menyuapi, memasak, menyapu, mengepel, mencuci, dan seterusnya untuk yang tidak punya ART. Apalagi yang masih harus lembur pekerjaan kantor untuk yang bekerja. Semua tetek bengek itu seakan terlihat tidak gemerlap, tidak keren, tidak ngeksis. Seakan sia-sia, tidak ada hasil. Tetapi yang berlelah-lelah itu, bisa jadi asal sebab ridho Allah. Bisa jadi yang mengantarkan kita ke Jannah. Tidak terlihat mulia dihadapan penduduk bumi tetapi bisa jadi membahana seantero ‘penduduk langit’.
.
Bukankah itu yang lebih penting? Bukankah doa ibunda mustajab tanpa penghalang ke Allah?
Maka setiap pekerjaan keIBUan itu bisa jadi dzikrullah dan do’a. Semoga setiap tetes susu yang mengalir ke bayi ini mengalir pula kesholihan. Semoga yang memakai baju-baju yang telah kucuci ini selalu menjaga kehormatannya. Semoga yang memakan hidangan ini diberiNya kesehatan. Semoga setiap suapan nasi ini menjadikannya anak yang kuat.
.
Maka, mari buat malaikat Raqib sibuk luar biasa mencatat kebaikan-kebaikan yang kita upayakan. Dan jangan sampai melaikat Atid bahkan membuka bukunya. Allah sebaik-baiknya pemberi balasan.
.
Semoga menjadi pengingat, penyemangat bagi bunda lain agar tak pernah menyerah. Karena segala sesuatu yang kita lakukan dalam rumah tangga adalah amal kebaikan yang tak ada batasannya. Percayalah, Allah akan memberi balasan yang terbaik untuk kita, setiap tetes keringat para ibu rumah tangga.
.
Salam Hangat, Fayda Team
Sumber : http://www.wajibbaca.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *