Muslimah sejati cantiknya luar dalam


Cantikkah Aku … ?
Dilihat dari sudut pandang mana dulu? Kecantikan tidak sekedar dilihat dari sisi fisik saja, melainkan juga dari dalam diri (inner beauty). Kecantikan haqiqi adalah kecantikan yang membuat dicintai oleh Allah, hal ini diisyaratkan dalam Al Qur’an :
“… Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al Hujurot : 13).
Seseorang dikatakan mulia/dicintai oleh Allah bukan karena cantik rupanya atau bagus/sempurna bentuk fisiknya melainkan karena ketakwaannya, yaitu sekuat tenaga melaksanakan semua perintah Alloh dan menjauhi segala larangan-Nya.
.
Perintah berjilbab
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih dikenali, karena itu mereka tidak diganggu.” (QS. al-Ahzab: 59)
.
Perintah jilbab itu diturunkan justru untuk menyelamatkan para wanita muslimah. Allah menurunkan aturan agar para muslimah memakai jilbab, tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar mereka lebih terjaga! Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa cara berpakaian yang demikian membedakan mereka (mudah dikenali) dari kaum wanita jahiliyah serta budak-budak perempuan. Mujahid (seorang ulama ahli tafsir pula) menafsirkan, pada waktu itu jika para wanita muslimah memakai jilbab maka orang-orang jahat akan langsung tahu bahwa wanita itu merdeka (bukan budak) sehingga mereka tidak diganggu.
Trus, bagian tubuh mana yang harus dijilbabi? Jilbab digunakan untuk menutupi aurot sesuatu yang harus ditutupi) wanita. Dari ‘Aisyah r.a. bahwasanya Asma’ binti Abu Bakar datang kepada Rosululloh s.a.w. dengan memakai kain yang tipis, maka berpalinglah Rosululloh saw daripadanya dan bersabda : “ Wahai Asma’! Sesungguhnya perempuan itu apabila sudah pernah haid tidak patut terlihat daripadanya kecuali ini dan ini !” – dan beliau berisyarat ke wajah beliau dan dua tangan sampai pergelangan tangan beliau. (Riwayat Abu Daud).
.
Nah, sekarang sudah tahu kan, aurat wanita yang wajib ditutup itu adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan kedua telapak tangan. Jadi kepala, rambut, bahu, ketiak, sampai kedua kaki semuanya itu wajib ditutup! Tidak ada alasan untuk berkata tidak sebab ini adalah perintah Allah.
Adapun syarat-syarat berjilbab adalah :
1. Menutup seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan (QS An-Nur : 31, QS. Al Ahzab : 59)
2. Bukan untuk berhias (QS An-Nur : 31, QS. Al Ahzab : 33)
3. Tebal tidak tipis
4. Longgar ti.dak ketat
5. Tidak diberi wangi-wangian
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
8. Bukan pakaian untuk kemasyhuran (untuk mencari popularitas)
.
Kalo Sudah Berjilbab Trus Ngapain?
Udah cantik-cantik pake jilbab, trus apa aja yang boleh dan tidak boleh dilakuin? Tentunya selain cantik luarnya perlu cantik dalamnya (hati dan tingkah lakunya).
Diantara akhlaq muslimah adalah :
1. Jaga pandangan.
Menjaga bukan berarti merem, bukan berarti pula harus nunduk-nunduk kalau jalan tapi dengan tidak mengumbar pandangan.
2. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
Berduaan bukan berarti hanya berlaku kalau dua orang bersembunyi di tempat gelap yang nggak ada siapapun yang ngelihat, tapi juga berarti berduaan ketika orang lain tidak ambil pusing dengan kehadiran dua orang itu. Misal, boncengan, mojok di kelas, mojok di kantin, mojok di mana-mana, pokoknya segala ‘permojokan’ yang terlihat berdua-dua saja sementara yang lain nggak peduli. Telpon-telponan atau sms-an juga termasuk berduaan karena orang lain belum tentu peduli sama telepon atau sms kamu. Makanya hati-hati kalau telpon atau kirim sms. Chatting, kirim e-mail, facebook, atau surat biasa, juga termasuk!!
3. Tutupi aurat.
4. Jangan menampak-nampakkan perhiasan atau bermanis-manis suara, muka, dan gerakan.
Jalan berlenggak-lenggok pun jangan! Apalagi kalau kamu terobsesi sebagai foto model catwalk.
5. Trus kalau bicara (dengan lawan jenis) suaranya dijaga, jangan dimanis-manisin, jangan dilembut-lembutin.
6. Hindari kegiatan-kegiatan yang melibatkan kerja pasangan lawan jenis.
Mungkin memang agak susah ya, menghindari kerja yang melibatkan lawan jenis karena kadang bukan maksud kita untuk kerja bareng lawan jenis. Tapi kita memang harus selektif dan sebisa mungkin menjaga diri. Yang lebih penting lagi, kita harus pinter-pinter menjaga hati.
7. Hindari dan jauhi membaca, melihat, atau mendengar hal-hal yang membangkitkan keinginan untuk pacaran.
.
Salam Hangat, MyHayra Fayda Team
Sumber : https://tulisanterkini.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *