Pembagian Makanan Menurut Sunnah

Seringkali setiap selesai makan rasa kantuk pun muncul, kenapa ya ?

Nah ukhti, Rasulullah saw, memang sebaik-baik teladan ya. Bagaimana tidak dalam urusan pembagian perut pun ada sunnahnya loh. Apa sih maksud pembagian perut menurut Rasulullah saw ? Nah dibawah akan dibahas mengenai pembagian perut menurut Rasulullah saw.

Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah.)

 

Masih belum paham mengenai haddits diatas ?

Oke kita coba jelaskan satu per satu ya.

1.“Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut”. Yang di maksud kantung adalah sebuah tempat yang dimasukkan ke dalamnya sesuatu. Seburuk-buruk kantung yang dapat dipenuhi (diisi) adalah perut. Karena perut inilah yang dapat merasakan kekenyangan, yang merupakan sumber penyakit, serta dapat mengakibatkan malas, lemah, dan selalu ingin beristirahat.

2.“Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya”. Maksudnya adalah cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan makanan yang dengannya ia dapat hidup. Dalam sabdanya ini pun terdapat anjuran untuk memperkecil kadar dan kuantitas makanan, dan tidak memperbanyak dan berfoya-foya dalam makanan. Hal yang demikian itu agar seseorang dapat beraktivitas dengan baik dan giat, serta selamat dari berbagai macam penyakit yang disebabkan banyak makan.

3.“Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”. Maksudnya adalah jika seseorang merasa tidak cukup dengan beberapa suapan makanan yang dapat membuat punggungnya tegak (membuat dirinya hidup), dan ia benar-benar merasa tidak cukup dengan ukuran tersebut, maka hendaknya ukuran yang hendak dimakan dan diminum tidak melebihi duapertiga perutnya. Agar sepertiga sisanya dapat ia gunakan untuk bernafas dengan mudah dan leluasa.

Jadi kesimpulannya mari kita cukupkan porsi makan ala sunnah Rasulullah saw, agar kita selalu sehat dan mendapat barokah.

Salam Hangat, MyHayra Team

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *