Jenis-Jenis Hadits

Sebelum kita membahas jenis-jenis hadits, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang hadits :
1. Sanad dan Matan
 
Seperti kita ketahui bahwa sanad/isnad dan matan merupakan dua komponen utama dalam hadits. Lalu apakah itu sanad?
 
Sanad adalah seorang yang menuturkan hadits atau meriwayatkannya, atau mudahnya adalah orang yang menuturkan hadits atau periwayat hadits yang dimulai dari orang yang mencatat hadits tersebut hingga sampai ke Rasulullah. Contoh sanad: “Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu’bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: …”, sehingga sanad dalam hadits tersebut adalah Musaddad –> Yahya–> Syu’bah –> Qatadah –> Anas –> Nabi Muhammad.
 
Selain sanad ada pula rawi, yakni orang yang menyampaikan hadits. Adapun ciri-ciri ideal seorang rawi antara lain:
 
 
• Bukan pendusta atau tidak dituduh sebagai pendusta
• Tidak banyak salahnya, Teliti
• Tidak fasik
• Tidak dikenal sebagai orang yang ragu-ragu (peragu)
• Bukan ahli bid’ah
• Kuat ingatannya (hafalannya)
• Tidak sering bertentangan dengan rawi-rawi yang kuat
• Sekurangnya dikenal oleh dua orang ahli hadits pada jamannya.
 
Matan ialah redaksi hadits atau isi dari hadits. Sebagai contoh matan: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri.”
JENIS HADITS BERDASARKAN TINGKAT KEASLIANNYA
 
Seperti yang sudah dikatakan diatas, bahwa dalam mengutip sebuah hadits tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena ada juga hadits-hadits yang tidak asli alias palsu. Tapi mirisnya ada banyak sekali hadits-hadits palsu tetapi sangat populer dikalangan masyarakat. Untuk mengertahui jenis hadits berdasarkan tingkat keasliannya, berikut adalah penjelasannya.
 
1. Hadits Shahih
 
Hadits shahih yaitu hadits yang sudah tidak diragukan lagi keasliannya, sehingga sudah pasti hadits tersebut asli selama tidak menyalahi syarat-syarat berikut:
 
1. Sanadnya bersambung (lihat Hadits Musnad di atas);
2. Diriwayatkan oleh para penutur/rawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
3. Pada saat menerima hadits, masing-masing rawi telah cukup umur (baligh) dan beragama Islam.
4. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (’illat).
 
2. Hadits Hasan
 
Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, namun memiliki beberapa kelemahan yaitu pada rawi. Biasanya pada rawi terdapat rawi yang kurang baik ingatannya.
 
3. Hadits Dho’if
Hadits dho’if adalah hadits lemah dilihat dari sanadnya yang tidak bersambung, terdapat periwayat yang lemah ingatannya-bahkan pembohong, terdapat kejanggalan dalam matan-nya. Oleh karena itu, hadits-hadits yang dianggap dha’if tidak boleh dijadikan landasan untuk menetapkan sesuatu.
 
4. Hadits Maudhu’
 
Sedangkan hadits maudhu adalah hadits yang dicurigai sebagai hadits palsu. Adapun ciri-ciri hadits tersebut adalah: dalam sanadnya terdapat periwayat pembohong, matan-nya bertentangan dengan Al-Qur’an, bahasanya jelek, mengandung unsur dongeng yang tidak masuk akal.
 
Hadits ini haris ditolak salah satu contoh hadits tersebut adalah: “Laba – laba itu adalah setan yang dirubah bentuknya oleh Allah, maka bunuhlah binatang itu.”
 
JENIS HADITS BERDASARKAN JUMLAH PENUTURNYA
 
1. Hadits Mutawattir
 
Hadits mutawattir adalah hadits yang diriwayatkan oleh beberapa orang atau sanadnya banyak sehingga tidak mungkin hadits tersebut hadits dusta atau palsu.
 
2. Hadits Ahad
 
Hadits Ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih namun tidak memenuhi persyaratan hadits mutawattir.
 
JENIS HADITS BERDASARKAN UJUNG SANAD
 
1. Hadits Marfu’
 
Hadits ini adalah hadits yang sanadnya berujung langsung kepada Rasulullah SAW.
 
2. Hadits Mauquf
 
Hadits ini adalah hadits yang sanadnya terhenti pada sahabat nabi dan tidak memiliki tanda-tanda marfu’
 
3. Hadits Maqtu’
 
Yaitu hadits yang sanadnya terhenti kepada para Tabi’in (orang yang pernah bertemu sahabat nabi).
 
Semoga bisa menambah wawasan kita ya .. ^_^
 
Salam Hangat, Myhayra Tim
source : makintau.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *