Mengenal Bakat Anak Melalui 5 Langkah Praktis

Mengenal Bakat Anak Melalui 5 Langkah Praktis
 
Mengenal bakat anak adalah agenda penting yang harus dikerjakan oleh orangtua. Dengan mengenal bakat anak, orangtua bisa membantu anak mengembangkan karier di masa depannya. Bagaimana orang tua dapat mengenal bakat anak?
Mengenal bakat anak adalah persoalan yang paling banyak ditanyakan dalam setiap seminar parenting maupun workshop pengembangan bakat anak. Wajar saja karena banyak orangtua yang belum mengetahui cara mengenal bakat anak yang efektif. Bahkan ketidaktahuan orangtua dimanfaatkan oleh sejumlah pihak untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Bila anda adalah orang tua yang peduli dan ingin belajar, maka sudah selayaknya anda membaca artikel ini hingga tuntas kemudian mempraktekkannya.
 
Bakat anak sebenarnya tidak bisa diketahui persisnya, kita hanya bisa mengetahui potensi bakat anak. Mengapa? Bakat menurut Howard Gardner adalah aktivitas teratur yang dihargai masyarakat dan dapat dinilai berdasakan tingkat keahliannya. Contoh, menggambar adalah aktivitas yang bisa disebut bakat ketika aktivitas menggambar tersebut dihargai oleh masyarakat, seperti kesempatan mengikuti pameran atau hasil menggambarnya dibeli. Jadi kita baru mengenali bakat anak yang sebenarnya ketika suatu aktivitas anak dihargai oleh masyarakat.
 
Orang tua dapat mengenal bakat anak melalui 5 langkah praktis berikut ini :
 
A. Stimulasi anak untuk melakukan eksplorasi
 
Pancing ketertarikan anak untuk melakukan suatu aktivitas, dan jangan langsung memberi perintah. Apabila anak bertanya, jelaskan seperlunya. Sebagaimana tugas perkembangan bakat pertama, anak perlu mencoba berbagai aktivitas dari keseluruhan ragam kecerdasan majemuk. Untuk mengetahui ragam majemuk bisa dilihat di gambar ya.
 
B. Beri kesempatan anak beraktivitas
 
Jika anak tertarik, beri kesempatan pada anak melakukan aktivitas tersebut. Awalnya orangtua bisa mendampingi anak, namun usahakan agar anak tetap merasa mandiri dalam melakukan aktivitasnya. Ketika merasa didikte orangtua, perilaku anak tidaklah mengacu pada kecerdasan majemuknya, tetapi lebih karena mengikuti perintah orangtua.
 
C. Kenali perilaku seru anak
 
Lakukan pengamatan terhadap perilaku anak: sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas. Bagaimana sikap anak sebelum melakukan aktivitas? Apa saja sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh anak selama melakukan aktivitas tersebut? Bagaimana pula sikap anak setelah melakukan aktivitas? Perilaku lebih mudah diamati karena terlihat jelas. Orangtua juga perlu lebih jeli dalam mengamati sikap anak yang subtil, seperti dahi yang mengernyit atau perubahan ekspresi wajah. Usai melakukan aktivitas, ajukan pertanyaan agar anak bercerita mengenai pengalamannya melakukan aktivitas tersebut.
 
Perilaku seru mempunyai 4 ciri yaitu:
 
1. Cepat belajar. Anak relatif cepat belajar cara melakukan suatu aktivitas. Cepat belajar bukan sebatas cepat menguasai, melainkan bisa juga cepat mencari tahu dan mencoba melakukannya. Apabila tidak langsung melakukan, anak cenderung banyak bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Setelah beberapa kali mencoba, anak relatif bisa belajar sendiri sehingga semakin mahir melakukan aktivitas tersebut.
2. Asyik. Anak asyik melakukan aktivitas; semua perhatiannya tertuju pada aktivitas tersebut, sehingga seringkali mengabaikan hal-hal yang lain. Asyik tidak hanya sebatas merasakan kesenangan. Keasyikan juga bicara tentang merasakan pengalaman seru, yakni kesesuaian antara kemampuan dengan tantangan yang dihadapi anak.
3. Puas. Anak merasa puas setelah melakukan aktivitas. Anak menunjukkan respon positif yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Bahkan, beberapa anak menceritakan dengan penuh semangat mengenai pengalamannya dalam melakukan aktivitas tersebut.
Ingin mengulang. Anak ingin mengulang aktivitas tersebut. Beberapa anak ingin mengulang karena tertantang untuk mencoba aktivitas dengan tingkat kesulitan yang lebih. Anak lain tertantang karena ingin mencoba kembali, mungkin sebelumnya ia merasa belum menguasai dengan baik.
 
Bila anak tidak menunjukkan perilaku seru maka anda belum bisa mengenal bakat anak secara nyata. Berilah stimulasi agar anak melakukan aktivitas yang lain atau berkunjung ke berbagai tempat yang berbeda. Semakin beragam aktivitas semakin besar kemungkinan anak menunjukkan perilaku seru.
 
D. Lakukan penilaian terhadap perilaku seru anak
 
Bila sudah mengenali perilaku seru anak, orangtua bisa memeriksa perilaku seru tersebut termasuk kacerdasan majemuk yang mana. Periksa daftar perilaku ke delapan kecerdasan majemuk (dapat dilihat digambar )
 
E. Refleksikan hasil penilaian bersama anak
 
Tak hanya dilakukan orangtua, anak pun harus mengenali kecerdasan majemuk dan minatnya. Apabila telah melakukan penilaian, komunikasikan hasil penilaian orangtua pada anak. Cara mengomunikasikannya tentu sesuai dengan usia dan kemampuan komunikasi anak. Ceritakan perilaku anak pada berbagai aktivitas dan kemudian cari tahu komentar anak.
 
Salam Hangat, MyHayra Tim
Source : temantakita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *