Berprasangka Baik Kepada Anak

Sebaiknya Orang Tua Berprasangka Baik Kepada Anaknya

Berprasangka baik kepada anak yang berperilaku baik, merupakan pekerjaan mudah. Akan tetapi membangun prasangka baik terhadap anak yang bertingkah buruk, bagaimana memulainya? Hal seperti inilah yang membuat seorang ibu sulit untuk berprasangka baik kepada anaknya. Sebabnya, si anak sudah terlalu sering membuat masalah.

Orang dewasa sebaiknya mengadakan feed back, meninjau ulang tentang hal-hal yang berkaitan dengan terbentuknya kepribadian anak.

Pertama, hendaknya diyakini bahwa pada awalnya semua anak terlahir dalam fitrah yang bersih seperti kertas putih. Orangtualah yang paling banyak berperan mengarahkannya. Artinya, si anak bisa menjadi sosok berkepribadian baik atau sebaliknya.

Kedua, banyak faktor luar seperti teman, guru dan lingkungan rumah yang turut memberikan pengaruh pembentukan kepribadian anak tersebut.

Ketiga, metode pendidkan yang diterima anak tidak kalah besar pengaruhnya. Pola asuh yang dilakukan oleh orang tua, guru di sekolah, bahkan kakek nenek serta saudara yang lain pun turut memberi andil yang tidak kecil dalam pembentukan kepribadian anak.

Keempat, di luar faktor-faktor diatas, masih banyak faktor lagi yang bersifat kondisional, yang menyebabkan anak nampak tak sempurna di mata orangtua.

Seburuk apapun perangai, sikap, perilaku, dan kepribadian anak, sesungguhnya bukan mutlak kesalahan anak itu sendiri. Banyak faktor eksternal yang ikut membentuk kepribadiannya. Apalagi kepribadian mereka sesungguhnya masih dalam proses pembentukan. Maka, inilah kesempatan untuk memberi kepercayaan kepada mereka agar tumbuh menjadi pribadi baik dan yang percaya diri.

Salam Hangat, MyHayra Tim
source : Islamkafah.com

diskon + promo / more info / order :
wa : 0812 2003 7877

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *